Rocket Stove Karya Mahasiswa KKN UMMI Sukabumi Dirusak, Ini Alasannya

Rocket Stove Karya Mahasiswa KKN UMMI Sukabumi Dirusak, Ini Alasannya

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 13 Agu 2026 17:33 WIB
Tangkapan layar video viral perusakan Rocket Stove Mahasiswa KKN Sukabumi
Tangkapan layar video viral perusakan Rocket Stove Mahasiswa KKN Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Aksi pembongkaran fasilitas Rocket Stove atau tungku pembakaran sampah hasil karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) viral di media sosial. Pria yang melakukan pembongkaran tersebut kini memberikan klarifikasi terkait kronologi dan alasan di balik tindakannya.

Pria bernama A Kuswandi, yang akrab disapa Edong, membenarkan bahwa ia merobohkan fasilitas tersebut di Kampung Pasirbitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Edong mengaku bertindak atas mandat Haji Abuy, pemilik lahan yang juga kerabatnya.

"Pertama kan yang punya tanah ngomong sama saya. Kata dia, ada yang memberitahu bahwa ada pembangunan di tempatnya, tempat Haji Abuy. Cuman pembangunan tempat sampah itu tidak ada izin sama si Haji Abuy yang punya tempat," kata Edong saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan ini bermula pada Sabtu (8/8/2026) malam. Saat itu, Edong mendatangi lokasi dan bertemu mahasiswa KKN serta Kepala Desa Mekartanjung. Dalam pertemuan tersebut, pihak mahasiswa mengklaim telah mengantongi izin dari pemerintah desa, sementara Kepala Desa menyebut lahan lereng tersebut sebagai area publik.

ADVERTISEMENT

"Kades itu ngomong sama saya, 'Anda sebagai apa?' Saya bilang, saya sebagai saudaranya Haji Abuy, disuruh lihatin lokasi ini. Tempat sampah di sini tidak ada izin dari yang punya tanah," tegas Edong.

Edong membantah klaim bahwa lahan tersebut adalah area publik. Menurutnya, berdasarkan dokumen jual-beli, area lereng tersebut merupakan bagian dari tanah milik Haji Abuy. Pemilik lahan keberatan karena lokasi tersebut rencananya akan diurug untuk bangunan pribadi dan khawatir muncul bau menyengat dari tempat sampah.

Keberatan tersebut disampaikan melalui pesan suara oleh Haji Abuy dan diteruskan Edong kepada Sekretaris Desa Mekartanjung pada Minggu (9/8/2026) pagi agar segera ditindaklanjuti. Edong mengaku sempat menunggu hingga Senin (10/8/2026) sore agar pihak desa atau mahasiswa memindahkan sendiri fasilitas tersebut. Namun, karena tidak ada respons hingga ia pulang dari rumah sakit, Edong akhirnya membongkar tungku itu sendiri.

"Saya kan menghargai ke mahasiswa, ya udah hari Senin aja dulu buat laporan dia ke guru-gurunya. Tapi pas hari Senin sore saya lewat pulang dari rumah sakit, bangunan masih ada belum dibongkar. Langsung saya bongkar sendiri," ucap Edong.

Ia menegaskan langkah ini diambil karena janji pemindahan fasilitas tak kunjung ditepati. Edong berharap insiden ini menjadi evaluasi terkait koordinasi perizinan lahan sebelum program pengabdian masyarakat dilaksanakan.

Secara terpisah, Humas UMMI Muhammad Taufik Hidayat menyatakan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa KKN dalam memberikan solusi pengelolaan sampah.

"Sesuai dengan tujuannya program KKN perlu dihargai karena memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Taufik.

Mengenai aksi perusakan, pihak universitas masih mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh.

"Terkait perusakan tersebut, saat ini kami masih dalam proses koordinasi untuk mendapatkan informasi yang utuh dan akurat. Jadi kami belum ingin memberikan penilaian atau menyimpulkan lebih jauh mengenai pihak yang terlibat sebelum proses selesai," jelasnya.

Taufik memastikan keamanan dan kondisi psikologis mahasiswa menjadi prioritas utama pihak kampus pasca-insiden tersebut.

"Sejauh informasi awal yang kami terima, belum terdapat informasi yang menunjukkan adanya konflik antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa maupun masyarakat. Untuk kondisi psikologis seperti trauma atau ketakutan, kami juga tidak ingin berspekulasi sebelum mendapatkan informasi langsung dan terverifikasi dari lapangan," pungkasnya.



(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads