Jarum jam menunjukkan pukul 13.00 WIB lewat sedikit saat cuaca Bandung sedang menyengat. Kondisi ini membuat banyak pengendara motor memilih menepi dan berteduh di bawah rindangnya pepohonan Taman Radio demi menghindari terik matahari.
Para pengendara memarkirkan motornya di atas trotoar. Mereka tampak asyik berbincang dengan pengendara lain sembari duduk di kursi-kursi baru yang tersedia di area taman tersebut.
Hal itu pula yang dilakukan Dikdik (25), seorang kurir paket asal Cigadung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istirahat dulu, tadi abis antar paket ke Jalan Aceh. Ini masih ada beberapa paket lagi, buat diantar ke Ciumbuleuit, tapi cuaca panas banget, jadi istirahat dulu," kata Dikdik kepada detikJabar, Selasa (28/7/2026).
Dikdik menuturkan, suasana Taman Radio yang berada di Jalan Ir H Djuanda atau Dago ini nyaman untuk digunakan berteduh atau sekadar istirahat sejenak selepas berkendara.
"Suasana tamannya enak, pohonnya besar, dingin tempatnya, enak buat beristirahat," ujarnya.
Hal serupa dilakukan Dandi (34). Pengendara ojek online asal Cicendo ini mengaku sengaja menepikan kendaraannya di taman tersebut untuk beristirahat sekaligus menunggu penumpang.
"Sambil nunggu penumpang, enak suasananya, dingin," ujarnya.
Taman Radio Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar). |
Sekadar diketahui, Taman Radio dulunya merupakan Taman Flexi. Penamaan Taman Radio ini dilakukan pada 2017 lalu oleh Wali Kota Bandung yang kala itu dijabat Ridwan Kamil.
Kondisi ini cukup disayangkan lantaran banyak sampah berserakan di sekitar taman, salah satunya di area trotoar. Sampah kemasan makanan tersebut dibuang sembarangan, bahkan hingga ke aliran air.
Evi, salah satu pegiat radio di Kota Bandung mengatakan, perubahan nama Taman Flexi ke Taman Radio dilakukan oleh Ridwan Kamil untuk mewadahi komunitas radio di Kota Bandung.
"Dulu suka digunakan Bung nongkrong komunitas radio, sekarang sudah gak ada lagi. Fungsi tamannya, seperti taman pada umumnya akhirnya," ujarnya.
Bahkan menurut Evi, unit OB Van radio di Kota Bandung pernah mangkal di Taman Radio. Namun, aktivitas tersebut dihentikan karena memicu kemacetan.
"Pernah pada nongkrong di sana, namun karena buat macet jadi gak pakai lagi," ujarnya.
Evi menyayangkan banyaknya sampah yang berserakan di taman itu. Ia meminta Pemkot Bandung untuk memantau keamanan dan ketertiban di lokasi tersebut.
"Harus dibersihkan tamannya dan diimbau yang buang sampah sembarangan agar taman ini bersih dan nyaman dikunjungi," ujar Evi.
(wip/mso)

