Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons sorotan media Inggris, Financial Times (FT), yang mengulas popularitasnya hingga kemunculannya dalam pembicaraan politik menuju Pilpres 2029.
Laporan berjudul "Is this Indonesia's next president?" itu terbit pada 21 September 2026. FT menyoroti aktivitas Dedi di media sosial yang membuat interaksinya dengan masyarakat Jawa Barat semakin terlihat luas.
Menanggapi sorotan tersebut, Dedi memilih tidak membahas jauh soal peta politik nasional. Ia justru menekankan masih banyak kekurangan dalam menjalankan pemerintahan Jawa Barat.
"Saya mengucapkan terima kasih pada siapapun yang mengapresiasi saya itu. Tetapi, saya hari ini kan pasti banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Terus kemudian kita akan terus memberikan yang terbaik layanan bagi masyarakat Jawa Barat," kata Dedi saat diwawancarai di Bandung, Kamis (24/9/2026).
Dedi mengatakan masyarakat Jawa Barat kini semakin kritis. Kondisi itu, menurutnya, membuat interaksi antara kepala daerah dengan warga berlangsung lebih langsung, termasuk melalui media sosial.
"Karena kan masyarakat Jawa Barat ini sekarang itu sudah tumbuh menjadi masyarakat yang kritis. Interaksinya langsung dengan kepala daerah," ucapnya.
Ia mencontohkan bagaimana aduan warga bisa langsung masuk dan mendapat respons pemerintah. Misalnya mengenai warga di Kota Tasik yang membutuhkan biaya pengobatan.
"Saya misalnya hari ini ada warga yang ngadu mungkin di Kota Tasik, perlu uang Rp19 juta untuk bayar obat virus mata yang tidak tercover BPJS kan bisa bereaksi 'kok pemerintah tidak adil'. Saya langsung respons, langsung selesaikan," jelasnya.
Bagi Dedi, pola komunikasi melalui media sosial tersebut membuat dirinya bisa mengikuti berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat secara langsung.
"Jadi memang pola interaksi langsung pemimpin dengan masyarakat melalui media sosial hari ini memang di Jawa Barat sudah berjalan. Jadi saya setiap hari melihat apa sih yang terjadi perkembangan di lingkungan," ungkap Dedi.
FT dalam laporannya menyoroti bagaimana aktivitas media sosial Dedi turut membangun kedekatan dengan masyarakat dan memperluas pengenalannya di luar Jawa Barat. Laporan tersebut juga membahas kemunculan namanya dalam pembicaraan menuju Pilpres 2029.
"Ya kita ngucapin terima kasih pada yang mengapresiasi saya. Saya juga bukan hanya yang mengapresiasi, yang mengkritik saya tiap hari juga saya ngucapin terima kasih," pungkasnya.
(bba/sud)