Tamu Tak Kasat Mata Mengetuk Bandung

Tamu Tak Kasat Mata Mengetuk Bandung

Baban Gandapurnama, Yudha Maulana - detikJabar
Minggu, 13 Sep 2026 14:38 WIB
Ilustrasi suara dentuman (Mental Floss)
Ilustrasi suara dentuman. (Foto: Mental Floss)
Bandung -

Antara aktivitas Anak Krakatau, dinamika atmosfer, dan catatan sejarah, tulisan ini mengulas hipotesis penjalaran gelombang seismik-akustik lintas 258 kilometer, menepis mitos kegempaan lokal dan antariksa, serta menyelami literatur fisika atmosfer dari Verbeek 1885 hingga Matoza 2022.

Teka-teki penjalaran suara Selat Sunda ke tanah Priangan memberi sudut pandang baru tentang kerentanan sekaligus keagungan alam. Suara dentuman yang melompat ratusan kilometer melintasi daratan bukan lagi sekadar mitos gemuruh masa lalu, melainkan manifestasi nyata dari perpaduan sempurna antara geologi kawah, arsitektur atmosfer, dan morfologi cekungan bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam itu, alam seolah memperlihatkan bagaimana sebuah kekuatan besar mampu hadir tanpa merusak, mengetuk kaca jendela dari jarak ratusan kilometer hanya untuk mengingatkan, bahwa di kepulauan vulkanik ini, keheningan malam dan letupan kawah selalu terhubung oleh benang-benang tak kasat mata di angkasa.



(bbp/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads