Sebuah rumah permanen dua lantai yang juga difungsikan sebagai warung di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, ludes terbakar, Kamis (17/9) pagi. Api diduga berasal dari percikan tungku dapur yang menyambar bensin eceran di warung.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Kampung Cisaat, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah. Rumah berukuran 10x6 meter milik Hani (58) itu hangus bersama warung sembako di dalamnya.
Kapolsek Cipatujah Iptu Agus Sukmana mengatakan, kebakaran bermula saat korban hendak menanak nasi di dapur samping rumah yang terbuat dari kayu dan bambu beratap asbes. Korban kemudian meninggalkan tungku untuk mandi.
"Korban menyalakan api di tungku pakai kayu bakar untuk menanak nasi, kemudian ditinggal ke kamar mandi. Pas kembali api sudah membesar," ujar Agus Sukmana kepada detikjabar, Kamis (17/9/2026).
Dapur tersebut hanya berjarak 1,5 meter dari warung tempat korban berjualan bensin eceran. Percikan api diduga menyambar bensin hingga api langsung membesar dan membakar warung berukuran 4x5 meter.
Di dalam warung terdapat stok sembako, kulkas, dan barang dagangan lainnya yang ikut terbakar.
"Korban berteriak minta tolong. Akhirnya warga bersama anggota Polsek Cipatujah, BPBD, dan pemerintah desa datang. Mereka berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya selama satu jam. Api tidak sampai merembet ke rumah lain," kata Agus.
Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir Rp200 juta. Agus menjelaskan, konstruksi dapur yang semipermanen dan berdekatan dengan bahan mudah terbakar menjadi penyebab api cepat membesar.
"Dugaan sementara percikan dari tungku mengenai tempat penyimpanan bensin eceran sehingga api membakar warung dan merembet ke rumah permanen," tuturnya.
Polsek Cipatujah mengimbau warga yang masih menggunakan tungku kayu agar lebih waspada, terutama jika di rumah menyimpan bahan bakar.
"Jangan tinggalkan tungku dalam keadaan menyala, apalagi dekat dengan bensin atau bahan mudah terbakar lainnya," pungkas Agus.
(sud/sud)