Dikira Bercanda, Pemuda di Sukabumi Malah Dibacok Celurit hingga Kepala Berdarah

Dikira Bercanda, Pemuda di Sukabumi Malah Dibacok Celurit hingga Kepala Berdarah

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 08:58 WIB
Lokasi pembacokan di Kampung Ongrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi
Foto: Istimewa
Sukabumi -

Teror kejahatan jalanan menimpa sejumlah pemuda yang tengah berkumpul di Kampung Ongrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (9/9/2026) dini hari.

Aksi penyerangan tersebut mengakibatkan dua orang menjadi korban penganiayaan. Salah satunya mengalami luka sabetan senjata tajam jenis celurit hingga bersimbah darah.

Korban pembacokan, Hamdan, menderita luka serius di bagian kepala usai diserang secara mendadak saat berada di sebuah toko ban. Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dan masuk ke dalam toko milik warga setempat untuk meminta perlindungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik toko ban di lokasi kejadian, Topik Akbar, menceritakan detik-detik mencekam saat korban mendatangi tempat usahanya sekitar pukul 01.00 WIB. Ia memastikan ada dua orang yang menjadi korban penganiayaan tersebut.

"Waktu itu kejadiannya sekitar jam satu malam (01.00 WIB). Posisi saya lagi di dalam warung, tiba-tiba korban lari ke sini sambil minta tolong. Pas dilihat, kondisinya sudah berdarah-darah, luka parah di bagian kepala. Dia langsung masuk minta perlindungan ke warung saya," ujar Topik.

ADVERTISEMENT

"Korban ada dua orang. Yang satu kena pukul dan tendang, nah yang satu lagi kena bacok. Pelakunya cuma satu orang," tambah Topik menjelaskan situasi saat kejadian.

Sementara itu, rekan korban, Latif, membeberkan kronologi awal sebelum penyerangan bersenjata tajam tersebut terjadi. Menurutnya, pelaku awalnya sempat melintas bersama seorang perempuan yang diduga kekasihnya sebelum akhirnya putar arah dan memicu keributan.

"Awalnya lagi pada diam, si pelaku lewat sama pacarnya. Udah lewat dia balik lagi terus mukul sama nendang. Habis itu dia pergi, tapi gak lama datang lagi lari-lari sambil bawa celurit," ungkap Latif.

Korban pembacokan, Hamdan, mengaku sempat tidak menyangka pelaku akan bertindak nekat hingga melayangkan senjata tajam ke arahnya. Ia mengira perselisihan di awal hanyalah candaan karena mereka saling mengenal.

"Awalnya dia cuma mukul gak bawa sajam. Selang 15 sampai 20 menit, dia balik lagi bawa celurit. Kirain bercanda jadi gak saya ladenin. Pas saya berdiri, dia langsung bacok. Saya sempat tahan pakai meja, tapi akhirnya kena juga," beber Hamdan.

Melihat kondisi luka robek yang cukup serius serta pendarahan hebat pada bagian kepala korban, warga bersama rekan-rekannya segera melarikan para korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan tindakan medis darurat serta keperluan visum et repertum.

Kasus penganiayaan bersenjata tajam tersebut telah resmi dilaporkan ke Polsek Cibadak. Aparat kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangkap pelaku.



(sya/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads