Kabar Internasional

Beli Rumah Impian Berubah Jadi Kerajaan Ular

Sekar Aqillah Indraswari - detikJabar
Kamis, 23 Jul 2026 22:30 WIB
Ular yang ditemukan di dekat rumah Tyler dan Lauren Bouldin (Foto: Tiktok/ouroldhouse)
Jakarta -

Pasangan Tyler dan Lauren Bouldin semula mengira telah menemukan rumah impian di sebuah desa kecil berpenduduk sekitar 2.000 jiwa di Pennsylvania Tengah, Amerika Serikat. Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi kejutan besar setelah mengetahui rumah tersebut ternyata menjadi habitat puluhan ular.

Dilansir dari detikProperti, rumah seluas sekitar 557 meter persegi itu memiliki enam kamar tidur dan lima kamar mandi. Tyler dan Lauren membelinya dengan harga sekitar US$460.000 atau setara Rp8,2 miliar (kurs Rp17.890 per dolar AS).

Tak lama setelah menempati rumah tersebut, mereka mulai menyadari bahwa halaman hingga area sekitar rumah dipenuhi ular.

"Saat kami membeli rumah ini, kami tidak menyadari bahwa kami juga membeli populasi ular yang besar," canda Tyler dalam salah satu video yang diunggah di TikTok, seperti dikutip detikcom, Kamis (23/7/2026).

Keberadaan ular tidak hanya terlihat di pepohonan. Hewan melata itu juga kerap muncul di teras rumah, sudut taman, bawah pohon, hingga bekas kolam renang yang berada di halaman.

Pada awalnya, pasangan ini memilih membiarkan beberapa ular yang tidak berbisa, seperti ular hitam (black snake), tetap berkeliaran. Menurut mereka, ular tersebut justru membantu mengusir spesies yang lebih berbahaya, seperti ular Copperhead dan ular derik kayu (timber rattlesnake), agar tidak mendekati rumah.

Meski demikian, mereka tetap berupaya mencegah ular masuk ke dalam bangunan. Berbagai celah yang memungkinkan ular merayap ke rumah ditutup rapat. Mereka juga menghilangkan sumber makanan yang dapat menarik kehadiran ular, termasuk dengan memelihara dua ekor kucing untuk mengendalikan populasi tikus dan hewan pengerat lainnya.

Tak berhenti di situ, Tyler bahkan rutin menggunakan jasa penangkap ular untuk memindahkan ular-ular yang muncul di halaman ke kawasan hutan.

Selain itu, pasangan tersebut juga rajin membersihkan area yang menjadi tempat favorit ular bersembunyi, seperti tumpukan kayu lapuk, semak belukar, serta puing-puing di sekitar rumah.

"Kami menghabiskan waktu luang kami untuk membersihkan halaman, tembok batu, kebun, dan hutan dari puing-puing, tumpukan sampah, dan semak belukar," kata Tyler.

Kolam renang di rumah itu pun akhirnya dikorbankan. Menurut Tyler, terlalu banyak ular yang hidup di area tersebut sehingga penggunaan kolam dianggap berisiko.

"Kami menyingkirkan kolam renang bawah tanah kami karena berbahaya, memulihkan kolam dan memasang filter serta air mancur, dan menutup semua lubang di rumah dan lumbung, yang menjadi sarang tikus," ungkapnya.

Sebagai langkah terakhir, mereka menanam banyak tanaman mint di sekitar rumah karena aroma tanaman tersebut dipercaya tidak disukai ular.

Namun, setelah lima tahun tinggal di sana, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan. Hingga kini, Tyler dan Lauren masih hampir setiap hari menemukan ular berkeliaran di sekitar rumah mereka.

Artikel ini sudah tayang di detikProperti, selengkapnya di sini



Simak Video "Video: Hunian Murah di Tebing Tinggi, Rusunawa Ini Disewa Rp 2.000 per Hari"

(aqi/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB