Bupati Bandung Dadang Supriatna bergerak cepat meninjau lokasi ambruknya tanggul Sungai Cibanjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (16/4/2026). Area tersebut merupakan titik jatuhnya korban yang terbawa arus sungai, sementara empat warga lainnya dilaporkan selamat.
Dadang meninjau langsung titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ambruk saat dipijak oleh GL hingga korban terjatuh ke sungai. Selain itu, sejumlah jembatan di sekitar lokasi juga tak luput dari pengecekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai meninjau lokasi, Dadang menyambangi rumah duka GL dan Agus Sutisna yang berada tidak jauh dari aliran sungai. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban.
"Saya telah mendatangi Almarhum (Gina) yang tentunya kemarin kena musibah bencana, ambrolnya tanggul atau benteng yang mengakibatkan meninggal dunia," kata Dadang, saat ditemui di lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi saat remaja perempuan itu tengah melintas di jalan pinggir sungai. Tiba-tiba, TPT Sungai Cibanjaran ambruk sehingga korban seketika hanyut terbawa arus.
"Kejadiannya sekitar sekitar pukul setengah empat sore yang mana Pak Hersi (ayah Gina) juga ikut membantu menolong ya. Tapi memang kondisi dan situasi sangat tidak memungkinkan sehingga Neng Gina meninggal dunia," katanya.
Dadang menilai terdapat beberapa titik lokasi yang harus segera diperbaiki. Ia memastikan asesmen segera dilakukan dan pembangunan akan dijalankan secara pentahelix.
"Setelah saya tadi melihat sekilas bahwa memang ada beberapa lokasi yang ambrol dan ada dua jembatan yang harus diganti. Nah, maka saya minta kepada Pak Kadis PUTR untuk mengasesmen dan menganggarkan dan kalau bisa pentahelix," jelasnya.
Menurutnya, skema pentahelix tersebut akan melibatkan anggaran dari APBD Kabupaten Bandung, APBD Provinsi, hingga APBN. Dadang menyebut hal tersebut juga bisa didorong melalui kolaborasi pihak swasta maupun swadaya.
"Ini kita akan untuk percepat lagi. Saya minta yang ada yang ada tiang di tengah, ini harus pakai minial WF 400. Sehingga ini kekuatan tahan untuk jembatan ini bisa bisa maksimal. Pada akhirnya insyaallah akan bisa terjaga lalu lintas diantara dua desa ini, baik Desa Banjaran Kota dengan Desa Ciapus," ucapnya.
Dadang mengimbau warga Kabupaten Bandung untuk selalu waspada dan mencari tempat aman saat hujan deras mengguyur, guna mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa mendatang.
"Tentu ini menjadikan suatu itu gambaran bahwa dalam situasi kondisi cuaca yang tidak jelas ini kita akan lebih berhati-hati," pungkasnya.
(orb/orb)
