Aksi pembacokan sadis melukai seorang pria berinisial RA (Ricky) di kawasan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (3/8) petang. Korban ambruk bersimbah darah usai ditebas berkali-kali menggunakan sebilah golok oleh kerabatnya sendiri, B, yang merupakan paman korban.
Peristiwa mengerikan ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial saat korban terkapar menanti pertolongan. Polisi bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku yang bersembunyi di kebun jagung tak lama setelah kejadian.
Berikut 6 fakta lengkap terkait kasus pembacokan sadis di Garut yang dirangkum detikJabar, Selasa (4/8/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Aksi Sadis Terekam Video Warga hingga Viral
Peristiwa penganiayaan berat ini mendadak gempar di media sosial setelah beredar rekaman video berdurasi 12 detik di lokasi kejadian. Warga yang menyaksikan peristiwa itu merekam momen mencekam saat korban terkapar di pinggir jalan.
"Daerah Warpeut euy... pembacokan. Kabur. Jadi saksi banget ini mah," ungkap wanita perekam video.
2. Korban Menderita Luka Parah di Sekujur Tubuh
Akibat sabetan senjata tajam yang dilayangkan pelaku secara bertubi-tubi, korban mengalami kondisi kritis. Sejumlah dokumentasi foto memperlihatkan keparahan luka yang dialami korban di bagian vital.
"Untuk pelaku sudah dalam penanganan Sat Reskrim Polres Garut. Kasusnya sedang diselidiki," ungkap Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi kepada detikJabar, Selasa pagi.
3. Dipicu Kalimat 'Naon Melong' Saat Buang Air Kecil
Kapolsek Banyuresmi Kompol Aben Nurhidayat menjelaskan, insiden berdarah ini tersulut secara mendadak saat pelaku baru selesai menunaikan ibadah dan berpapasan dengan korban yang sedang buang air kecil.
"Sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku yang baru selesai sholat berpapasan dengan korban yang sedang kencing. Saat itu, korban berkata, 'naon melong' kepada pelaku hingga berujung pertikaian," ungkap Aben kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
4. Pelaku Merupakan Paman Korban dan Punya Dendam Lama
Pertikaian petang itu ternyata membakar kembali perselisihan lama di antara keduanya. Pelaku yang merupakan paman korban tersulut emosi, terlebih korban saat itu dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
"Korban dibacok secara membabi-buta oleh pelaku. Setelah melakukan aksi pembacokan, pelaku kemudian melarikan diri," ujar Aben.
5. Korban Ditebas Berkali-kali Menggunakan Golok
Pelaku B yang tersulut emosi mengambil sebilah golok dari dalam rumah lalu mendatangi korban yang tengah nongkrong. Sabetan golok mengincar area wajah, kepala belakang, pinggang, hingga samping tubuh korban.
6. Pelaku Ditemukan Sembunyi di Kebun Jagung
Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi. Namun, persembunyian pelaku tidak bertahan lama setelah personel kepolisian menyisir area sekitar TKP.
"Kasusnya saat ini sudah kami serahkan ke Polres Garut untuk ditangani lebih lanjut oleh penyidik dari Sat Reskrim Polres Garut," pungkas Aben.
(sya/sud)
