Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam sumur di lahan perkebunan warga di Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban bernama Aam Amelia (45), warga sekitar.
Berikut fakta-fakta dalam kejadian ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi Membenarkan
Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Herdiansyah membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban dalam kejadian ini merupakan warga setempat.
"Benar kami menerima laporan masyarakat ada penemuan mayat dalam sumur, kami koordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya, TAGANA, BPBD TNI dan aparat lainya untuk evakuasi korban," kata Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Herdiansyah kepada detikJabar, Rabu (12/8).
Tim SAR Turun Tangan
Proses evakuasi jenazah korban sempat terkendala. Penyebabnya, di dasar sumur terdapat seekor ular kobra berukuran besar.
"Jadi memang sudah dicoba kedalam, tapi ada ular kobra besar dan berbahaya. Tim SAR masih berupaya mencari jalan keluar evakuasi yang aman dan tidak beresiko sebabkan korban lain," kata Ipda Hendi Herdiansyah.
Hendi Herdiansyah mengatakan korban dilaporkan hilang selama 12 hari oleh pihak keluarga. Korban diketahui warga memiliki riwayat gangguan psikis.
Kronologi
Korban pertama kali ditemukan setelah warga mencium bau tidak sedap dari area sumur. Setelah dicek, ternyata sumber bau berasal dari dalam sumur dengan kedalaman 11 hingga 12 meter.
"Menurut warga, korban memang mengalami gangguan kejiwaan, tetapi kami masih fokus bagaimana bisa dievakuasi jasadnya," kata Hendi.
Tim SAR gabungan dari Pos SAR Tasikmalaya, TAGANA, BPBD, kepolisian, Damkar, dan warga langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Namun, upaya evakuasi harus berulang kali terhenti.
Ditemukan Ular Kobra
Kepala Pos SAR Tasikmalaya, Bagus, mengatakan di dasar sumur ditemukan seekor ular kobra berukuran besar yang membahayakan petugas.
"Sampai siang ini belum bisa evakuasi mayat karena ada ular berbisa. Kedalaman sumur 11 sampai 12 meter. Kami akan evakuasi ular dulu baru korban. Karena berbisa jadi membahayakan tim evakuasinya," ujar Bagus.
Ular Ditangkap Terlebih Dahulu
Tim SAR gabungan harus memutar otak dan menunggu momen yang tepat. Tujuannya agar tidak ada korban tambahan saat proses evakuasi berlangsung. Tim SAR memutuskan ular kobra tersebut harus ditangkap terlebih dahulu sebelum mengangkat jenazah korban.
Tim Damkar BPBD Kabupaten Tasikmalaya turun tangan dengan menggunakan pakaian pelindung khusus agar tidak diserang. Oksigen juga disiapkan guna mengantisipasi adanya gas beracun di dalam sumur.
"Kami putuskan tangkap dulu ularnya dengan libatkan Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Tentu hati-hati sekali," kata Kapos SAR Tasikmalaya Bagus P di lokasi.
Ular Sulit Ditangkap
Ular tersebut cukup sulit ditangkap karena berulang kali bersembunyi di balik jasad korban. Petugas akhirnya berhasil menangkap ular tersebut dan memasukkannya ke dalam karung.
"Tertangkap juga ularnya dan dievakuasi ke atas. Baru kita evakuasi jasad korban. Ini kendalanya ada ular kobra," kata Bagus.
Korban Berhasil Dievakuasi
Jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan teknik vertical rescue. "Alhamdulillah berhasil kami evakuasi jasad Ibu Aam. Selanjutnya diserahkan pada keluarga bersama kepolisian," kata Bagus.
Peristiwa ini sempat menggegerkan warga Desa Cilolahan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sesosok mayat perempuan ditemukan di dalam sumur tua sedalam 12 meter dalam kondisi telungkup dan sudah membusuk.
Korban diketahui bernama Aam Amelia. Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Herdiansyah memastikan korban sempat dilaporkan hilang sejak 12 hari lalu.
"Berdasarkan kasat mata, tidak ditemukan luka di tubuh korban," ujar Hendi.
Lebih lanjut Hendi menyebutkan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan memilih untuk langsung memakamkan korban.
Kronologi Penemuan Jasad Aam
Hendi menambahkan, kronologi penemuan jasad korban berawal sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi bernama Uum yang didampingi Ketua RT Agus Gunawan melanjutkan pencarian terhadap Aam Amelia yang sudah hilang selama 12 hari di sekitar rumahnya di Kampung Cilolohan.
Saat melakukan pencarian, keduanya kemudian mengecek ke sebuah sumur kering yang jaraknya sekitar 10 meter dari rumah korban. Dari dalam sumur tersebut tercium bau busuk yang menyengat.
"Untuk memastikan sumber bau busuk tersebut, Agus menerangi sumur dengan kedalaman sekitar 12 sampai 15 meter menggunakan senter dan terlihat lutut kaki yang diduga korban Aam Amelia," kata Hendi.
Mengetahui hal itu, Agus langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungjaya. Piket siaga polsek kemudian datang ke TKP dan berkoordinasi dengan Tim Basarnas, Damkar, dan Tagana untuk mengevakuasi korban.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.59 WIB. Namun, tim gabungan sempat mengalami kesulitan di lapangan.
"Penyebabnya, sumur kering tersebut memiliki kedalaman kurang lebih 15 meter dan di dalamnya terdapat ular jenis King Cobra," kata Hendi.
Selain itu, minimnya alat-alat evakuasi dari tim Basarnas, Damkar, dan Tagana juga sempat menjadi kendala. Beruntung, ular berhasil dievakuasi sehingga jasad korban bisa segera diangkat ke atas.
(wip/orb)
