Api Membara Bakar Lahan di Cimenyan, Pemadaman Butuh 53 Menit

Api Membara Bakar Lahan di Cimenyan, Pemadaman Butuh 53 Menit

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 19 Okt 2026 09:36 WIB
Kebakaran lahan di Cimenyan
Kebakaran lahan di Cimenyan (Foto: istimewa)
Bandung -

Kebakaran melanda lahan semak belukar di kawasan Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10/2026) malam. Insiden yang terjadi di dekat Komplek Griya Mandala Permai ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Meski api sempat membesar, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kobaran api tampak melahap area semak belukar yang kering. Sejumlah petugas pemadam kebakaran terlihat bekerja keras di lokasi untuk melokalisasi api agar tidak meluas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung, Iman Irianto Sudjana, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan insiden tersebut pada pukul 19.05 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya kejadiannya tadi malam. Kami menerima laporan sekitar jam 19.05 WIB. Petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian," ujar Iman kepada detikJabar, Senin (19/10/2026).

ADVERTISEMENT

Iman menjelaskan, personel dari Pos Cileunyi segera dikerahkan ke titik api. Berkat respons cepat petugas, kebakaran berhasil dikendalikan dalam waktu yang relatif singkat.

"Alhamdulillah api bisa kami padamkan dengan waktu sekitar 53 menit," katanya.

Lokasi kebakaran yang bersinggungan langsung dengan area perumahan sempat memicu kekhawatiran warga. Namun, Iman memastikan api berhasil disekat sehingga tidak sampai menjangkau bangunan di komplek tersebut.

"Area terbakar semak belukar. Lokasinya berdekatan dengan komplek. Tapi berkat kesigapan petugas, api tidak melebar ke komplek tersebut," jelasnya.

Menyikapi kejadian ini, Disdamkar Kabupaten Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim kemarau panjang atau fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Jadi kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak membakar alang-alang untuk kepentingan apapun atau merasa dalam jangkauan dia membakarnya itu gitu," ucapnya.

"Pasti nanti angin datang, apalagi kalau malam, angin kencang gitu, pasti dia nanti gak bisa tertangani gitu posisinya," tambahnya.

Iman menegaskan bahwa tidak ada kerugian nyawa dalam peristiwa ini karena titik api berada di luar zona hunian warga.

"Tidak ada korban jiwa alhamdulillah," bebernya.

Sebagai langkah antisipasi, ia juga mengajak warga untuk lebih aktif dalam kegiatan ronda malam guna mendeteksi dini potensi kebakaran sebelum api membesar.

"Jadi ketika api masih kecil sudah bisa ditangani. Terus hindari bakar-bakar sampah lah," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads