Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini, Rabu (9/9/2026). Sejumlah kabar bahkan memantik perhatian pembaca detikJabar, mulai dari kasus pengeroyokan siswi MTs di Garut, aksi pria bercelurit yang melukai dua pemuda di Sukabumi, hingga perkembangan kasus penemuan mayat wanita dalam kardus di Bandung.
Tak hanya itu, kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) serta kabar mengenai hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin juga menjadi perhatian.
Berikut ringkasan sejumlah peristiwa yang dihimpun dalam Jabar hari ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siswi MTs Garut Dikeroyok
Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Garut. Dari hasil penyelidikan sementara, ternyata korban dalam kasus tersebut tidak hanya satu orang.
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan perkara yang terjadi di Kecamatan Sukawening itu kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Garut.
"Bahwa benar, Polres Garut melalui Sat Reskrim telah menerima laporannya, yaitu dilaporkan oleh orang tua. Di mana, korbannya adalah NA," ungkap Niko kepada wartawan.
Kasus tersebut mencuat setelah video pengeroyokan tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi 53 detik yang dilihat detikJabar, tampak seorang siswi berjilbab menjadi sasaran kekerasan sejumlah perempuan.
Korban terlihat beberapa kali ditampar dan dipukul hingga menangis. Selain kekerasan fisik, korban juga mendapat cacian dari para pelaku.
"Pukul.... jangan nangis," teriak sejumlah wanita dalam video tersebut menggunakan Bahasa Sunda.
Polisi kemudian menemukan fakta bahwa korban dalam perkara tersebut berjumlah dua orang.
"Korbannya ada dua orang. Selain NA ada satu temannya juga yang menjadi korban," ucap Niko.
NA diketahui merupakan pelajar kelas 9 di salah satu MTs di Kecamatan Sukawening. Sementara para pelaku, berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, merupakan pelajar SMA.
Niko mengatakan polisi masih mendalami perkara tersebut. Penanganan dilakukan secara hati-hati karena korban maupun terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.
"Yang pasti, akan kami telusuri. Pada dasarnya, Polres Garut akan menindaklanjuti laporan ini," pungkas Niko.
Pemuda Sukabumi Dibacok
Aksi kekerasan menggunakan senjata tajam terjadi di Kampung Ongrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/9/2026) dini hari.
Penyerangan tersebut mengakibatkan dua pemuda menjadi korban penganiayaan. Salah satunya, Hamdan, mengalami luka serius di bagian kepala setelah dibacok menggunakan celurit.
Hamdan disebut tengah berada di sebuah toko ban ketika diserang secara tiba-tiba. Dalam kondisi terluka dan mengalami pendarahan, ia berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam toko milik warga untuk meminta perlindungan.
Pemilik toko ban, Topik Akbar, mengaku melihat langsung kondisi korban saat mendatangi tempat usahanya sekitar pukul 01.00 WIB.
"Waktu itu kejadiannya sekitar jam satu malam (01.00 WIB). Posisi saya lagi di dalam warung, tiba-tiba korban lari ke sini sambil minta tolong. Pas dilihat, kondisinya sudah berdarah-darah, luka parah di bagian kepala. Dia langsung masuk minta perlindungan ke warung saya," ujar Topik.
Topik memastikan terdapat dua orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Satu korban mengalami luka akibat dipukul dan ditendang, sedangkan korban lainnya mengalami luka bacok.
"Korban ada dua orang. Yang satu kena pukul dan tendang, nah yang satu lagi kena bacok. Pelakunya cuma satu orang," tambah Topik menjelaskan situasi saat kejadian.
Melihat kondisi korban yang mengalami luka robek dan pendarahan cukup parah di bagian kepala, warga bersama rekan-rekannya segera membawa kedua korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan penanganan medis dan visum et repertum.
Kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polsek Cibadak. Polisi masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap dan menangkap pelaku.
Kandungan Racun di Tubuh Mayat dalam Kardus Dicek
Satreskrim Polrestabes Bandung masih mendalami kasus penemuan mayat wanita dalam kardus di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Korban berinisial SM (41) diduga meninggal di tangan rekan prianya, SDS (31), yang kini telah ditahan di Polrestabes Bandung.
Jenazah SM telah dipulangkan ke kampung halamannya di Lampung untuk dimakamkan. Proses tersebut dilakukan Polrestabes Bandung melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Kita masih proses penyidikan," ujar Anton saat ditemui di Lapangan Tegallega, Kota Bandung.
"Pada waktu diautospsi tidak ada luka-luka, kekerasan di tubuhnya," ujarnya.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian SM, penyidik telah mengirimkan sampel organ tubuh korban ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Sampel tersebut akan diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kandungan zat kimia atau racun.
"Tersangka sudah di tahan, kita masih menunggu hasil autopsi dan hasil lab karena saya bisa berasumsi untuk mengetahui penyebab kematian korban," jelas Anton.
Warga Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan dalam kardus pada Selasa (1/9). Foto: Istimewa |
"Kemarin beberapa sampel tubuh sudah dikirim lab, apakah ada kandungan racun atau hal-hal lain," katanya menambahkan.
Polisi masih mendalami penyebab kematian karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan racun, Anton mengatakan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Apakah ada indikasi korban di racun dan lain-lain," pungkasnya.
Kebakaran Gunung Ciremai
Kebakaran lahan dan hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) hingga Rabu (9/9/2026) masih dalam penanganan tim gabungan.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang, medan terjal dan berbatu, cuaca panas, hingga sulitnya mendapatkan sumber air.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan luas lahan yang terbakar hingga hari ketiga mencapai sekitar 40 hektare. Sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, tetapi kondisi belum sepenuhnya aman karena masih terlihat asap di beberapa lokasi.
"Sekarang berdasarkan laporan, sudah sekitar kurang lebih 40 hektare area yang terbakar. Namun sampai perkembangan hari ini, sudah mulai padam di beberapa titik," tutur Dian.
Menurut Dian, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak cukup hanya dengan memastikan api di permukaan telah padam. Pendinginan dan pemantauan tetap harus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.
Terlebih, angin kencang di kawasan Kuningan membuat api berpotensi melompat melewati sekat bakar.
"Persoalan di hutan itu kan tidak bisa dilihat hanya dari padam asapnya, karena dimungkinkan, dan saya lihat tadi ada beberapa titik yang belum padam sepenuhnya. Kita lihat ke arah atas, teman-teman juga mungkin ada yang membuat sekat bakar, tapi ini rawan karena angin besar di Kuningan hari-hari ini, jadi api itu menyeberang, melompat," tutur Dian.
Kebakaran di Gunung Ciremai. Foto: Istimewa |
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan medan menjadi salah satu kendala utama petugas dalam menjangkau titik api. Selain akses yang terjal dan berbatu, petugas juga menghadapi cuaca panas, arah angin yang berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air.
Vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang turut mempercepat penyebaran api. Petugas gabungan melakukan pemadaman dan penyekatan secara manual serta menggunakan sejumlah peralatan, seperti mesin pompa, selang, nosel, jetshooter, dan kendaraan dobel gardan milik TNGC.
"Memang ada beberapa kesulitan, di antaranya akses jalan cukup terjal dan banyak batu-batu, angin yang berubah-ubah arah, cuaca panas, sulitnya sumber air. Namun kita upayakan supaya sebaran api tidak meluas," tutur Indra.
Hubungan Farhan dan Erwin
Hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin sempat menjadi sorotan setelah muncul isu keretakan di antara keduanya.
Erwin sebelumnya secara terbuka mengungkapkan dirinya jarang dilibatkan dalam sejumlah urusan pemerintahan. Namun, isu tersebut belakangan mereda setelah Farhan dan Erwin terlihat duduk bersama dalam acara pelantikan ASN di Balai Kota Bandung pada 7 Juli 2026.
Kini, Farhan memastikan komunikasinya dengan Erwin berjalan baik. Ia juga menyebut Erwin masih dilibatkan dalam sejumlah agenda pemerintahan di Kota Bandung.
"Ada agenda (Wakil Wali Kota Bandung Erwin). Kalau saya ikutin mah kan acara-acara keagamaan, acara sosial, masih ada. Kan saya tiap hari dapat laporan. Boleh-boleh aja," kata Farhan di Balai Kota Bandung.
Meski demikian, berdasarkan agenda kedinasan yang dibagikan, porsi kegiatan Erwin terlihat berkurang. Agenda Erwin terakhir dibagikan pada 31 Agustus 2026 dan bersifat seremonial.
Farhan kemudian menyebut Erwin sebelumnya pernah menjalankan agenda yang dinilai cukup penting, yakni mewakili wali kota dalam audiensi dan rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI.
"Ada lah, ada Delegasi waktu itu kan terakhir yang lumayan sangat serius. Itu adalah mewakili wali kota beraudiensi dan rapat dengar pendapat dengan Komisi 2 DPR RI. Itu mah serius*pisan,*waktu ada kunker ke provinsi," ucap Farhan.
Terlepas dari sorotan mengenai pembagian tugas tersebut, Farhan kembali menegaskan komunikasi dengan wakilnya berjalan baik.
"Aman, Insyaallah," pungkasnya.
Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "
[Gambas:Video 20detik] (sya/dir)


