Rasa trauma masih menyelimuti Nenek Uwar, salah seorang warga Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Nenek 67 tahun ini nekat melompat dari rumah panggungnya demi menyelamatkan diri saat api melalap permukiman warga pada Sabtu (25/7/2026) siang.
Uwar menceritakan, saat insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, dirinya sedang berada di dalam rumah bersama sang anak. Kepanikan pecah ketika ia melihat kepulan asap dan kobaran api mulai muncul dari area WC umum yang berada tak jauh dari kediamannya.
Tanpa berpikir panjang, Uwar nekat melompat keluar dari rumah untuk menyelamatkan nyawa serta meminta bantuan warga sekitar.
"Pas ada api di kamar mandi (WC umum), langsung loncat dari rumah buat minta tolong. Pas balik lagi, api udah di tengah-tengah lembur (kampung)," tutur Uwar kepada awak media.
Beruntung, rumah tinggalnya hanya mengalami kerusakan di beberapa bagian dan barang-barang berharga miliknya berhasil diselamatkan. Namun, Uwar harus merelakan 5 leuit (lumbung padi) milik keluarganya ludes terbakar tanpa sisa.
Padahal, persediaan padi tradisional di dalam lumbung tersebut merupakan cadangan pangan utama yang disimpan untuk kebutuhan bertahun-tahun.
"Rumah cuma sepotong yang kena, barang-barang alhamdulillah enggak terbakar. Tapi lima lumbung padi habis semua, padahal itu stok buat bertahun-tahun," ungkapnya dengan nada pasrah.
Rumah Ludes Terbakar dalam 15 Menit
Kepanikan senada juga dirasakan oleh warga lainnya, Dede. Saat insiden terjadi, ia tengah bertandang ke rumah tetangga. Hanya dalam hitungan menit, api dengan cepat merembet dan meratakan bangunan warga.
"Lagi berkunjung ke tetangga, tahu-tahu udah api besar. Dalam waktu 15 menit, ini semua habis," kata Dede.
Dede yang panik langsung berlari menyelamatkan empat anggota keluarganya yang terperangkap di dalam rumah. Meski seluruh keluarganya berhasil selamat melalui gang-gang kecil, rumah beserta seluruh isinya tak dapat diselamatkan.
"Alhamdulillah keluarga terselamatkan. Tapi rumah dan barang-barang habis semua. Anak saya mengajar di SD, dokumen penting seperti ijazah sampai surat P3K ikut terbakar," terangnya lesu.
(sya/sud)