5 Teh yang Bisa Bantu Redakan Kembung dan Jaga Pencernaan

5 Teh yang Bisa Bantu Redakan Kembung dan Jaga Pencernaan

detikFood - detikJabar
Minggu, 20 Sep 2026 06:00 WIB
Flavored kombucha tea bottles in the kitchen with ingredients on wooden table. Raspberry, blueberry and mint flavored fermented drinks.
Kombucha. (Foto: Getty Images/alvarez)
Bandung -

Perut terasa penuh, begah, atau kembung setelah makan terlalu banyak? Kondisi tersebut bisa membuat aktivitas terganggu karena muncul rasa tidak nyaman, mual, hingga kram.

Selain mengatur pola makan, pilihan minuman juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan pencernaan. Teh menjadi salah satu minuman yang sejak lama dikonsumsi sebagai pendamping setelah makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, setiap jenis teh memiliki kandungan dan karakteristik yang berbeda. Dilansir dari Verywell Health, (27/5/2026), beberapa jenis teh mengandung senyawa yang berpotensi membantu meredakan sejumlah keluhan pada sistem pencernaan.

Berikut lima jenis teh yang dapat membantu menjaga dan memulihkan kenyamanan pencernaan.

ADVERTISEMENT

1. Teh Jahe

Teh jahe menjadi salah satu pilihan untuk membantu menenangkan perut. Minuman ini dapat dibuat menggunakan irisan jahe segar atau kantong teh siap seduh.

Jahe mengandung senyawa antioksidan yang memiliki sifat antiperadangan. Kandungan tersebut berpotensi membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

Teh jahe juga kerap dikaitkan dengan sejumlah keluhan pencernaan, seperti mual, kembung, dan kram. Minuman ini juga disebut dapat membantu mengurangi produksi asam lambung serta alirannya kembali ke kerongkongan.

Teh peppermint dapat digunakan untuk mengatasi perut yang buncit.Teh peppermint dapat digunakan untuk mengatasi perut yang buncit. Foto: Getty Images/iStockphoto

2. Teh Peppermint

Teh peppermint menawarkan sensasi menyegarkan dan kerap dikonsumsi untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut. Kandungan alaminya dapat membantu membuat otot saluran pencernaan lebih rileks.

Efek tersebut berpotensi mengurangi rasa kembung dan beberapa gangguan pencernaan. Peppermint juga banyak diteliti sebagai pendamping untuk meredakan keluhan yang berkaitan dengan sindrom iritasi usus.

Secangkir teh peppermint dapat menjadi pilihan minuman hangat pada pagi hari atau setelah makan. Meski begitu, orang dengan kondisi tertentu tetap perlu memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

KombuchaKombucha Foto: iStock

3. Kombucha

Kombucha memiliki karakteristik berbeda dari teh herbal karena pembuatannya melalui proses fermentasi. Minuman ini umumnya disajikan dingin dengan rasa asam dan sedikit sensasi berkarbonasi.

Proses fermentasi membuat kombucha mengandung kultur hidup yang dikenal sebagai probiotik. Bakteri baik tersebut dapat mendukung keseimbangan mikrobioma di dalam saluran pencernaan.

Probiotik juga berperan dalam membantu proses pemecahan makanan dan penyerapan nutrisi. Jika ingin mengonsumsi kombucha, pilih produk dengan kandungan gula tambahan yang rendah agar asupan gula tetap terkendali.

4. Teh Kunyit

Kunyit dikenal sebagai rempah yang kaya akan kurkumin. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan yang banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.

Teh kunyit disebut dapat membantu menjaga fungsi saluran pencernaan. Salah satu penelitian juga menemukan bahwa kurkumin berpotensi membantu meredakan keluhan seperti gas dan kembung.

Sifat antiperadangan kurkumin juga membuat kunyit banyak dikaitkan dengan keluhan pada sindrom iritasi usus besar dan radang usus. Meski demikian, teh kunyit tidak dapat menggantikan pengobatan untuk penyakit pencernaan.

Teh Hitam. Secangkir teh hitam mengandung sekitar 47 mg kafein. Teh hitam dengan kafein yang tidak terlalu tinggi ini bisa jadi alternatif. Namun, tak semua teh mengandung kafein, contohnya teh herbal.Teh Hitam. Secangkir teh hitam mengandung sekitar 47 mg kafein. Teh hitam dengan kafein yang tidak terlalu tinggi ini bisa jadi alternatif. Namun, tak semua teh mengandung kafein, contohnya teh herbal. Foto: Getty Images/Esin Deniz

5. Teh Hitam dan Dandelion

Teh hitam melalui proses fermentasi yang lebih panjang dibandingkan beberapa jenis teh lainnya. Proses tersebut membuat teh hitam kaya flavonoid yang berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh hitam dapat memberikan dampak positif terhadap mikrobioma usus. Kandungannya juga dikaitkan dengan pengurangan peradangan pada saluran pencernaan.

Sementara itu, teh akar dandelion mengandung inulin, yaitu serat prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Kandungan tersebut juga dapat membantu meredakan keluhan pencernaan seperti kembung dan gas.

Lima jenis teh tersebut menawarkan kandungan yang berbeda untuk mendukung kesehatan pencernaan. Teh jahe dan peppermint, misalnya, kerap dikaitkan dengan keluhan seperti mual dan kembung, sedangkan kombucha mengandung kultur hidup hasil fermentasi.

Teh kunyit mengandalkan kandungan kurkumin, sementara akar dandelion menyediakan inulin sebagai serat prebiotik. Teh hitam juga mengandung flavonoid yang berpotensi mendukung kesehatan mikrobioma usus.

Baca berita selengkapnya di detikFood.

(dfl/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads