Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin, 23 Februari 2026 dari mulai YouTuber Resbob penghina Viking dan Suku Sunda didakwa hukuman empat tahun penjara hingga ular piton masuk ke permukiman warga di Kabupaten Kuninga.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Resbob Didakwa 4 Tahun Penjara
YouTuber Adimas Firdaus Putra Nasihan alias Resbob menjalani sidang perdana kasus penghinaan terhadap Suku Sunda di Pengadilan Negeri (PN) Bandung hari ini. Resbob yang sebelumnya di masukan ke sel sementara digiring petugas PN Kota Bandung ke Ruang Sodang II Wirjono Prodjodikoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada perkataan sedikitpun dari Resbob saat ditanya kabar oleh awak media. Beda dengan kedatangan, saat hendak memasuki ruang sidang, Resbob menggunakan masker.
Saat memasuki ruang sidang, Resbob langsung membuka rompi merah dan maskernya langsung duduk di kursi terdakwa.
Sebelum sidang dimulai, Resbob ditanya kabar oleh hakim.
"Anda sehat?" kata hakim.
"Sehat," ucap Resbob.
Setelah ditanya kabar, hakim pun memeriksa berkas identitas milik Resbob melalui kuasa hukumnya.
Dalam dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Resbob diketahui merupakan pendukung klub sepak bola Persija Jakarta melakukan penghinaan terhadap Viking dan Suku Sunda.
Jaksa menilai ucapan tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 243 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 243 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukumannya yaitu empat tahun kurungan penjara.
Usai JPU membacakan dakwaan, hakim langsung bertanya kepada Resbob apakah dia mengerti dengan isi dakwaan yang dibacakan JPU.
"Mengerti dengan dakwaan tersebut?" tanya Hakim.
"Mengerti," ucap Resbob.
Hakim mempersilakan Resbob untuk menghampiri kuasa hukumnya.
"Sekarang Anda silahkan berdiskusi dulu dengan kuasa hukum," ucap Hakim.
Setelah berdiskusi, Resbob akan melakukan perlawanan terkait dakwaan ini. Namun yang mengatakan hal itu diwakili oleh kuasa hukumnya.
"Kami akan melakukan perlawanan," usai kuasa hukum Resbob.
Karena melakukan perlawanan dan itu merupakan hak Resbob. Sidang ditunda sepekan ke depan.
"Sidang ditunda, dibuka lagi Senin 2 Maret," ucap hakim sembari mengetuk palu.
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Beri Air Panas Kepada NS
Kuasa hukum TR, tersangka dalam kasus kematian NS (13) di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, membantah seluruh tuduhan kekerasan yang diarahkan kepada kliennya.
Mereka menegaskan narasi penyiksaan, termasuk paksaan meminum air panas yang viral di media sosial, tidak pernah terjadi dan merupakan tuduhan tidak berdasar.
Penasihat hukum TR, Moh Buchori, menjelaskan bahwa saat ini kliennya masih menjalani proses pemeriksaan intensif di tingkat penyidikan.
Dalam proses tersebut, TR secara konsisten membantah keterlibatannya dalam peristiwa yang merenggut nyawa anak tirinya tersebut.
Buchori justru mensinyalir kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.
"Status klien kami TR sampai hari ini itu masih dalam tahap penyidikan dari pihak kepolisian. Yang ditanyakan pihak kepolisian kepada klien itu terkait tentang masalah peristiwa terjadinya tindak pidana yang dilakukan. Dan hal itu klien kami membantah dengan adanya peristiwa hal tersebut. Dan diduga hal itu tidak dilakukan oleh klien kami, dan itu ada dilakukan oleh orang-orang yang lain," kata Buchori kepada detikJabar di Mapolres Sukabumi hari ini.
Buchori juga menanggapi tekanan publik dan opini warganet yang cenderung menyudutkan kliennya sejak kasus ini mencuat.
Menurut dia, NS selama ini dibesarkan dalam pengawasan bersama antara kliennya dan ayah kandung korban.
Keduanya tinggal dalam satu atap sehingga segala dinamika di dalam rumah tangga seharusnya diketahui oleh kedua belah pihak.
