Pasangan Tyler dan Lauren Bouldin sangat senang saat membeli rumah impian mereka di desa yang hanya dihuni 2.000 orang di Pennsylvania Tengah. Namun, mereka tidak tahu jika rumah tersebut adalah sarang puluhan ular.
Dilansir New York Post, rumah tersebut cukup luas, yakni sekitar 557 meter persegi dengan enam kamar tidur dan lima kamar mandi. Mereka membeli rumah tersebut sekitar US$ 460.000 atau Rp 8,2 miliar (kurs Rp 17.890).
"Saat kami membeli rumah ini, kami tidak menyadari bahwa kami juga membeli populasi ular yang besar," canda Tyler dalam salah satu video yang diunggah di TikTok seperti dikutip detikcom pada Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ular-ular tersebut tidak hanya ada di pohon, tetapi sampai ke teras rumah. Dalam beberapa video, ditunjukkan ular tersebut ada di bawah pohon, pojok taman depan rumah, hingga di dalam bekas kolam renang.
Ular yang ditemukan di dekat rumah Tyler dan Lauren Bouldin Foto: Tiktok/ouroldhouse |
Awalnya mereka membiarkan ular-ular tersebut terutama yang tidak berbisa berkeliaran, sebagai contoh ular hitam. Alasannya ular jenis ini selain tidak mengancam, mereka juga bisa menjaga dari ancaman ular Copperhead dan ular derik kayu yang lebih berbisa agar tidak mendekat ke rumah.
Namun, akhirnya mereka memutuskan menutup semua celah di rumah yang bisa menjadi tempat ular-ular itu merayap masuk. Lalu, sumber makanan yang bisa menarik ular juga dihilangkan. Bahkan mereka memelihara dua kucing untuk membantu mengendalikan populasi hewan pengerat.
Tyler sampai langganan jasa "penangkap ular" untuk membantunya menangkap ular secara spontan di halaman rumahnya dan memindahkannya ke hutan.
Tidak hanya itu, mereka juga sering bersih-bersih terutama di area yang disukai ular, seperti kayu lapuk dan semak belukar.
"Kami menghabiskan waktu luang kami untuk membersihkan halaman, tembok batu, kebun, dan hutan dari puing-puing, tumpukan sampah, dan semak belukar," kata Tyler.
Mereka juga memutuskan tidak menggunakan kolam renang di rumah tersebut. Pasalnya banyak sekali ular yang hidup di sana dan apabila kembali digunakan khawatir ada ular yang masuk ke dalam.
"Kami menyingkirkan kolam renang bawah tanah kami karena berbahaya, memulihkan kolam dan memasang filter serta air mancur, dan menutup semua lubang di rumah dan lumbung, yang menjadi sarang tikus," ungkapnya.
Usaha terakhir yang mereka lakukan adalah menanam banyak mint karena tanaman ini dibenci oleh ular karena baunya.
Sayangnya setelah 5 tahun menetap di sana tidak ada perubahan berarti. Setiap hari mereka bisa menemukan banyak ular.

