Jazirah Arab merupakan wilayah yang menjadi jejak sejarah peradaban Islam di muka bumi, utamanya karena menjadi tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Membentang di sejumlah negara kawasan Timur Tengah, saat ini Jazirah Arab merupakan kawasan yang didominasi kondisi geografis berupa gurun pasir.
Namun sebelum menjadi gurun, ternyata Jazirah Arab adalah wilayah yang subur. Penelitian mengungkap hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jazirah Arab Dahulunya Padang Rumput Hijau yang Dialiri Sungai-Sungai
Menukil Buku Pintar Sains dalam Al-Quran karya Nadiah Thayyarah, seorang ahli geologi terkemuka asal Jerman, Prof Alfred Kroner pernah menghadiri seminar geologi di Universitas King Abdul Aziz, Arab Saudi dan bertemu seorang dai muslim. Dalam pertemuan tersebut, seorang dai bernama Syekh Abdul Majid al-Zindani bertanya kepada Prof Alfred apakah para ahli geologi mengetahui kondisi geografis Jazirah Arab di masa lampau.
Prof Alfred menjelaskan para ahli geologi telah mengetahui bahwa kondisi Jazirah Arab dahulunya merupakan padang rumput hijau yang dialiri sungai-sungai dan menetapkannya sebagai kebenaran ilmiah. Ia kembali menjelaskan apabila dilakukan penggalian tanah di titik mana pun, akan ditemukan jejak-jejak yang menunjukkan bahwa Jazirah Arab dulunya merupakan tanah subur berupa padang rumput dan sungai-sungai.
Kemudian ia menyebutkan salah satu bukti, yakni ditemukannya jejak kampung hijau bernama al-Faw yang di bawah gurun pasir 'Rub al-Khali.
Jazirah Arab Mengalami Perputaran Zaman Es
Masih merujuk pada buku yang sama, Prof Alfred kembali menjelaskan para ahli geologi telah meneliti sejarah bumi di masa lampau dan menyimpulkan Jazirah Arab pernah mengalami fase pada zaman es. Fase zaman es merujuk pada fenomena ketika air laut dalam volume besar akan berkumpul di Kutub Utara yang beku, lalu bergerak perlahan menuju arah selatan. Pergerakan ini akan mempengaruhi tanah yang dilalui, termasuk Semenanjung Arab. Kondisi ini menyebabkan cuaca Jazirah Arab menjadi dingin, paling banyak dicurahi hujan, dan dialiri banyak sungai. Fenomena ini telah menjadi fakta ilmiah yang tak terbantahkan.
Rasulullah SAW Telah Mengetahui Kondisi Jazirah Arab di Masa Lampau
Menurut buku The Miracle of Science: Para Ilmuwan yang Menemukan Islam karya H. M. Yusuf bin Abdurrahman, kondisi Jazirah Arab di masa lampau telah diketahui oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
"Hari kiamat akan datang sampai negeri Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai."
Disebutkan pula bahwa proses pergeseran es itu terjadi di masa kini, ketika salju di Kutub Utara tengah bergerak pelan-pelan ke selatan mendekati Semenanjung Arab. Pada 2002 lalu, telah terjadi turunnya salju lebat di Arab Saudi, daerah gurun pasir yang sangat panas dengan matahari yang bersinar sepanjang hari. Salju yang ketebalannya mencapai 20 cm ini turun di daerah Tabuk, sekitar 1.500 kilometer dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Tak hanya itu, suhu di Yordania juga mencapai titik beku (0°C).
