Siswi MTs Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar, Polisi: Korban Lebih dari Satu

Siswi MTs Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar, Polisi: Korban Lebih dari Satu

Hakim Ghani - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 15:29 WIB
Boy showing STOP gesture with his hand. Concept of domestic violence and child abuse. Copy space
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan).
Garut -

Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan yang dialami seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Garut. Ternyata, korbannya tidak hanya satu orang.

Menurut Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, saat ini perkara yang terjadi di Kecamatan Sukawening, Garut, itu sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Sat Reskrim Polres Garut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa benar, Polres Garut melalui Sat Reskrim telah menerima laporannya, yaitu dilaporkan oleh orang tua. Di mana, korbannya adalah NA," ungkap Niko kepada wartawan, Rabu, (9/9/2026).

Aksi pengeroyokan seorang pelajar MTs mendadak menjadi perbincangan warga Garut, usai videonya tersebar di media sosial. Dilihat detikJabar, Rabu siang, dalam video berdurasi 53 detik tersebut, terlihat seorang pelajar ditampar hingga ditendang.

ADVERTISEMENT

"Pukul.... jangan nangis," teriak sejumlah wanita dalam video tersebut menggunakan Bahasa Sunda.

Dalam video berdurasi 53 detik itu, terlihat seorang siswi yang menggunakan jilbab, yang menjadi korbannya. Dia terlihat beberapa kali ditampar hingga dipukul, oleh para pelaku yang berbeda.

Siswi yang terlihat menggunakan seragam putih-biru itu, kemudian terlihat menangis. Selain mengalami kekerasan fisik, pelajar itu juga dicaci-maki. Dari hasil penyelidikan polisi, ternyata korbannya lebih dari satu.

"Korbannya ada dua orang. Selain NA ada satu temannya juga yang menjadi korban," ucap Niko.

Korban diketahui berstatus sebagai pelajar kelas 9 di salah satu MTs yang berada di Kecamatan Sukawening, Garut. Sementara para pelaku, menurut informasi yang dihimpun detikJabar, adalah pelajar SMA.

Niko menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Proses penanganan perkara berlangsung hati-hati, karena baik korban maupun para terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

"Yang pasti, akan kami telusuri. Pada dasarnya, Polres Garut akan menindaklanjuti laporan ini," pungkas Niko.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads