Warga dan pedagang di sekitar Pasar Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak geger pada Minggu (13/9/2026) siang. Seekor ular sanca batik berukuran besar terlihat merayap di aliran sungai dangkal berbatu yang dipenuhi sampah, persis di bawah jembatan penghubung pasar dengan permukiman warga.
Kemunculan reptil tersebut sontak menyedot perhatian. Puluhan warga, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, tampak berjejer memadati pagar jembatan dan bibir tanggul tembok untuk menyaksikan proses penangkapan dari atas.
Salah seorang saksi mata di lokasi, Yayan, mengaku kaget saat melihat ular tersebut meliuk perlahan di antara sela-sela bebatuan sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi awalnya lagi ramai orang lalu-lalang di jembatan, tiba-tiba ada yang teriak lihat ular gede banget di bawah sungai lagi meliuk di sela batu. Pas dilihat ke bawah, benar aja badannya panjang dan motif batiknya kelihatan jelas. Langsung bikin geger warga sama orang-orang pasar," ujar Yayan di lokasi kejadian.
Ular Sanca Batik 3 meter di bawah jembatan Pasar Palabuhanratu Foto: Syahdan Alamsyah |
Khawatir ular tersebut membahayakan warga maupun anak-anak di permukiman padat penduduk, temuan itu segera dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran.
"Posisinya kan pas di bawah jembatan perbatasan kampung sama pasar, jalurnya ramai. Takutnya masuk ke gorong-gorong terus nyelonong ke rumah warga atau lapak pedagang. Makanya warga inisiatif langsung telepon Damkar biar cepat ditangkap," imbuh Yayan.
Setelah mendapat informasi tersebut, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos 1 Palabuhanratu langsung bergegas menuju lokasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup alot dan menegangkan. Petugas berseragam biru dan kuning bersama warga turun langsung menginjak bebatuan sungai yang licin untuk menyergap ular tersebut.
Menggunakan tongkat penjepit (snake tongs), petugas sempat beradu tarik karena tubuh sanca yang kekar terus menggeliat melawan.
Setelah leher dan kepalanya berhasil dikunci dan diamankan secara manual menggunakan sarung tangan pelindung, ular tersebut dibopong bersama-sama menaiki dinding tanggul pembatas.
Ular kemudian digiring ke area pasar untuk dimasukkan ke dalam karung pengaman.
Ular Sanca Batik Diperkirakan 3 Meter
Kepala Danpos 1 Damkar Palabuhanratu, Amirudin Haq, membenarkan adanya operasi penyelamatan hewan (animal rescue) tersebut.
"Laporan awalnya dari warga, lalu Pak Kasi, Pak Tatang mengontak ke pos dan tim langsung meluncur ke TKP untuk penanganan bersama anggota," kata Amirudin saat dikonfirmasi.
Menurut Amirudin, keberadaan ular sanca di perbatasan Kampung Gumelar RT 002 RW 001 tersebut dinilai membahayakan dan memicu keresahan lingkungan sekitar.
"Sangat membahayakan, makanya langsung kita evakuasi secepatnya. Ularnya jenis sanca batik, estimasi panjangnya sekitar 2,5 sampai 3 meter, bahkan kalau ditarik lurus bisa mendekati 4 meter," jelasnya.
Selepas dievakuasi, ular tersebut langsung dibawa ke Kantor Damkar Pos 1 Palabuhanratu untuk diamankan.

