Logo HUT Kota Bandung ke-216 2026, Ini Makna dan Filosofinya

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Rabu, 23 Sep 2026 12:34 WIB
Foto: Istimewa
Bandung -

Menjelang Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 yang akan diperingati pada 25 September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkenalkan identitas visual baru dengan mengusung tema "Solidarity in Harmony".

Logo HJKB ke-216 tidak hanya menjadi penanda peringatan hari jadi. Di balik bentuk dan susunan elemen visualnya, terdapat gagasan mengenai keberagaman, kebersamaan, serta hubungan antarelemen yang berbeda dalam membentuk satu kesatuan.

Disbudpar Kota Bandung dalam unggahan di akun Instagram @halobandung dan @disbudpar.bdg menyebutkan, logo HJKB ke-216 berangkat dari sejumlah bentuk atau modul yang bergerak menuju satu ruang bersama.

Setiap modul memiliki arah yang berbeda. Namun, ketika ditempatkan dalam satu komposisi, elemen-elemen tersebut dapat membentuk kesatuan tanpa harus kehilangan karakter masing-masing.

Susunan tersebut menghasilkan tampilan yang tidak kaku. Ada bagian yang mengarah ke pusat dan membentuk titik temu visual, serta ada yang bergerak ke arah luar.

Pendekatan visual ini dibuat dengan karakter yang terbuka dan dinamis. Susunannya memberikan kesan bahwa elemen di dalamnya dapat terus bergerak dan berkembang.

Konsep tersebut menjadi cara untuk menerjemahkan tema "Solidarity in Harmony" ke dalam bentuk visual, di mana kesatuan tidak dibangun dengan membuat seluruh elemen memiliki bentuk yang sama, tetapi melalui hubungan antara elemen-elemen yang berbeda.

Filosofi Logo HUT Kota Bandung ke-216

Filosofi yang dibawa melalui logo HJKB ke-216 berkaitan dengan gagasan bahwa kesatuan tidak harus dibangun melalui keseragaman.

Pertemuan berbagai modul tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran masyarakat dengan latar belakang dan arah yang beragam. Setiap elemen dapat memiliki karakter sendiri, tetapi tetap mempunyai hubungan dengan elemen lainnya.

Sementara itu, arah elemen yang bergerak keluar memberikan kesan bahwa komposisi tersebut masih dapat berkembang. Hal ini memperkuat gambaran mengenai Kota Bandung yang terus bergerak dan mengalami perkembangan.

Logo tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bentuk visual, susunan elemen di dalamnya turut membawa gagasan mengenai keberagaman yang dapat bertemu dalam satu ruang bersama.

Konsep ini berkaitan dengan kondisi masyarakat Kota Bandung. Warga, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, seniman, dan berbagai kelompok lainnya dapat memiliki aktivitas serta karakter yang berbeda.

Namun, perbedaan tersebut tidak menghalangi berbagai elemen untuk saling terhubung. Ketika terdapat hubungan dan ruang untuk berkolaborasi, berbagai unsur yang berbeda dapat menjadi bagian dari satu kesatuan.

Gagasan tersebut sejalan dengan tema "Solidarity in Harmony". Solidaritas menggambarkan hubungan dan kebersamaan, sedangkan harmoni menunjukkan bagaimana berbagai perbedaan dapat berjalan berdampingan.

Selain itu, identitas visual HJKB ke-216 juga memiliki logotype berupa angka 216, bdg, dan Solidarity in Harmony.

Angka 216 menjadi penanda usia Kota Bandung pada peringatan HJKB tahun ini dan menjadi identitas visual yang memiliki karakter selaras dengan logomark.

Elemen lain yang terdapat dalam struktur identitas visual adalah tulisan "bdg", singkatan penanda Kota Bandung.

Keduanya kemudian ditempatkan bersama tagline "Solidarity in Harmony" yang menjelaskan gagasan yang dibawa dalam peringatan HJKB ke-216.

Konsep 'Solidarity' dapat dilihat melalui hubungan antara modul-modul yang berbeda tetapi tetap berada dalam satu komposisi. Sementara itu, 'Harmony' tercermin dari bagaimana perbedaan tersebut tidak perlu dihilangkan untuk menciptakan kesatuan.

Ketiga unsur tersebut membentuk struktur identitas yang sederhana dan membuat identitas visual tidak bergantung pada satu simbol tertentu. Maknanya justru terbentuk dari bagaimana setiap elemen menjalankan fungsinya dan kemudian saling melengkapi.

Dengan pendekatan ini, logo menggambarkan masyarakat yang dapat bergerak dari arah berbeda, kemudian bertemu dan membentuk hubungan dalam satu ruang bersama.

Pemkot Bandung juga menjelaskan bahwa identitas HJKB ke-216 merepresentasikan keberagaman, pertemuan, kolaborasi, dan kreativitas masyarakat.

Logo HUT ke-216 dan Perkembangan Identitas Kota Bandung

Identitas visual HJKB ke-216 juga memiliki kesinambungan dengan identitas visual pada peringatan HJKB sebelumnya.

Disbudpar Kota Bandung menjelaskan kesinambungan tersebut menunjukkan bahwa identitas Kota Bandung terus berkembang dari waktu ke waktu. Setiap peringatan hari jadi dapat membawa pendekatan visual yang berbeda, tetapi tetap berada dalam rangkaian perjalanan identitas kota.

Hal tersebut juga sesuai dengan karakter visual HJKB ke-216 yang terbuka dan bergerak. Elemen-elemen yang membentuk logo memberikan ruang bagi perkembangan dan kemungkinan susunan baru.

Identitas tersebut menggambarkan Bandung sebagai kota yang tidak berhenti pada satu bentuk. Kota terus mengalami perubahan melalui masyarakat, komunitas, kreativitas, serta berbagai aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kesatuan tidak harus dibentuk dengan membuat semua elemen menjadi sama. Perbedaan tetap dapat dipertahankan, sementara hubungan antarelemen membuatnya menjadi bagian dari satu kesatuan.

Melalui identitas visual HJKB ke-216, Bandung digambarkan sebagai kota yang memiliki banyak unsur dengan karakter dan arah yang beragam, tetapi tetap dapat saling terhubung dan berkembang bersama.



Simak Video "Melanjutkan Visi Habibie, IIFTIHAR Dorong Inovasi Dunia Muslim"

(tya/tya)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork