Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Thailand kini memicu ancaman serius bagi keselamatan publik. Selain melumpuhkan aktivitas warga dan sektor pariwisata, luapan air memaksa predator seperti ular dan buaya keluar dari habitatnya menuju kawasan permukiman.
Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan keras agar warga meningkatkan kewaspadaan. Melansir detikTravel yang mengutip CNN Indonesia menyatakan satwa liar tersebut dilaporkan mulai bermigrasi mencari tempat yang lebih kering atau terbawa arus deras ke pemukiman penduduk.
Insiden nyata terjadi di Distrik Sanam Chai Khet, Provinsi Chachoengsao. Seekor buaya sepanjang dua meter ditemukan berkeliaran di dekat rumah warga pada Kamis (1/10). Karena dianggap mengancam nyawa, petugas terpaksa menembak mati reptil tersebut.
Anggota Dewan Provinsi Udon Thepwatee mengonfirmasi penanganan tersebut melalui unggahan di media sosial. Operasi ini melibatkan personel dari Kantor Polisi Sanam Chai Khet.
"Buaya itu sudah ditembak mati. Terima kasih kepada petugas kepolisian Sanam Chai Khet," tulis Udon, sebagaimana dikutip dari Bangkok Post.
Pemerintah Thailand sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk menjauhi genangan air, tidak memancing, serta menghindari saluran irigasi. Naiknya permukaan air secara drastis menjadi pemicu utama satwa-satwa ini meninggalkan habitat alami mereka.
Kondisi serupa terjadi di Bangkok. Curah hujan yang menembus 300 milimeter dalam dua hari terakhir mengakibatkan banjir parah di ibu kota. Berbagai dokumentasi yang menunjukkan ular berenang di jalanan protokol dan area publik ramai beredar di media sosial.
Dampak banjir juga menyasar satwa di penangkaran. Di Siam Amazing Park, petugas berhasil menyelamatkan 10 rusa babi, meski beberapa lainnya dilaporkan mati. Sementara itu, empat buaya sepanjang dua meter dikabarkan lepas dari sebuah peternakan akibat luapan air.
Salah satu operasi evakuasi paling menyita perhatian terjadi di sebuah kuil di Provinsi Prachinburi pada Minggu (27/9). Kepala Distrik Si Maha Phot, Juthamas Buaphuean, mengerahkan tim gabungan dari Kementerian Perikanan dan relawan Yayasan Ruamkatanyu untuk menyelamatkan seekor buaya raksasa di Wat Pho Thong.
Buaya bernama Nuea Thong tersebut bukan predator biasa. Di usianya yang ke-27, ia memiliki panjang lebih dari empat meter dengan bobot mencapai 400 kilogram. Proses evakuasi berlangsung dramatis; petugas harus mengikat rahang dan kaki buaya sebelum mengangkatnya menggunakan truk derek.
Langkah ini diambil setelah air di kandangnya mencapai ketinggian 1,3 meter. Untuk mencegah Nuea Thong lepas ke Sungai Prachin Buri, ia dipindahkan ke tempat penampungan sementara di wilayah yang lebih aman, berjarak 20 kilometer dari kuil.
Guna menekan risiko di tengah situasi darurat ini, pemerintah Thailand telah menginstruksikan penutupan sekolah dan meminta warga bekerja dari rumah (WFH). Kebijakan ini membuat pusat-pusat keramaian dan transportasi publik di Bangkok terpantau lebih lengang dari biasanya.
Kini, warga Thailand tidak hanya berjuang melawan genangan air, tetapi juga harus bersiaga menghadapi ancaman predator yang kehilangan habitatnya.
Artikel ini sudah tayang di detikTravel
Simak Video "Video: Banjir di Thailand Selatan Tewaskan 13 orang"
(dir/dir)