Jabar Hari Ini: Aksi Pegawai SPPG Lawan Babi Hutan Agar Tak Serang Bocah

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 04 Agu 2026 22:00 WIB
Babi hutan serang warga kbb sampai terluka. (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026, dari mulai karyawan SPPG di Kuningan melawan babi hutan agar tak serang anak-anak hingga hiu tutul mati di Pantai Batukaras, Pangandaran.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

⁠Karyawan SPPG Korbankan Diri Agar Babi Hutan Tak Serang Anak-anak

Seorang pria diseruduk babi hutan di gang sempit permukiman warga hingga terjatuh. Babi yang berukuran besar membuat warga yang memakai kaus dan celana hitam tersebut tersungkur karena menahan babi agar tidak lepas.

Warga desa yang menahan babi tersebut adalah Anasikin atau biasa dipanggil Anas (28), warga Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan yang berprofesi sebagai relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Subang. Anas membenarkan bahwa orang yang dalam video tersebut adalah dirinya yang terjadi pada Minggu (3/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

Anas memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika ia sedang berada di rumah bersama dengan kakaknya. Kala itu, kakaknya mendengar suara tabrakan motor. Karena dikira ada kecelakaan, kakak Anas langsung keluar untuk membantu orang yang dikiranya sedang mengalami kecelakaan.

Namun, saat keluar bukan kecelakaan kendaraan yang terjadi, tetapi satu ekor babi berukuran besar sedang berlari menuju ke arahnya. Karena panik, sang kakak langsung lari dan berteriak meminta bantuan. Melihat kondisi kakaknya sedang dikejar babi, dan babi mengarah ke area anak-anak, Anas langsung keluar rumah dan berinisiatif untuk menahan laju babi tersebut.

"Awalnya mah si babi lagi diburu di hutan, larinya ke kampung, terus nabrak motor lah, dikirain orang kecelakaan, soalnya pas udah nabrak motor tuh ada suara 'ya Allah tolong'. Nah si teteh niatnya mau bantuin takutnya yang jatuh dari motor tuh parah, eh tahunya babi. Langsung ngejar lah si babi. Lihat si teteh di kejar babi langsung saya tahan babinya, soalnya kalau nggak di tahan mah si teteh malah yang kena, mana ada anak-anak juga, soalnya kejadiannya di depan rumah banget," kata Anas hari ini.

Karena babi yang ganas dan kuat, Anas kemudian tersungkur. Menurut Anas, sebelum tersungkur dirinya sudah menahan babi tersebut selama 10 sampai 15 menit sambil menunggu warga berdatangan. Di saat menahan agar babi tidak lari dan menyerang bagian badan lain, membuat kaki Anas terkena gigitan dan tajamnya taring babi.

Anas memaparkan bahwa dirinya sudah bisa lepas dari cengkeraman babi tersebut ketika warga sudah mulai berdatangan dan menusuk babi tersebut dengan menggunakan tombak. Saat mulai lengah, dengan sisa tenaga yang ada, Anas langsung berjalan menuju ke dalam rumahnya.

"Soalnya dari awal saya kena serang sampai ada yang mulai menolong tuh ada sekitar 10 sampai 15 menitan. Karena kebetulan lagi musim panen, jadi kebanyakan orang lagi pada ke sawah. Jadi lukanya juga keburu banyak. Pas kena tombak baru pada bilang ke saya buat bangun. Soalnya babinya sudah nggak bisa maju lagi. Nah di situ lah saya sekuat tenaga biar saya bisa bangun, soalnya kondisinya masih berpacu sama adrenalin, jadi badan tuh lemes banget," tutur Anas.

Meski berhasil meloloskan diri, namun, akibat kejadian tersebut Anas mengalami luka di bagian kaki akibat digigit dan terkena taring babi. Meski tidak sampai dijahit, luka tersebut membuat Anas kesulitan berjalan dan izin bekerja selama beberapa hari.

"Kalau untuk luka mah, ada 3 titik yg lukanya bisa dibilang cukup parah, tapi kata nakesnya ini mah nggak papa nggak dijahit juga katanya. Cuman belum disuntik, soalnya babinya harus hidup buat diambil sampelnya katanya, tapi karena babinya udah nggak ada. Jadi sampe sekarang belum disuntik. Katanya sudah diajukan ke pusatnya nanti kalau obat sunti nya sudah ada langsung dikabari. Kerjanya Relawan MBG di desa saya. Kemungkinan mah minimal izin kerja seminggu," tutur Anas.

Anas mengaku bahwa ia melakukan aksi nekat tersebut didorong karena ingin melindungi kakaknya dan anak-anak yang ada di sekitar rumahnya agar tidak diseruduk babi. Ia berharap, ke depan semoga kejadian babi masuk permukiman warga tersebut tidak terulang lagi.

"Alasannya karena kalo semisalnya teteh saya yang kena atau anak anak yang kena, pasti bakalan lebih parah dari saya. Harapannya mah paling semoga kedepannya nggak ada korban lainnya yang seperti saya, semoga cukup sampai saya saja sudah, jangan ada lagi korban lainnya," tutur Anas.

Sementara itu, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Subang, Sujana memaparkan bahwa meski masih sulit berjalan, namun kondisinya sudah mulai membaik. Ia juga membenarkan bahwa Anas merupakan salah satu relawan MBG di Desa Subang.

"Iya (relawan MBG). Alhamdulillah tadi sehabis jenguk, cuman dia masih sulit jalan karena di dampal kakinya itu ada luka, jadi kalau ditekan agak sakit katanya gitu. Untungnya nggak sampai dijahit, " pungkas Sujana.

Viral Pembacokan Sadis di Garut, Wajah Korban Hancur Ditebas Golok

Seorang pria asal Garut menjadi korban pembacokan sadis yang diduga dilakukan oleh kerabatnya sendiri. Korban mengalami luka parah di sekujur tubuh dan kini dikabarkan kritis di rumah sakit.

Aksi pembacokan yang dialami oleh seorang pria berinisial RA itu terjadi pada Senin (3/8) petang sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Garut.

Kasusnya pertama kali diketahui publik setelah salah seorang warga merekam aksi pembacokan sadis tersebut dan menyebarkannya di media sosial.

"Daerah Warpeut euy... pembacokan. Kabur. Jadi saksi banget ini mah," ungkap wanita perekam video.

Video berdurasi 12 detik itu menampilkan momen seorang pria yang tengah terkapar di pinggir jalan. Pria yang tampak penuh luka itu terlihat ditolong dua orang lainnya.

Yang membuat kasus ini mengerikan, selain video, beredar juga sejumlah dokumentasi berbentuk foto saat korban dibawa ke rumah sakit.

Dalam foto-foto itu, seperti dilihat detikJabar, Selasa pagi, terlihat bahwa korban mengalami luka bacok di bagian wajah, tangan, badan hingga kepala yang cukup parah.

Pelaku kemudian kabur setelah kejadian. Sementara korban langsung dibawa ke IGD RSUD dr. Slamet Garut untuk mendapatkan penanganan medis dari tim dokter.

Kejadian ini sendiri dibenarkan oleh pihak Polres Garut. Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi menuturkan, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Slamet Garut.

"Untuk pelaku sudah dalam penanganan Sat Reskrim Polres Garut. Kasusnya sedang diselidiki," ungkap Adi kepada detikJabar, hari ini.

Kapolsek Banyuresmi Kompol Aben Nurhidayat menyebut kejadian bermula dari cekcok antara pelaku dan korban.

"Sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku yang baru selesai sholat berpapasan dengan korban yang sedang kencing. Saat itu, korban berkata, 'naon melong' kepada pelaku hingga berujung pertikaian," ungkap Aben.

Cekcok petang itu menjadi puncak gunung es konflik antara Ricky dan B. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, keduanya sudah lama bersitegang terkait masalah keluarga. Ricky sendiri merupakan keponakan dari B.

Malam itu, B yang diduga menyimpan dendam kesumat bergegas masuk ke rumah untuk mengambil sebilah golok. Menurut Aben, pelaku lantas menghampiri Ricky yang tengah nongkrong di pinggir jalan dalam kondisi mabuk, lalu menebasnya berkali-kali.

"Korban dibacok secara membabi-buta oleh pelaku. Setelah melakukan aksi pembacokan, pelaku kemudian melarikan diri," ujar Aben.

Insiden tersebut berdampak serius bagi Ricky. Ia mengalami luka parah di sekujur tubuh, mulai dari wajah, kepala bagian belakang, pinggang, hingga bagian samping tubuh akibat sabetan golok yang diayunkan B.

Ricky segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, B melarikan diri usai membacok korban. Personel Polsek Banyuresmi yang menerima laporan kejadian langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Beberapa jam berselang, polisi berhasil mengendus keberadaan B. Ia ditemukan bersembunyi di balik tanaman jagung di kebun belakang rumah korban. B kemudian digiring petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kasusnya saat ini sudah kami serahkan ke Polres Garut untuk ditangani lebih lanjut oleh penyidik dari Sat Reskrim Polres Garut," pungkas Aben.




(wip/sud)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB