Misteri Antartika Membeku Terungkap, Bukan Sekadar Efek CO2

Kabar Internasional

Misteri Antartika Membeku Terungkap, Bukan Sekadar Efek CO2

Rachmatunisa - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 23:00 WIB
Antartika
Antartika (Foto: via Daily Mail).
Bandung -

Selama puluhan tahun, dunia sains meyakini bahwa biang kerok membekunya Antartika sekitar 34 juta tahun lalu hanyalah merosotnya kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Namun, sebuah rahasia besar dari perut Bumi akhirnya terungkap. Ternyata, ada peran krusial dari pergerakan lempeng benua dan proses geologi yang jauh lebih kompleks.

Studi terbaru yang dirilis dalam jurnal Science membeberkan fakta mengejutkan. Gelombang di mantel Bumi atau mantle waves ternyata berperan mengangkat daratan Antartika Timur. Proses ini membentuk deretan pegunungan dan dataran tinggi yang menjulang. Di ketinggian inilah, salju mampu bertahan sepanjang tahun hingga akhirnya membentuk lapisan es raksasa, jauh sebelum Kutub Utara mulai membeku.

Temuan ini tergolong unik. Pasalnya, Antartika mulai berubah menjadi wilayah beku saat suhu Bumi diperkirakan masih 5 derajat Celsius lebih hangat daripada kondisi sekarang. Di sisi lain, wilayah Arktik (Kutub Utara) baru memiliki lapisan es permanen jutaan tahun setelahnya. Perbedaan waktu yang jomplang ini sempat menjadi misteri besar dalam ilmu iklim dunia.

Selama ini, mayoritas ilmuwan menganggap penurunan CO2 sudah cukup untuk menjelaskan fenomena tersebut. Namun, penelitian terbaru ini mematahkan asumsi itu. Logikanya, jika hanya faktor CO2 yang bermain, seharusnya kedua kutub membeku dalam waktu yang hampir bersamaan secara simetris.

Prof. Thomas Gernon, Profesor Ilmu Kebumian di University of Southampton sekaligus penulis utama penelitian ini, menjelaskan bahwa proses geologi inilah yang memberikan 'keunggulan' bagi Antartika dibandingkan Kutub Utara.

"Jika penurunan kadar CO2 terjadi sendirian, Anda akan mengharapkan kedua kutub merespons secara lebih simetris. Sebaliknya, Antartika memperoleh keunggulan besar karena proses geologi mengangkat daratannya ke ketinggian yang lebih tinggi sehingga menjadi lebih dingin," ujar Gernon seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (9/7/2026).

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads