7 Fakta Bencana Melanda Wilayah Bandung Raya

7 Fakta Bencana Melanda Wilayah Bandung Raya

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 09:48 WIB
Hujan es di Bandung
Hujan es di Bandung (Foto: Istimewa).
Bandung -

Cuaca ekstrem melanda wilayah Bandung Raya beberapa hari terakhir. Dampaknya, rangkaian bencana terjadi mulai dari banjir, longsor hingga angin kencang. Wilayah Kabupaten Bandung jadi yang terparah terdampak bencana.

Berikut fakta-faktanya

1. Tiga Sungai Meluap

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung sejak Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) mengakibatkan tiga sungai besar yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede meluap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampaknya, tiga kecamatan terendam banjir. Wilayah paling parah adalah Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah.

"Area yang parah terdampak banjir adalah Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Ketinggian air rata-rata 30 sentimeter sampai dengan 130 sentimeter (1,3 meter)," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung, Beny Sonjaya, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

2. Belasan Ribu Jiwa Terdampak

Kecamatan Dayeuhkolot menjadi wilayah paling terdampak. Genangan air mencapai 30 hingga 130 sentimeter di sejumlah titik, meliputi Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan.

Di Desa Dayeuhkolot, tercatat 4.800 kepala keluarga atau 14.400 jiwa terdampak, Desa Citeureup 426 KK atau 1.288 jiwa mengungsi. Di Kelurahan Pasawahan, banjir berdampak pada 86 kepala keluarga atau 258 jiwa.

Banjir juga meluas ke Kecamatan Baleendah, tepatnya di Kelurahan Andir dan Baleendah, dengan total 693 kepala keluarga atau 1.723 jiwa terdampak dan ketinggian air antara 30 hingga 60 sentimeter.

3. Angin Kencang dan Longsor

Selain banjir, bencana lain turut terjadi. Angin kencang menyebabkan kerusakan rumah di Kecamatan Arjasari, Katapang, dan Cangkuang. Total ratusan rumah terdampak, dengan rincian 99 unit di Desa Mangunjaya, 50 unit di Desa Batukarut, dan 20 unit di Desa Mekarjaya.

"Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang," jelas Beny.

4. Banjir 3 Hari di SOR Gedebage

Banjir juga menggenangi Jalan SOR GBLA, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung selama tiga hari terakhir. Akses vital tersebut sempat lumpuh lantaran banjir menghambat arus lalu lintas, meski kini perlahan mulai bisa dilintasi kendaraan.

Pantauan di lokasi, Senin (13/4/2026), ketinggian air di titik terdalam mencapai betis orang dewasa. Kendaraan roda dua dan roda empat memang sudah bisa melintas, tapi banyak sepeda motor yang mogok saat menerjang genangan.

"Genangannya cukup dalam, buat mesin motor saya mati," kata Jajang (35).

5. Rendam Rumah-Sekolah

Genangan air tak hanya menutup badan jalan, tetapi juga masuk ke permukiman warga hingga fasilitas umum seperti sekolah. Genangan terjadi di Jalan Derwati menuju Ciwastra.

Di wilayah Kelurahan Rancabolang, banjir merendam jalan gang hingga ke dalam rumah warga. Kondisi ini disebut sudah berlangsung selama dua hari, dengan puncaknya terjadi pada hari sebelumnya.

"Sudah dua hari banjir, kemarin paling gede," kata Suci, warga setempat.

6. Warga Mengeluh

Suci menyebut, banjir diduga berasal dari luapan Sungai Cinambo Baru yang berada di belakang permukiman warga. Ia juga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap tahun tanpa solusi yang jelas.

"Airnya dari belakang, di sana dari sungai. Kejadian gini sering, tiap tahu, tidak ada solusi dari pemerintah," ujarnya.

7. Sekolah Diliburkan

Di wilayah Rancanumpang, kondisi banjir bahkan berdampak pada aktivitas pendidikan. Salah satu sekolah, SDN 216 Sondariah, terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena akses menuju sekolah dan halaman masih tergenang air.

"Baru hari ini sekolah diliburkan. Banjir sejak Malam Minggu," kata Ilham, warga sekitar.

Meski sebagian genangan di gang permukiman mulai surut setelah dilakukan penyedotan air, kondisi di area belakang rumah warga masih cukup dalam.

"Di sini paling dalam sebetis, kalau dibelakang bisa sampai lutut bahkan paha orang dewasa," pungkasnya.




(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads