Kabar Internasional

Cerita Mimpi Gila Arab Saudi Menarik Gunung Es Antarktika ke Gurun

Rachmatunnisa - detikJabar
Sabtu, 08 Agu 2026 23:00 WIB
Antartika (Foto: via Daily Mail)
Jakarta -

Bayangkan sebuah pemandangan yang ganjil: kapal-kapal tunda raksasa menarik gunung es sebesar kota kecil melintasi samudra, membelah khatulistiwa yang panas, demi mengantarkan air tawar ke jantung gurun pasir yang gersang. Gagasan ini terdengar seperti fiksi ilmiah, namun pada tahun 1977, Arab Saudi benar-benar serius ingin mewujudkannya.

Kala itu, sebagaimana dilansir dari detikInet, Kerajaan Arab Saudi melontarkan ide ambisius untuk menyeret gunung es dari Antarktika menuju Semenanjung Arab. Langkah ekstrem ini dipandang sebagai jawaban atas krisis air tawar yang mencekik negara tersebut selama berdekade-dekade.

Keseriusan ini bukan sekadar bualan di atas kertas. Gagasan tersebut dibawa ke panggung ilmiah internasional. Untuk membuktikan bahwa memindahkan es raksasa bukanlah kemustahilan, sebuah bongkahan es seberat dua ton didatangkan langsung dari Gletser Portage, Alaska, menuju Iowa State University di Amerika Serikat.

Perjalanan bongkahan es itu sendiri sudah merupakan sebuah drama logistik. Ia diangkut menggunakan helikopter, pesawat, hingga truk berpendingin sebelum akhirnya dipamerkan dalam International Conference on Iceberg Utilization. Di hadapan sekitar 200 peneliti dari 18 negara, es tersebut menjadi bukti fisik bahwa massa beku dari kutub bisa dijinakkan dan dimanfaatkan.

Visi 'Waduk Terapung' di Tengah Laut Merah

Bagi Arab Saudi, air adalah komoditas yang lebih berharga daripada minyak. Sebagai wilayah dengan curah hujan yang nyaris nihil, ketergantungan pada teknologi desalinasi-mengubah air laut menjadi air tawar-sudah dimulai sejak era 1970-an. Namun, pada masa itu, biaya operasional pabrik desalinasi sangatlah mencekik.

Di tengah kebuntuan biaya itulah, mata para pengambil kebijakan melirik ke kutub selatan. Antarktika menyimpan sekitar 70 persen cadangan air tawar dunia dalam bentuk lapisan es abadi. Pangeran Mohammed Al Faisal kemudian muncul dengan usulan revolusioner: menjadikan gunung es sebagai 'waduk terapung'.

Rencananya, gunung es berukuran masif akan ditarik menuju Laut Merah atau Teluk Arab. Sesampainya di sana, es tersebut akan dilelehkan secara perlahan untuk menyuplai kebutuhan air minum warga.

"Arab Saudi mempertimbangkan penggunaan gunung es Antarktika sebagai sumber air tawar sekaligus cara memperbaiki iklim mikro di wilayah pesisirnya," tulis Pangeran Mohammed Al Faisal dalam makalah yang dipresentasikan pada konferensi tersebut, seperti dikutip dari Times of India.

Secara matematis, satu gunung es raksasa sanggup memasok air dalam volume yang fantastis. Namun, antara teori di atas kertas dan realitas di tengah samudra, terbentang jurang tantangan yang sangat lebar.




(rns/dir)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork