Rabu (23/9/2026) pagi, menjadi hari yang istimewa bagi 15 pasangan suami-istri di Kota Bandung. Mereka telah melangsungkan pernikahan massal secara gratis yang difasilitas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP).
Digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP), Kota Bandung, ke-10 pasangan itu secara bergiliran maju untuk membacakan ijab kabul. Sementara 5 pasangan lainnya yang beridentitas nonmuslim, langsung diberi buku pernikahan dan identitas kependudukan yang telah diperbaharui.
Acara nikah massal secara gratis ini digagas sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan datang langsung, sekaligus menjadi saksi dari 10 pasangan suami-istri yang sudah melaksanakan pernikahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, kebahagiaan ke-15 pasangan ini makin lengkap dengan kejutan yang telah disiapkan. Pemkot Bandung memberi hadiah berupa voucher menginap di hotel, sekaligus sebagai kado bulan madu.
Setelah akad nikah selesai, ke-15 pasangan suami-istri baru itu kemudian diajak berkeliling naik Bandros. Begitu kembali ke pelaminan, kejutan lain pun disiapkan dengan penampilan Vocalis Pas Band, Yuki, yang turut menghibur para pengantin.
"Jadi mereka mendapatkan kartu keluarga, KTP baru dengan status perkawinan kawin, dan buku nikahnya," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
"Dan ada hadiah bulan madu dari teman-teman Kadin dan juga dari Persatuan Riung Priangan, para GM hotel berbintang di Kota Bandung," tambahnya.
Di momen itu, Farhan sekaligus mendorong anak-anak muda agar tidak memaksakan menggelar pesta pernikahan dengan biaya yang besar. Pernikahan itu kata Farhan bisa dilaksanakan di KUA, dan setiap pasangan akan mendapat langsung dokumen kependudukan terbaru sebagai kemudahan.
"Pada dasarnya kami ingin mendorong semua orang melakukan akad nikah dengan sederhana, di hari kerja di KUA. Karena itu sudah pasti gratis dan insyaallah akan dimudahkan untuk mendapatkan KTP status baru dan juga kartu keluarga baru untuk yang baru menikah," ungkapnya.
"Jadi kita dorong ke arah sana. Tapi bukan berarti kemudian melarang atau menghalangi untuk yang mau nikah di akhir pekan. Hak itu mah. Yang penting nikah, jangan sampai nggak nikah," pungkasnya.
Simak Video "Video: Kemeriahan Pernikahan Massal di Tengah Puing-puing Bangunan di Gaza"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
