Si jago merah mengamuk di Karawang selama periode El Nino. Ratusan peristiwa kebakaran tercatat sepanjang Januari hingga September 2026.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Karawang, Encep Supriadi, menuturkan bahwa tercatat sebanyak 417 kebakaran yang terjadi sejak 1 Januari hingga 16 September 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan mendominasi dengan total 187 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan data Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Karawang, tren kebakaran lahan melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Pada Agustus saja tercatat 62 kejadian, sementara hingga pertengahan September, sudah menyentuh 60 kasus," kata Encep saat dikonfirmasi detikJabar, Selasa (22/9/2026).
Encep menjelaskan, kebakaran lahan umumnya terjadi di area terbuka yang dipenuhi material kering sehingga mudah terbakar. "Dominasi kejadian kebakaran lahan, biasanya lahan terbuka dengan rerumputan dan material kering, seperti di fasos atau fasum yang belum dimanfaatkan atau biasanya jadi tempat pembuangan sampah," kata dia.
Selain lahan, pihaknya mencatat 59 kasus kebakaran rumah atau kontrakan. Kemudian, kebakaran sampah atau tempat pengolahan limbah sebanyak 58 kejadian, serta kebakaran ruko atau kios sebanyak 36 kejadian.
"Selain kebakaran hunian atau rumah tadi, ada juga kebakaran panel atau jaringan listrik tercatat sebanyak 21 kejadian, dan bangunan gedung atau gudang 18 kejadian, serta kebakaran kendaraan sebanyak 16 kejadian," paparnya.
Sebagai daerah industri, Encep juga mengungkap terdapat 10 kejadian kebakaran industri atau pabrik, serta kebakaran lainnya yang dipicu kompor atau tabung gas sebanyak 12 kejadian.
"Kalau dihitung rata-rata setiap bulan intensitas kebakaran trennya meningkat, misalnya 17 kasus pada Januari, 29 kasus pada Februari, 18 kasus pada Maret, 26 kasus pada April, 15 kasus pada Mei, 45 kasus pada Juni, 75 kasus pada Juli, 103 kasus pada Agustus, dan 89 kasus hingga pertengahan September ini," ungkap Encep.
Infografis kebakaran di Karawang. (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT) |
Encep menambahkan, cuaca panas ekstrem selama El Nino menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran. "Sekarang ini musim kemarau dengan cuaca panas yang ekstrem, jadi pemicu utama penyebab kebakaran," ujar dia.
Aktivitas manusia juga menjadi faktor krusial penyebab kebakaran, baik akibat kelalaian maupun ketidaksengajaan.
"Kelalaian manusia juga menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran. Misalnya akibat membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, bisa kelalaian atau ketidaksengajaan," imbuhnya.
Encep mengimbau masyarakat agar lebih waspada selama El Nino dan disarankan agar menghentikan aktivitas yang berkaitan dengan api.
"Saya imbau masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di lahan terbuka, misalnya membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok sembarangan, tolong kelistrikan di rumah juga dicek secara berkala," pungkasnya.
(orb/orb)

