300 Becak Listrik Dibagikan di Majalengka, Nanik: Jangan Dijual!

300 Becak Listrik Dibagikan di Majalengka, Nanik: Jangan Dijual!

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Minggu, 13 Sep 2026 14:30 WIB
Pembagian becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Majalengka.
Pembagian becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan)
Majalengka -

Sebanyak 300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto dibagikan kepada pebecak di Kabupaten Majalengka. Para penerima diminta menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang aktivitas mencari nafkah.

Pembagian becak listrik itu berlangsung di halaman Kantor BKPSDM Majalengka, Minggu (13/9/2026). Becak listrik tersebut diberikan kepada pebecak yang memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat.

Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S Deyang mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Prabowo kepada para pebecak, terutama mereka yang sudah lanjut usia dan masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nanik, program becak listrik tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden. Saat itu, Prabowo disebut memesan becak listrik menggunakan dana pribadi.

ADVERTISEMENT

"Becak listrik ini merupakan bantuan dari Bapak Presiden Prabowo. Tapi ini sebetulnya bukan karena beliau menjadi Presiden kemudian baru (memberikan bantuan becak listrik). Sebetulnya becak listrik ini diberikan sejak tahun 2023, Juni 2023 sudah mulai," kata Nanik kepada detikJabar.

Nanik menjelaskan, pada awal program tersebut Prabowo memesan 1.000 unit becak listrik menggunakan dana pribadi. Namun, baru sekitar 450 unit yang dapat direalisasikan. Pengadaan kemudian berlanjut setiap tahun dan produksinya yang semula dilakukan di PT LEN kemudian beralih ke PT Pindad.

Nanik mengatakan, perhatian tersebut diberikan karena banyak pebecak di Indonesia yang sudah berusia lanjut. Mereka masih harus mengayuh becak untuk mencari penghasilan di tengah persaingan dengan transportasi daring.

"Tadi kan ada yang 74 tahun, 75 tahun, bahkan ada yang 80 tahun, harus mencari nafkah di jalan. Dan bahkan kalau jalannya seperti ini, ini kan menguras tenaga. Apalagi harus bersaing sekarang dengan ojol, berat sekali," ujarnya.

Dengan becak listrik, kata Nanik, para pebecak diharapkan dapat tetap bekerja tanpa terlalu menguras tenaga. Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan menjadi aset bagi mereka.

"Pak Presiden Prabowo ingin di hari tua mereka itu punya aset mereka. Selama ini becak yang mereka naiki itu, kayuh itu kan nyewa," ucapnya.

Nanik mencontohkan biaya sewa becak kayuh di Bandung yang mencapai Rp10 ribu per hari. Menurutnya, biaya sewa tersebut tetap harus dibayar meski pebecak tidak mendapatkan penghasilan pada hari itu.

"Bayangkan kalau dalam satu hari mereka enggak bisa narik, artinya kan makin nombok. Padahal kadang mereka makan aja enggak bisa dalam satu hari," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Nanik secara tegas mengingatkan para penerima manfaat agar tidak menjual atau memindahtangankan becak listrik yang diterima.

"Jangan dijual!" tegas Nanik.

Ia mengatakan larangan tersebut tercantum dalam perjanjian yang ditandatangani antara pihak Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) sebagai penyalur bantuan dengan penerima manfaat.

Menurutnya, penerima telah menandatangani perjanjian di atas materai yang menyatakan becak listrik tersebut tidak boleh dipindahtangankan maupun diperjualbelikan.

"Ketika diberikan tadi ada syarat yang ditandatangani kedua belah pihak, yaitu pihak YGSN sebagai yang menyalurkan becak bantuan Presiden dengan pihak penerima, di mana di atas materai bahwa tidak boleh dipindahtangankan atau diperjualbelikan," jelasnya.

Nanik menyebut hingga saat ini telah lebih dari 12 ribu becak listrik yang disalurkan. Dari jumlah tersebut, baru ditemukan satu kasus becak bantuan yang diperjualbelikan di Cirebon.

"Alhamdulillahnya, jangan sampai terjadi lagi. Dari 12.000 lebih becak yang sudah kita salurkan, hanya satu kejadian di Cirebon. Semoga tidak di Majalengka," katanya.

Program tersebut, lanjut Nanik, masih akan terus berlanjut. Ia menyebut pada tahun ini terdapat pesanan 70 ribu unit becak listrik, namun baru sekitar 1.500 unit yang selesai diproduksi.

"Intinya Presiden ingin seluruh pebecak itu tidak mengontel lagi, semua pakai becak listrik," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan perhatian Presiden Prabowo terhadap para pebecak dinilai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Alhamdulillah, yang utama yang kami sampaikan dan mengucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat Majalengka, terutama abang-abang becak yang hari ini mendapatkan kepercayaan. Perhatian Pak Presiden terhadap abang-abang becak," kata Eman.

Eman mengatakan, para penerima bantuan merupakan pebecak berusia lanjut yang masih ingin bekerja. Karena itu, penggunaan becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik mereka saat mencari penghasilan.

"Beliau tahu persis, mereka tetap ingin berusaha, tapi bagaimana agar usahanya tetap jalan, menjadi abang becak jalan, tapi tidak begitu berisiko menguras tenaga. Makanya diberikanlah becak listrik," ujarnya.

Di sisi lain, Eman juga mengingatkan penerima agar menjaga amanah bantuan tersebut dan tidak memperjualbelikannya. "Harus amanah, karena ini tadi penerimanya abang becak berumur 50 tahun ke atas, syaratnya tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan," tuturnya.

Ia berharap becak listrik tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk membantu para pebecak meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

"Yakin kalau sudah amanah pasti ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat kita, abang-abang becak kita, harapannya bisa sejahtera," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads