Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Senin (28/9/2026). Mulai dari baliho roboh timpa bengkel-kios sebabkan tiga orang terluka di Buahbatu, Kota Bandung hingga aksi keji anak bunuh ibu tiri diduga gegara rebutan rumah.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Baliho Roboh Timpa Bengkel-Kios di Buahbatu Bandung
Sebuah baliho roboh menimpa bengkel dan 2 kios di Jalan Buahbatu, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, tepat di depan kantor Polsek Lengkong. Akibatnya, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang diperoleh detikJabar, insiden ini dilaporkan terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 14.33 WIB. Petugas pun dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi sisa baliho yang roboh itu.
Pantauan detikJabar, baliho roboh setelah tiang penopangnya patah. Insiden itu terjadi berbarengan saat hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kota Bandung.
"Tadi terjadi hujan besar disertai angin sehingga menyebabkan adanya billboard di depan Polsek Lengkong, atau tepatnya di jalur Buah Batu ini roboh dan menimpa tiga bangunan. Di antaranya ada warung, ruko dan bengkel," kata Kapolsek Lengkong AKP Aldy Lazzuardy di lokasi kejadian.
Aldy mengatakan, saat kejadian, ada empat orang yang berada di dalam bengkel. Satu orang kemudian dilaporkan terjepit sebelum bisa dievakuasi petugas Diskarmatan.
"Korban jiwa tidak ada, namun hanya luka ringan satu orang yang tadi terjepit oleh puing-puing bangunan," ucapnya.
Diduga Rebutan Rumah, Ibu Tiri Tewas Ditusuk Anak
Nasib tragis harus dialami Apriyanti (53). Ia tewas ditusuk anak tirinya, Dean Haziq (32) di rumahnya sendiri, Jalan Pamitran, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.
Insiden berdarah ini terjadi pada Minggu (27/8) kemarin sekitar pukul 17.47 WIB. Saat itu, Dean dan ibu tirinya sedang berada di rumah yang terbagi menjadi lantai 1 dan lantai 2.
Dari lantai 2, Dean kemudian turun dan mendekati korban. Sembari membawa pisau dapur dan stunt gun atau alat kejut listrik yang dia siapkan, Dean dengan tega langsung menyerang korban hingga terkapar.
Dean mulanya menyetrum korban menggunakan stunt gun hingga ambruk ke lantai. Melihat ibu tirinya sudah tak berdaya, Dean langsung menusuk korban menggunakan pisau dapur ke bagian leher, perut, hingga mata kanannya.
Keributan itu sempat memancing kedatangan warga sekitar. Suami korban juga langsung pulang, dan langsung membawa tubuh istrinya ke RSUD Ujungberung, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.
Dean langsung diamankan polisi. Dari pemeriksaan awal, dia diduga sudah lama menyimpan dendam kepada ibu tirinya tersebut.
"Menurut keterangan, terduga pelaku sudah lama menyimpan dendam tersebut terhadap ibu tirinya sendiri. Dan melakukan aksinya di saat terduga pelaku dan korban hanya berdua di rumah," kata Kapolsek Panyileukan AKP Anang Sunarya saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Polisi masih memeriksa Dean, termasuk rencana pemeriksaan kejiwaan. Sebab dari hasil pemeriksaan, Dean berdalih melakukan aksi tersebut karena dugaan korban yang hendak mengambil alih kepemilikan rumahnya.
"Kami masih lakukan pendalaman. Dari pemeriksaan, korban katanya berusaha mengambil harta (Rumah) dan memberi makan (pelaku) hanya sedikit," pungkasnya.
2 Pemuda Tewas-1 Kritis di Kontrakan Lembang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Ijang Nadi Gunaefi (23) dan Eji Fauzi (18), pemuda yang tinggal di kontrakan Kampung Cijeruk, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditemukan tewas pada Senin (28/9/2026) pagi.
Kapolsek Lembang, AKP Bambang Haryono mengatakan pihaknya menerima laporan terkait ditemukannya penghuni kontrakan yang tak bernyawa dari tetangga korban. Personel Polsek Lembang lalu diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Ya betul kami terima informasi ada dua orang meninggal dunia di tempat. Awalnya tetangga yang melaporkan ke kita terkait informasi tersebut," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Selain dua korban yang sudah tak bernyawa itu, ada seorang penghuni lain yang ditemukan namun masih selamat. Korban atas nama Dede Rizki (21) itu kini menjalani perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Kota Bandung.
"Untuk 1 orang lagi ditemukan selamat, sekarang sedang dirawat di RSHS. Namun informasi terbaru yang diterima kondisinya itu kritis," kata Bambang.
Bambang belum bisa memastikan penyebab tewasnya dua orang dan satu kritis di dalam kontrakan tersebut. Namun berdasarkan keterangan dokter, korban kritis diduga mengalami keracunan.
"Untuk sementara penyebabnya masih kita dalami. Untuk akibat dugaan tewasnya itu akibat dari obat atau gas itu masih kita dalami kita tunggu hasil pemeriksaan rumah sakit. Cuma saat itu, memang ada bau gas menyengat di dalam kontrakan, dan kompor masih menyala karena mereka mau berjualan kupat tahu," kata Bambang.
Banjir Terjang Cisarua KBB, 15 Rumah Terendam-1 Lansia Dievakuasi
Rumah seorang warga lanjut usia (lansia) di bantaran Sungai Cijanggel, Kampung Barukai, RT 04/RW 12, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk.
Bagian konstruksi rumah yang ambruk yakni lantai yang menempel ke Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Cijanggel. Bagian lantai yang ambruk karena banjir merembes ke bagian dalam kemudian menutup akses keluar rumah bawah tanah yang berfungsi sebagai kamar pemilik rumah atas nama Sumarni (60).
Saat banjir menerjang pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, Sumarni sedang terbaring di ranjang kamarnya. Ia tak bisa bergerak sama sekali setelah menjalani operasi empedu dua pekan lalu.
Air merembes dari depan dan belakang rumah. Seketika anak Sumarni, yakni Husein (41), langsung meminta pertolongan untuk mengevakuasi orangtuanya mengingat akses yang sulit ditembus karena material rumah ambruk.
"Jadi kejadian itu sekitar jam 7 malam, hujan deras dulu. Tiba-tiba air rembes, lantai atas langsung ambruk. Nah aksesnya menutup jalan, sementara ibu saya enggak bisa jalan karena habis operasi. Jadi saya minta tolong petugas," kata Husein saat ditemui, Senin (28/9/2026).
Setelah berhasil dievakuasi, Sumarni langsung dibawa ke rumah kerabatnya di daerah Lembang. Namun hari ini, Sumarni dijadwalkan menjalani pemeriksaan kondisi di RS Dustira.
"Ibu baru selesai operasi dua minggu lalu dan hari ini harus kontrol lagi ke RS Dustira. Jadi tadi malam dibawa dulu ke rumah saudara di Lembang, sekarang dibawa ke rumah sakit," kata Husein.
Kepala Desa Jambudipa, Cece Suryadi mengatakan banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga sempat melumpuhkan akses jalan Cisarua-Lembang setelah hujan deras beberapa jam.
"Alhamdulillah semalam hujan, setelah 3 bulan enggak hujan sama sekali. Cuma kita berduka karena hujan ini memicu banjir, yang parah kerusakannya ada 3 rumah terdampak. Kalau yang kebanjiran saja itu sekitar 15 rumah," kata Cece.
Menurut Cece, banjir di Kampung Barukai selain curah hujan yang tinggi, juga terjadi karena adanya tumpukan sampah dan penyempitan saluran air. Ada 400 meter saluran air yang mengalami penyempitan sehingga kapasitas alirannya tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras.
"Untuk mengatasi banjir perlu ada revitalisasi saluran air. Itu kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jadi kita harap ada perbaikan," kata Cece.
Kolam Ikan Jadi Tumpuan Warga Ciamis di Tengah Kekeringan
Sejumlah ember berisi pakaian tampak berjajar di pinggir sebuah kolam ikan di Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Sejumlah warga datang bergantian membawa pakaian kotor untuk dicuci.
Mereka memilih kolam ikan untuk mencuci pakaian karena kemarau yang masih berlangsung hingga akhir September 2026 membuat air sumur warga semakin sulit menghasilkan air.
Debit air yang keluar dari sumur semakin kecil. Untuk mendapatkan air yang cukup untuk minum dan mandi saja, warga harus menunggu air kembali menggenang di dalam sumur.
Kondisi itu membuat air sumur diprioritaskan untuk kebutuhan yang dianggap paling penting. Sementara untuk mencuci pakaian, warga mencari sumber air lain.
Kolam ikan yang berada tidak jauh dari Bendung Leuwi Benteng, di sekitar aliran Sungai Cipalih, menjadi salah satu tempat yang dimanfaatkan warga. Di lokasi tersebut, warga mencuci pakaian secara bergantian. Ketika satu orang selesai, warga lain yang sudah menunggu langsung mengambil tempat.
Tak hanya warga yang tinggal di sekitar kolam. Beberapa warga dari permukiman yang cukup jauh juga datang ke lokasi tersebut. Sebagian berjalan kaki, sementara lainnya menggunakan sepeda motor.
Siti, salah seorang warga, mengatakan air sumur di rumahnya kini hanya tersisa sedikit. Karena itu, ia memilih menghemat penggunaannya untuk kebutuhan minum dan mandi.
"Tidak langganan PDAM dan air sumur sedikit, mending dipakai mandi dan minum," ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Menurut Siti, kondisi kemarau tahun ini terasa lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada kemarau tahun lalu ia masih bisa mencuci pakaian di rumah, kini air sumur tidak lagi mencukupi.
"Kemarau sekarang lebih parah. Tahun lalu saya nyuci baju di rumah, air sumur cukup banyak meski kemarau," ungkapnya.
Kondisi serupa dialami Ine. Rumahnya berada cukup jauh dari kolam ikan tersebut. Namun, keterbatasan air membuatnya tetap datang ke lokasi untuk mencuci pakaian. Sesampainya di kolam, Ine tak selalu bisa langsung mencuci. Ia harus menunggu karena tempat mencuci terbatas dan sudah digunakan warga lain.
"Harus antre, tempatnya tidak cukup. Saya dua hari sekali mencuci pakaian di kolam. Kalau setiap hari nyuci, capek ke lokasinya," kata Ine.
Hal itu juga dirasakan Ato, warga Cimandala. Jarak rumahnya dengan kolam ikan cukup jauh. Ia mengatakan sumur di rumahnya sudah kering, sementara sejumlah sumur milik tetangga juga mengalami kondisi serupa.
"Lumayan jauh sih dari rumah. Kebetulan kolam ikan ini masih milik kerabat, jadi saya ikut mencuci dan mandi di sini. Air kolam ikan cukup bagus, ini persis di sisi irigasi Sungai Cipalih," ujarnya.
Simak Video "Video: 3 Penusuk Sopir Truk di SPBU Palembang Ditangkap, 1 Orang Masih DPO"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
