Bulan Juni 2026 akan menjadi periode yang menarik bagi para pecinta astronomi. Sejumlah fenomena langit menghiasi malam sepanjang bulan ini, mulai dari konjungsi Venus dan Jupiter, posisi terbaik Merkurius untuk diamati, hingga kemunculan Strawberry Moon yang terkenal.
Menariknya, sebagian besar fenomena langit Juni 2026 tersebut dapat disaksikan langsung tanpa bantuan teleskop. Cukup dengan mencari lokasi yang minim polusi cahaya dan cuaca yang cerah, masyarakat dapat menikmati berbagai peristiwa astronomi yang langka dan memukau.
Berikut daftar 7 fenomena langit Juni 2026 yang bisa dilihat dengan mata telanjang beserta jadwal dan cara mengamatinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Konjungsi Venus dan Jupiter (8-9 Juni 2026)
Fenomena pertama yang akan menghiasi langit malam Juni 2026 adalah konjungsi Venus dan Jupiter. Kedua planet paling terang di tata surya ini akan tampak berdekatan di langit barat setelah Matahari terbenam.
Puncak fenomena terjadi pada 9 Juni 2026 ketika Venus berada sekitar 1,38 derajat di utara Jupiter. Keduanya akan terlihat sangat terang dan mudah dikenali tanpa alat bantu.
Untuk melihatnya, arahkan pandangan ke langit barat sesaat setelah senja hingga langit mulai gelap.
2. Bulan Baru (15 Juni 2026)
Pada 15 Juni 2026, Bulan memasuki fase Bulan Baru. Dalam fase ini, posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga tidak tampak dari permukaan Bumi.
Meski tidak bisa dilihat secara langsung, fase Bulan Baru menciptakan kondisi langit yang lebih gelap. Situasi ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit lain seperti gugus bintang, nebula, dan galaksi.
3. Merkurius di Elongasi Timur Terbesar (15 Juni 2026)
Masih pada tanggal yang sama, Merkurius mencapai elongasi timur terbesar dengan jarak sudut sekitar 24,5 derajat dari Matahari.
Fenomena ini menjadi kesempatan terbaik untuk melihat Merkurius sepanjang Juni 2026. Planet tersebut akan tampak di langit barat setelah Matahari terbenam dan sering dijuluki sebagai "bintang senja".
Pengamatan sebaiknya dilakukan dari lokasi yang memiliki pandangan luas ke arah barat tanpa terhalang gedung atau pepohonan.
4. Bulan Sabit Dekat Venus, Jupiter, dan Merkurius (16-17 Juni 2026)
Pada 16 hingga 17 Juni 2026, Bulan sabit muda akan tampak berdekatan dengan Venus, Jupiter, dan Merkurius.
Pemandangan ini menjadi salah satu fenomena paling indah bulan Juni karena beberapa objek terang berkumpul di area langit yang sama. Selain itu, bintang Pollux dan Castor dari rasi Gemini juga dapat terlihat di sekitarnya.
Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang, meskipun penggunaan teropong akan membuat tampilannya lebih jelas.
5. Solstis Juni (21 Juni 2026)
Fenomena solstis terjadi ketika Matahari mencapai titik paling utara dalam pergerakan semunya di langit.
Pada 21 Juni 2026, solstis menandai dimulainya musim panas di belahan bumi utara dan musim dingin di belahan bumi selatan. Di wilayah utara, siang hari menjadi lebih panjang dibandingkan malam hari.
Meski tidak menampilkan objek khusus di langit malam, solstis merupakan salah satu peristiwa astronomi penting yang terjadi setiap tahun.
6. Strawberry Moon atau Bulan Purnama Stroberi (29 Juni 2026)
Fenomena yang paling dinantikan pada Juni 2026 adalah Strawberry Moon atau Bulan Purnama Stroberi.
Fenomena ini terjadi pada 29 Juni 2026 ketika Bulan berada dalam fase purnama penuh sehingga seluruh permukaannya tampak terang dari Bumi.
Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkan bulan purnama Juni dengan musim panen stroberi. Selain itu, fenomena ini juga dikenal sebagai Honey Moon atau Rose Moon.
Bulan purnama dapat diamati dengan mudah menggunakan mata telanjang dari lokasi terbuka yang minim polusi cahaya.
7. Kemunculan Noctilucent Clouds
Sepanjang Juni 2026, pengamat langit juga berpeluang menyaksikan Noctilucent Clouds atau awan bercahaya malam.
Awan langka ini terbentuk di lapisan atmosfer sangat tinggi dan tampak berwarna kebiruan setelah Matahari terbenam atau menjelang fajar.
Fenomena tersebut terjadi karena kristal es di atmosfer memantulkan cahaya Matahari sehingga menghasilkan kilauan yang unik dan indah.
Cara Melihat Fenomena Langit Juni 2026
Agar pengamatan lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pilih lokasi yang minim polusi cahaya.
Pastikan cuaca cerah dan tidak berawan.
Gunakan aplikasi peta langit untuk membantu menemukan posisi objek astronomi.
Jika tersedia, gunakan teropong atau teleskop untuk melihat detail yang lebih jelas.
Lakukan pengamatan sesuai waktu puncak fenomena.
Jadwal Fenomena Langit Juni 2026
Berikut rangkuman jadwal fenomena langit selama Juni 2026:
8-9 Juni 2026: Konjungsi Venus dan Jupiter
15 Juni 2026: Bulan Baru
15 Juni 2026: Merkurius di elongasi timur terbesar
16-17 Juni 2026: Bulan sabit dekat Venus, Jupiter, dan Merkurius
21 Juni 2026: Solstis Juni
29 Juni 2026: Strawberry Moon
Sepanjang Juni 2026: Potensi kemunculan Noctilucent Clouds
Itulah daftar 7 fenomena langit Juni 2026 yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Dari konjungsi Venus dan Jupiter hingga kemunculan Strawberry Moon, bulan ini menawarkan banyak pemandangan astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, jangan lupa mencatat jadwalnya agar tidak ketinggalan menyaksikan keindahan langit malam sepanjang Juni 2026.
(tya/tey)
