Rencana pembongkaran Teras Cihampelas mulai mengerucut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan tahap awal pembongkaran dengan melelang pekerjaan pembongkaran struktur besi bangunan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan proses pembongkaran belum bisa langsung dilakukan karena pemerintah masih harus menyelesaikan tahapan appraisal dan lelang.
"Tahap pertama itu pembongkaran besinya dulu. Dan itu harus dilelang dulu kan. Jadi lelang terhadap yang mau bongkar, gitu kan. Nanti kan nilai pekerjaannya berapa, kemudian nanti dia membongkar," kata Dedi saat diwawancarai di Bandung, Kamis (24/9/2026).
Selain menghitung biaya pekerjaan, pemerintah juga harus menghitung nilai ekonomis dari material hasil pembongkaran. Untuk bagian tersebut, Dedi menyebut perhitungan dilakukan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar.
"Itu kemudian ada nilai barang yang bersifat ekonomis, besi nilainya berapa, itu DBMPR yang sudah tahu hitung-hitungannya. Dan setelah itu nanti kami akan lakukan penataan total di 2027," ungkapnya.
Dedi sebelumnya berharap pembongkaran Teras Cihampelas bisa dilakukan pada Oktober. Namun, target tersebut berpotensi bergeser karena proses lelang baru diperkirakan dimulai pada bulan yang sama.
"Kalau saya ngomong kan terakhir pengennya Oktober, tetapi saya lihat lelangnya akan baru mulai di Oktober. Karena kemarin kan harus appraisal dulu penghitungan," ujarnya.
Meski demikian, Dedi berharap pekerjaan pembongkaran dapat berlangsung cepat setelah pemenang lelang ditetapkan. "Ya mudah-mudahanlah paling telat dari yang ditargetkan, satu bulan sudah selesai," terangnya.
Proses pembongkaran Teras Cihampelas juga berpotensi berdampak terhadap aktivitas di Jalan Cihampelas. Namun, Dedi belum memastikan apakah ruas jalan tersebut akan ditutup selama pekerjaan berlangsung.
"Ya nanti kami tanya pada pihak yang mampu membongkarnya harus bagaimana teknisnya," tutup Dedi.
(bba/orb)