Bulan sabit dan Planet Venus menghadirkan pemandangan berbeda di langit Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/9/2026) petang. Keduanya tampak berdekatan menjelang waktu Magrib, saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat.
Bulan sabit lebih dahulu terlihat di antara sisa cahaya senja. Tak jauh dari lengkung tipisnya, Venus muncul sebagai titik putih terang. Cahaya planet tersebut semakin jelas seiring langit berangsur gelap.
Salah seorang warga Cibinong, Ghadi (13), mengamati fenomena tersebut menggunakan teleskop Vixen Space Eye. Ia mengarahkan teleskop ke langit barat untuk melihat posisi Bulan dan Venus dengan lebih jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagus karena ini fenomena langka. Venusnya kelihatan lebih jelas dari biasanya," kata Ghadi.
Pemandangan itu dapat disaksikan selama beberapa waktu setelah Magrib. Posisi Bulan dan Venus kemudian bergerak semakin rendah mendekati cakrawala. Keduanya benar-benar menghilang dari pandangan ketika azan Isya mulai berkumandang.
Penjelasan Peneliti BRIN
Peneliti Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memastikan benda langit yang terlihat bersanding dengan bulan sabit malam ini adalah Venus.
"Itu bulan sabit dan planet Venus (bintang Kejora)," kata Thomas saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) malam.
Thomas menjelaskan, peristiwa tersebut sejatinya merupakan dinamika langit yang normal, kendati momen pertemuannya memang tergolong langka disaksikan secara kasat mata.
"Itu fenomena biasa, hanya jarang terjadi," jelas Thomas.
Lebih lanjut, Thomas memaparkan bahwa Bulan dan planet-planet di tata surya bergerak mengitari poros edar yang relatif sejajar. Hal ini memungkinkan terjadinya pertemuan visual antarbenda langit jika dilihat dari sudut pandang pengamat di Bumi.
"Bulan dan planet-planet mengorbit hampir satu bidang, atau di langit hampir satu garis. Jadi suatu saat akan tampak berdekatan atau bulan menutup planet," terangnya.
Menariknya, pemandangan yang terlihat di langit Jawa Barat berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Menurut Thomas, di belahan wilayah barat Indonesia, peristiwa ini bahkan berlanjut hingga fase tertutupnya Venus oleh bayangan Bulan.
"Di wilayah Sumatera terlihat okultasi, yaitu planet Venus tertutupi bulan beberapa saat," imbuhnya.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya pertanda alam tertentu atau kaitan mistis di balik fenomena langka tersebut, Thomas menegaskan tidak ada hal semacam itu. Ia mengibaratkan peristiwa ini layaknya pemandangan lalu lintas kendaraan di jalan raya dari sudut pandang pengamat.
"Tidak ada. Itu hanya ketampakan. Ibaratnya kita melihat kendaraan di jalan raya dari tepi jalan. Kadang melihat truk dan sedan berdekatan, lalu truk menutup sedan. Itu bisa terjadi pada semua kendaraan," tegas Thomas.
"Seperti itu pula ketampakan iring-iringan bulan dan planet-planet di langit," pungkasnya.
(yum/yum)
