Forest City pernah digadang-gadang sebagai proyek kota masa depan di Malaysia. Namun, kawasan megah yang dibangun dengan konsep kota pintar itu kini justru lebih dikenal sebagai kota hantu.
Reputasinya semakin buruk setelah polisi Malaysia menemukan dugaan operasi sindikat penipuan yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat menjalankan aksinya.
Melansir detikProperti, Forest City merupakan proyek patungan Country Garden, salah satu pengembang properti terbesar China, dan Danga 88, perusahaan swasta yang dikendalikan Sultan Malaysia Ibrahim Iskandar. Proyek tersebut mulai dibangun pada 2016.
Kawasan ini berada di Johor, Malaysia, tak jauh dari perbatasan Singapura. Forest City dibangun di atas sejumlah pulau hasil reklamasi sehingga lokasinya relatif jauh dari pusat kota.
Konsep yang ditawarkan pun ambisius. Forest City dirancang sebagai kawasan terpadu dengan hotel mewah, lapangan golf, taman air, area perkantoran, hingga apartemen tepi laut bergaya resor.
Namun, visi tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Sejak awal pembangunan, proyek ini menghadapi berbagai persoalan. Pemerintah Malaysia tidak sepenuhnya memberikan restu terhadap proyek tersebut. Bahkan, izin pembangunannya sempat dipermasalahkan sekitar enam bulan setelah pembangunan dimulai.
Meski demikian, proyek tetap berlanjut.
Pandemi Jadi Pukulan Besar
Masalah Forest City semakin berat ketika pandemi COVID-19 melanda.
Pembatasan perjalanan dan aktivitas ekonomi membuat kawasan yang sejak awal kesulitan menarik penghuni semakin sepi. Di sisi lain, Country Garden menghadapi beban utang yang sangat besar.
Forest City akhirnya tidak pernah berkembang sesuai rencana. Pembangunannya diperkirakan baru mencapai sekitar 15 persen dari keseluruhan proyek.
Sebagian unit memang sempat dihuni. Namun, pandemi membuat banyak penghuni meninggalkan kawasan tersebut.
Kini, jumlah orang yang tinggal di Forest City diperkirakan hanya sebagian kecil dari kapasitas yang direncanakan. Kawasan yang seharusnya dipenuhi penghuni, pekerja, dan wisatawan justru memiliki banyak bangunan kosong. Julukan kota hantu pun melekat.
(aqi/dir)