Sukabumi Raya Sepekan: Pengeroyokan Satpam hingga Santri Keracunan

Jabar Sepekan

Sukabumi Raya Sepekan: Pengeroyokan Satpam hingga Santri Keracunan

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 16 Agu 2026 19:00 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: Dok.Detikcom)
Sukabumi -

Wilayah Sukabumi Raya diwarnai rentetan peristiwa menonjol dalam sepekan terakhir. Mulai dari aksi pengeroyokan brutal terhadap petugas keamanan, pembongkaran gudang miras di pemukiman warga, kecelakaan maut di jalur Puncak, hingga insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri.

Berikut rangkuman peristiwa yang dihimpun tim redaksi:

1. Pengeroyokan Satpam di Cisaat

Aksi kekerasan pecah di kawasan Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Senin dini hari (10/8/2026). Seorang satpam berinisial RA menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal di depan Toko Arab saat situasi jalanan mulai sepi sekitar pukul 01.20 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pelaku menyerang korban secara membabi buta menggunakan senjata tumpul. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi bahwa korban mengalami luka serius akibat serangan tersebut.

"Para terduga pelaku secara bersama-sama memukuli korban menggunakan benda berupa bambu dan kayu," kata Ipda Ade Ruli, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

Serangan itu mengakibatkan RA menderita luka terbuka di bagian wajah dan kepala. "Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami rasa sakit yang hebat, luka sobek pada bagian pelipis mata sebelah kiri, serta luka parah di bagian kepala belakang," jelasnya.

Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri. Korban segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, sementara pihak keluarga telah resmi melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi Kota. Polisi kini tengah memburu para pelaku.

2. Gudang Miras di Tengah Pemukiman Cicantayan

Polsek Cibadak bersama Satresnarkoba Polres Sukabumi menggerebek sebuah rumah kontrakan di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Rabu (12/8/2026). Bangunan di tengah pemukiman padat tersebut ternyata dialihfungsikan menjadi gudang penyimpanan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi, AKP Iwan Hendi, mengungkapkan pihaknya menyita ribuan botol miras beserta ribuan lembar label Bea Cukai yang mencurigakan.

"Dari lokasi TKP di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, kami berhasil mengamankan sebanyak 3.643 botol miras. Barang-barang tersebut ditemukan di dalam dua rumah kontrakan yang saling berdampingan di tengah pemukiman warga," ujar Iwan kepada awak media, Rabu (12/8/2026).

Polisi juga menemukan 4.000 lembar label Bea Cukai dalam kemasan plastik. Temuan ini memicu dugaan adanya modus pemalsuan atau upaya menghindari pajak.

"Di TKP kami temukan juga label-label Bea Cukai sebanyak 4.000 sekian. Kami masih melakukan pendalaman terhadap para pelaku, apakah ini modus untuk menghindari cukai pajak atau memang miras-miras tersebut merupakan miras oplosan atau racikan," jelas Iwan.

3. Kecelakaan Maut Truk Backhoe di Cugenang

Kecelakaan fatal terjadi di Jalur Cianjur-Puncak, tepatnya di Kampung Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kamis (13/8/2026) dini hari. Sebuah truk pengangkut alat berat (backhoe) menghantam mobil pikap muatan sayur, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

Peristiwa bermula saat truk bernopol D 9731 YC melaju dari arah Puncak menuju Cianjur. Saat melintasi jalan menurun tajam, truk hilang kendali dan masuk ke lajur lawan.

"Truk yang membawa alat berat itu kemudian menabrak mobil pikap yang melaju dari arah berlawanan di jalur menurun dan menikung tersebut," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Prio.

Benturan keras membuat truk terbalik hingga alat berat yang diangkutnya jatuh menimpa kabin pikap. "Mobil pikapnya rusak tertimpa alat berat dan truk," kata Prio.

Meski kabin pikap hancur, sopir dan penumpangnya dinyatakan selamat. "Untuk sopir dan penumpang pikap berhasil selamat, tapi mengalami luka ringan," lanjutnya.

Nahas, dua penumpang truk tewas di tempat setelah terpental dan tertimpa badan kendaraan. "Untuk sopir truk sempat terjepit di kabin truk. Untuk sopir backhoe luka berat karena terpental. Sedangkan dua penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian. Jadi total ada enam korban, dua meninggal dan empat luka-luka," pungkas Prio.

4. Perusakan Fasilitas KKN Mahasiswa UMMI

Sebuah video perusakan fasilitas Rocket Stove (tungku pembakaran sampah) karya mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Kecamatan Curugkembar viral di media sosial. Pelaku perusakan, A Kuswandi alias Edong, akhirnya angkat bicara mengenai alasannya merobohkan bangunan tersebut.

Edong mengaku bertindak atas perintah Haji Abuy selaku pemilik lahan yang merasa tidak pernah memberikan izin pembangunan di tanah pribadinya.

"Pertama kan yang punya tanah ngomong sama saya. Kata dia, ada yang memberitahu bahwa ada pembangunan di tempatnya, tempat Haji Abuy. Cuman pembangunan tempat sampah itu tidak ada izin sama si Haji Abuy yang punya tempat," kata Edong, Kamis (13/8/2026).

Ia menambahkan bahwa sempat terjadi perdebatan mengenai status lahan tersebut. "Kades itu ngomong sama saya, 'Anda sebagai apa?' Saya bilang, saya sebagai saudaranya Haji Abuy, disuruh lihatin lokasi ini. Tempat sampah di sini tidak ada izin dari yang punya tanah," tegasnya.

Edong mengaku sempat memberikan waktu bagi pihak desa atau mahasiswa untuk memindahkan fasilitas tersebut secara mandiri, namun tidak ada respons. "Saya kan menghargai ke mahasiswa, ya udah hari Senin aja dulu buat laporan dia ke guru-gurunya. Tapi pas hari Senin sore saya lewat pulang dari rumah sakit, bangunan masih ada belum dibongkar. Langsung saya bongkar sendiri," ucapnya.

Humas UMMI, Muhammad Taufik Hidayat, menyayangkan kejadian tersebut namun tetap mengapresiasi inovasi mahasiswanya. "Sesuai dengan tujuannya program KKN perlu dihargai karena memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Taufik. Pihak kampus saat ini masih melakukan investigasi internal. "Terkait perusakan tersebut, saat ini kami masih dalam proses koordinasi untuk mendapatkan informasi yang utuh dan akurat. Jadi kami belum ingin memberikan penilaian atau menyimpulkan lebih jauh mengenai pihak yang terlibat sebelum proses selesai," jelasnya.

5. Keracunan Massal Santri Ponpes Baiti Jannati

Sebanyak 139 santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan massal pada Sabtu (15/8/2026). Para santri mengeluhkan gejala serupa seperti mual, muntah, dan pusing.

Humas RSUD Al-Mulk, Asep Andi, menyebutkan gelombang pasien mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB. "RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi menerima sejumlah pasien yang berasal dari Pondok Pesantren Baiti Jannati untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Kedatangan pasien tadi pagi sekitar jam 08.00 WIB. Keluhan beragam karena jumlah pasien yang datang cukup banyak pada saat yang bersamaan," ujarnya.

Data sementara menunjukkan 82 santri dirawat di RSUD Al-Mulk. "Berdasarkan data sementara, hingga saat ini terdapat sekitar 82 pasien yang datang ke RSUD Al-Mulk, terdiri dari 29 pasien laki-laki dan 53 pasien perempuan," ungkap Asep.

Pihak rumah sakit masih melakukan observasi intensif dan menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. "Seluruh pasien yang datang telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis oleh tim kesehatan RSUD Al-Mulk. Saat ini, pasien masih dalam proses observasi di IGD untuk pemantauan kondisi dan perkembangan kesehatan masing-masing pasien," tuturnya.

Asep menambahkan, "Mengenai penyebab atau faktor yang berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami pasien, saat ini belum dapat disimpulkan oleh pihak rumah sakit dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta informasi dari pihak yang berwenang."

Sementara itu, 57 santri lainnya dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH. Humas RSUD R Syamsudin SH, Demar, mengonfirmasi hal tersebut. "Betul (santri keracunan) sebagian masuk ke IGD Bunut. Untuk kondisi saya belum dapat update lagi soalnya masih penanganan. Jumlahnya 57 orang," singkat Demar. Kasus ini kini dalam penanganan serius Dinas Kesehatan dan kepolisian setempat.



(sya/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads