Pilu SLB di Bandung Terancam Gulung Tikar

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 29 Jul 2026 10:30 WIB
Suasana SLB B Karya Bhakti di Babakan Surabaya, Kiaracondong, Kota Bandung yang terancam gulung tikar. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Nasib memilukan kini sedang dialami SLB B Karya Bhakti. Sekolah untuk anak-anak istimewa yang berlokasi di Jalan Persaudaraan Nomor 35 Hantap, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung itu terancam gulung tikar karena memiliki sejumlah permasalahan.

Saat detikJabar berkunjung, Selasa (18/7/2026), kondisi ruang belajar di SLB Karya Bhakti jauh dari kata yang layak. Ruang kelasnya sempit, atapnya bocor dan kerap kebanjiran saat diguyur hujan, plus lingkungannya yang kurang optimal karena berada di tengah-tengah kawasan padat penduduk.

SLB B Karya Bhakti saat ini tercatat memiliki 16 murid tingkatkan SD, SMP dan SMA luar biasa. Siswanya adalah disabilitas intelektual atau hambatan intelektual, disabilitas fisik, teman tuli, disabilitas wicara, penyandang autis dan down syndrome.

Karena minimnya siswa, sekolah tersebut berpotensi ditutup lantaran tidak bakal mendapat bantuan operasional sekolah (BOS). Apalagi, selama berdiri sejak 2003, SLB B Karya Bhakti hanya bisa menyewa lahan untuk keperluan belajar mengajar, ditambah lahan yang saat ini belum diketahui tentang kejelasannya.

"Untuk keadaan sekarang, kita masih bertahan dari situasi yang memang agak sulit untuk mencari murid. Terus yang menjadi problem itu suasana di lingkungan ini, ini menjadi nilai minus buat kita. Makanya penambahan siswa di sini kurang bertambah seperti di sekolah lain, karena memang sulit berkembang secara infrastruktur," kata guru SLB B Karya Bhakti, Deni Gusmawan.

Suasana SLB B Karya Bhakti di Babakan Surabaya, Kiaracondong, Kota Bandung yang terancam gulung tikar. Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar

Selama ini, kata Deni, sekolah masih mendapat BOS dari pemerintah. Bantuan ini lah yang menjadi penyambung hidup demi proses pembelajaran bagi anak-anak disabilitas.

Deni tentu punya harapan agar SLB B Karya Bhakti tetap bisa dipertahankan. Meski setiap tahun harus menyewa lahan, ada panggilan hati dari para guru di sana untuk mengajar anak-anak istimewa.

"Ke depan, yang kami harapkan adalah memiliki infrastruktur yang bisa mengakomodasi semua yang ingin kami capai. Impian kami bukan hanya bertahan di sini, tetapi juga ingin berkembang dan mengembangkan cita-cita sekolah ini. Karena ada beberapa kondisi yang membuat murid-murid tidak diterima di sekolah lain. Misalnya karena ke-disabilitasan-nya, mereka mungkin tidak mampu menanganinya," ucapnya.

"Di sini kami menerima semuanya, walaupun berdampak pada daya tampung sekolah yang menjadi lebih kecil. Ada siswa yang memang membutuhkan satu guru untuk satu anak, sedangkan di sekolah lain satu kelas bisa berisi empat anak," tambahnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Karya Bhakti, Ummy Latifah mengatakan, saat ini, yayasan sedang mengusahakan relokasi sekolah ke tempat lain. Meskipun harus menyewa lahan kembali, yayasan sedang berkomitmen agar proses belajar mengajar itu tetap berjalan.

"Harapannya relokasi, tapi di sekitar sini yah dan yang lebih layak, lingkungannya lebih baik. Semoga fasilitas juga terpenuhi, murid nambah biar ada bantuan dari pemerintah," pungkasnya.




(ral/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB