Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seseorang yang diseruduk babi di gang sempit permukiman warga hingga terjatuh. Babi yang berukuran besar membuat warga yang memakai kaus dan celana hitam tersebut tersungkur karena menahan babi agar tidak lepas.
Warga desa yang menahan babi tersebut adalah Anasikin atau biasa dipanggil Anas (28), warga Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan yang berprofesi sebagai relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Subang. Anas membenarkan bahwa orang yang dalam video tersebut adalah dirinya yang terjadi pada Minggu (3/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Anas memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika ia sedang berada di rumah bersama dengan kakaknya. Kala itu, kakaknya mendengar suara tabrakan motor. Karena dikira ada kecelakaan, kakak Anas langsung keluar untuk membantu orang yang dikiranya sedang mengalami kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat keluar bukan kecelakaan kendaraan yang terjadi, tetapi satu ekor babi berukuran besar sedang berlari menuju ke arahnya. Karena panik, sang kakak langsung lari dan berteriak meminta bantuan. Melihat kondisi kakaknya sedang dikejar babi dan babi mengarah ke area anak-anak, Anas langsung keluar rumah dan berinisiatif untuk menahan laju babi tersebut.
"Awalnya mah si babi lagi diburu di hutan, larinya ke kampung, terus nabrak motor lah, dikirain orang kecelakaan, soalnya pas udah nabrak motor tuh ada suara "ya Allah tolong". Nah si teteh niatnya mau bantuin takutnya yang jatuh dari motor tuh parah, eh taunya babi. Langsung ngejar lah si babi. Liat si teteh di kejar babi langsung saya tahan babinya, soalnya kalo nggak di tahan mah si teteh malah yang kena, mana ada Anak-anak juga, soalnya kejadiannya di depan rumah banget," tutur Anas, Selasa (4/8/2026).
Karena babi yang ganas dan kuat, Anas kemudian tersungkur. Menurut Anas, sebelum tersungkur dirinya sudah menahan babi tersebut selama 10 sampai 15 menit sambil menunggu warga berdatangan. Di saat menahan agar babi tidak lari dan menyerang bagian badan lain, membuat kaki Anas terkena gigitan dan tajamnya taring babi.
Anas memaparkan bahwa dirinya sudah bisa lepas dari cengkeraman babi tersebut ketika warga sudah mulai berdatangan dan menusuk babi tersebut dengan menggunakan tombak. Saat mulai lengah, dengan sisa tenaga yang ada, Anas langsung berjalan menuju ke dalam rumahnya.
"Soalnya dari awal saya kena serang sampe ada yang mulai menolong tuh ada sekitar 10 sampai 15 menitan. Karena kebetulan lagi musim panen, jadi kebanyakan orang lagi pada ke sawah. Jadi lukanya juga keburu banyak. Pas kena tombak baru pada bilang ke saya buat bangun. Soalnya babinya sudah nggak bisa maju lagi. Nah di situ lah saya sekuat tenaga biar saya bisa bangun, soalnya kondisinya masih berpacu sama adrenalin, jadi badan tuh lemes banget," tutur Anas.
Meski berhasil meloloskan diri, namun, akibat kejadian tersebut Anas mengalami luka di bagian kaki akibat digigit dan terkena taring babi. Meski tidak sampai dijahit, luka tersebut membuat Anas kesulitan berjalan dan izin bekerja selama beberapa hari.
"Kalau untuk luka mah, ada 3 titik yg lukanya bisa dibilang cukup parah, tapi kata nakesnya ini mah nggak papa nggak dijahit juga katanya. Cuman belum disuntik, soalnya babinya harus hidup buat diambil sampelnya katanya, tapi karena babinya udah nggak ada. Jadi sampe sekarang belum disuntik. Katanya sudah diajukan ke pusatnya nanti kalau obat sunti nya sudah ada langsung dikabari. Kerjanya Relawan MBG di desa saya. Kemungkinan mah minimal izin kerja seminggu," tutur Anas.
Anas mengaku bahwa ia melakukan aksi nekat tersebut didorong karena ingin melindungi kakaknya dan anak-anak yang ada di sekitar rumahnya agar tidak diseruduk babi. Ia berharap, ke depan semoga kejadian babi masuk permukiman warga tersebut tidak terulang lagi.
"Alasannya karena kalo semisalnya teteh saya yang kena atau anak anak yang kena, pasti bakalan lebih parah dari saya. Harapannya mah paling semoga kedepannya nggak ada korban lainnya yang seperti saya, semoga cukup sampai saya saja sudah, jangan ada lagi korban lainnya," tutur Anas.
Sementara itu, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Subang, Sujana memaparkan bahwa meski masih sulit berjalan, namun kondisinya sudah mulai membaik. Ia juga membenarkan bahwa Anas merupakan salah satu relawan MBG di Desa Subang.
"Iya (relawan MBG). Alhamdulillah tadi sehabis jenguk, cuman dia masih sulit jalan karena di dampal kakinya itu ada luka, jadi kalau ditekan agak sakit katanya gitu. Untungnya nggak sampai dijahit, " pungkas Sujana.
(yum/yum)
