Desir angin beterbangan dengan kencang bersama hiruk pikuk masyarakat yang begitu pesat. Deru mesin saling bersahutan di atas panasnya aspal yang membara.
Sibuknya langkah setiap manusia itu melintas dengan meriah melalui ruang-ruang perbatasan. Mereka penuh perjuangan melawan ganasnya jalanan demi sebuah harapan di rumah.
Perjuangan itu kerap dilalui melalui ruang gelap dan menakutkan di bawah jembatan tol Kopo, perbatasan Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung dan Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Kesan tidak baik itu tersaji kala melihat kondisinya yang memprihatinkan.
Jika hujan turun, jalan di bawah jembatan tol kerap dilanda banjir dan bau tidak sedap dari selokan. Kondisi itu memunculkan kesan menyeramkan dan membuat para pengendara tidak nyaman.
Dalam kondisi malam hari pun, di bawah jembatan tersebut tidak ada penerangan yang memadai. Sehingga, para pejuang nafkah yang melintas pun selalu dilanda rasa khawatir.
Melihat kondisi tersebut, kawasan di bawah jembatan tersebut kini mulai dilakukan penataan dan perbaikan. Area di bawah jembatan kini telah dicat ulang dan digambar langsung oleh seniman lokal.
Pada bagian trotoar, kini telah diaspal dan dipercantik dengan mulus. Kemudian, lokasi tersebut dilengkapi dengan tempat duduk permanen yang berbahan beton.
Pada bagian dinding penahan beton tol kini telah digambar dengan berbagai desain yang menarik. Di antaranya gambar kesenian tradisional Sunda, tokoh pewayangan, hingga gambar pemandangan kehidupan masyarakat di desa.
"Jadi hari ini kita itu akan melanjutkan penataan kawasan di underpass wilayah Kecamatan Margahayu di perbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," ujar Camat Margahayu Nur Hazanah, saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).
Simak Video "Video: Jalan Nasional Pascabencana Sumatera Pulih 100%, Jalan Daerah 90%"
(mso/mso)