Pemandangan langit malam di kawasan pesisir Palabuhanratu hingga Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendadak jadi sorotan warga, Senin (14/9/2026) malam.
Sebuah fenomena langka memperlihatkan lengkungan bulan sabit tipis berwarna jingga keemasan yang tampak bersanding sangat dekat dengan titik cahaya putih yang bersinar terang benderang.
Pantauan detikJabar dari kawasan perbukitan Palabuhanratu, lanskap langit malam terlihat begitu kontras dan memesona. Nun jauh di atas hamparan lampu kota yang berkelap-kelip, formasi Bulan sabit berdampingan dengan objek bercahaya tersebut menggantung anggun di ufuk barat. Posisinya yang presisi dan tak biasa membuat siapa pun yang mendongak spontan tertegun.
Sejumlah warga di gang-gang permukiman bahkan terpantau sengaja keluar rumah untuk mengarahkan kamera ponsel mereka ke langit demi mengabadikan momen tersebut.
Salah seorang warga pesisir Palabuhanratu, Agus, mengaku sempat tidak menyadari kejanggalan di atas langit sebelum akhirnya ikut terkesima melihat bentuknya yang tampak mencolok.
"Tadi saya enggak engeuh, lihat di atas bentuknya agak besar," tutur Agus.
Rasa heran dan penasaran pun tak bisa ia sembunyikan ketika melihat titik cahaya itu seolah melekat tepat di dekat lengkungan bulan sabit.
"Aneh juga fenomenanya, baru kali ini merhatiin bentuknya begitu jelas," lanjut Agus seraya terus mengamati langit.
Kehebohan serupa juga melanda warga di pedalaman Simpenan. Rian (29), warga Kampung Ciengang, Desa Cihaur, mengaku menyaksikan pemandangan tersebut saat sedang berada di jalan untuk mengantar rekannya berobat.
"Kalau dilihat dari Ciengang posisinya di belakang, arah barat," kata Rian saat dihubungi.
Awalnya, Rian tak mengira ada hal istimewa selain bulan sabit biasa. Namun, rasa penasarannya terjawab saat membuka ponsel dan mendapati grup percakapan warga sudah ramai memperbincangkan fenomena kosmis tersebut.
"Awalnya pas jalan keluar lihat bulan sabit biasa saja. Pas lihat di grup ramai, baru tahu itu fenomena alam. Ini asli dilihat langsung, bukan editan atau buatan AI," ungkapnya.
Informasi dihimpun, secara astronomis, peristiwa memukau ini merupakan fenomena konjungsi, yakni momen saat Bulan dan planet terang seperti Venus atau Jupiter berada pada garis bujur langit yang sejajar sehingga tampak berimpitan intim dari sudut pandang Bumi.
Perlahan tapi pasti, siluet bulan sabit jingga dan titik cahaya itu bergerak turun ke batas cakrawala barat, meninggalkan decak kagum bagi warga Sukabumi yang menyaksikannya.
(sya/sud)