"Untuk tanggapan hal seperti itu, bahwasanya tuduhan yang dilakukan oleh warganet itu, itu tidak benar. Bahwasanya faktanya Ibu TR ini dan ayah korban ini hidup bersama-sama dan mengetahui kehidupan yang terjadi, dan hal itu diasuh bersama-sama korban itu. Seperti itu," tuturnya.
Terkait detail kekerasan yang menjadi perbincangan luas, Buchori memberikan bantahan spesifik mengenai isu penyiraman air panas.
Ia menyatakan hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut, selain keberadaan luka fisik yang penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik mendalam.
"Nah, untuk terkait masalah hal itu, itu tidak pernah terjadi yang dilakukan oleh klien kami, TR itu. Tidak pernah melakukan tindakan kekerasan hal apa pun, dan di mana yang beredar juga pun itu terjadinya penyiraman dan dipaksakan untuk minum air panas itu, itu tidak pernah dilakukan. (Bukti) Tidak ada. Masih belum ada. Namun terkait hal ini itu hanya bukti terkait masalah adanya luka saja," jelas Buchori.
Meski demikian, pihak kuasa hukum mengakui bahwa TR sempat memiliki riwayat pelaporan terkait dugaan kekerasan terhadap korban di masa lampau.
Namun, Buchori menekankan bahwa perkara tersebut telah dinyatakan selesai melalui jalur perdamaian setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan.
"Untuk terkait hal itu pernah ada, namun peristiwa itu itu sudah diselesaikan gitu. Karena adanya miskomunikasi dengan adanya peristiwa yang sebelumnya laporan itu. Seperti itu. Dan itu pun sudah adanya surat pernyataan yang di mana surat pernyataan itu perdamaian," pungkasnya.
Gempa Bumi Purwakarta Terasa Hingga Bandung Barat
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,6 mengguncang Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pagi tadi.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M 2,6. Episenter gempa terletak pada koordinat 6.7 LS dan 107.34 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km arah barat daya Kabupaten Purwakarta dengan kedalaman 12 km.
"Jenis dan mekanisme gempa bumi, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat," kata Kepala BMKG Wilayah II Tangerang Selatan Dr Hartanto dalam keterangan resmi.
Hartanto mengungkapkan, dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat dirasakan di wilayah Cirata, Kabupaten Purwakarta, hingga Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, dengan Skala Intensitas II MMI.
"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ungkapnya.
Hartanto menambahkan, hingga pukul 06.53 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," pungkasnya.
Banjir-Longsor Terjang Ciamis
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (21-22/2), memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Sejumlah rumah warga terdampak, bahkan akses jalan antar kecamatan terpaksa ditutup sementara akibat tertutup material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan berdasarkan data sementara terdapat beberapa titik kejadian bencana yang tersebar di beberapa wilayah.
"Akibat hujan dengan intensitas tinggi, terjadi banjir dan longsor di sejumlah titik. Personel Pusdalops sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan," ujar Ani hari ini.
Salah satu kejadian longsor terjadi di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Minggu (22/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Tebing di bahu jalan kabupaten ambrol akibat tingginya curah hujan serta tidak adanya drainase di sisi jalan. Longsoran sepanjang kurang lebih 22 meter dengan tinggi sekitar 12 meter itu menimpa selokan dan area persawahan, serta mengancam badan jalan penghubung Desa Saguling-Sukamulya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Garis pembatas telah dipasang di lokasi dan penanganan lanjutan direncanakan melalui pembangunan tembok penahan tanah.
Banjir melanda Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Minggu (22/2) sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan meluap diduga karena kapasitas drainase tidak memadai. Sebanyak 29 rumah terdampak, masing-masing 21 rumah di Dusun Nambo dan 8 rumah di Dusun Pondok Hunyur. Dua kepala keluarga dengan enam jiwa sempat mengungsi.
"Kondisi air sudah surut. Kami sudah menyalurkan bantuan makanan dan melakukan penyedotan air," ungkap Ani.
Masih di Kecamatan Lakbok, banjir juga terjadi di Dusun Kiarapayung RT 025/RW 008, Desa Puloerang. Meluapnya Sungai Cikubanglanggir yang tersumbat sampah menyebabkan 10 rumah sempat terendam dengan ketinggian air sekitar 45 sentimeter. Tidak ada korban jiwa dan air dilaporkan surut pada Minggu dini hari.
Sementara itu, longsor di Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas, Sabtu (21/2) sore, menutup ruas Jalan Kecamatan Cimaragas-Cidolog sepanjang kurang lebih 150 meter. Tebing setinggi sekitar 150 meter dan lebar 20 meter ambrol hingga menutup badan jalan.
Akses jalan antar kecamatan tersebut untuk sementara ditutup dan arus lalu lintas dialihkan. Bahkan pada Minggu (22/2), di titik tak jauh dari lokasi longsor, badan jalan kembali ambles sehingga penutupan dilakukan total demi keamanan pengguna jalan.
Longsor juga terjadi di Dusun Cikadongdong, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Minggu (22/2). Tanah di pinggir jalan desa ambrol sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi tebing sekitar 30 meter.
"Dua rumah warga terancam terdampak dan akses jalan ditutup sementara untuk kendaraan roda empat," ungkapnya.
Selain itu, tebing setinggi sekitar 7 meter di Dusun Desa, Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, longsor pada Minggu sore. Material tanah sempat menutup akses jalan antar-RT dan berdampak pada satu bangunan madrasah. Warga bersama pemerintah desa melakukan kerja bakti membersihkan material longsor agar akses kembali normal.
"Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras," pungkasnya.
Ular Piton Gegerkan Warga Kuningan saat Sahur
Sunyi senyap suasana sahur di Desa Luragung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, mendadak pecah oleh kegaduhan dari arah belakang rumah Ajis (48) dini hari tadi, sekitar pukul 03.00 WIB, Ajis yang tengah bersiap menyantap sahur dikejutkan oleh suara riuh ayam-ayamnya yang terdengar tidak wajar.
Didorong rasa penasaran sekaligus waswas, Ajis melangkah menuju kandang. Namun, kantuknya seketika sirna saat sorot lampunya menangkap pemandangan mengerikan, seekor ular piton raksasa sepanjang 4 meter tengah melata di antara ternaknya. Panik melihat predator sebesar itu berada di dekat huniannya, Ajis segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan.
"Awalnya Pak Ajis mendengar bunyi ayamnya ramai di kandang. Pas dilihat ternyata ada ular piton sedang makan ayam di kandang. Karena panik dan takut Ajis segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan," tutur Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma hari ini.
Tak butuh waktu lama, empat personel Damkar Kuningan tiba di lokasi. Namun, proses evakuasi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sang predator terjebak di dalam struktur kandang yang sempit dan dipenuhi barang-barang bekas yang berantakan.
Dalam rekaman video evakuasi, suasana tampak mencekam. Petugas harus merayap masuk ke celah sempit yang gelap, hanya bermodalkan senter dan alat penjepit ular. Ruang gerak yang terbatas membuat petugas harus ekstra hati-hati agar tidak terkena serangan balik dari ular yang merasa terpojok tersebut.
Setelah berjibaku selama 30 menit dalam peluh dan debu kandang, ular piton tersebut akhirnya berhasil ditarik keluar. Meski predator ini belum sempat berpesta pora, satu ekor ayam milik Ajis ditemukan mati dengan luka gigitan.
"Kesulitannya karena area kandang berantakan. Dan juga ular berada di bawah kandang yang sangat sempit. Asal ular diperkirakan dari area sawah yang berada di sekitar kandang. Jenisnya piton dengan panjang 4 meter. Saat di evakuasi sama damkar, ular belum sempat menelan ternak. Namun ada 1 ekor yang sudah mati diduga karena digigit tapi nggak sempat ketelan," tutur Arga.
Ular yang diduga berasal dari area persawahan di sekitar pemukiman tersebut kini telah diamankan ke markas Damkar. Arga pun mengimbau agar warga Kuningan tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal berdekatan dengan habitat alami ular.
Masyarakat diminta untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba menangkap ular berukuran besar secara mandiri. Jika ancaman serupa muncul, segera hubungi pihak berwenang demi keselamatan nyawa dan lingkungan.











































