Menjaga Asa Literasi di Sekolah Pelosok Ciamis

Menjaga Asa Literasi di Sekolah Pelosok Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Kamis, 16 Jul 2026 15:00 WIB
Anak-anak siswa SDN 2 Salakaria sedang asyik membaca di perpustakaan sekolah.
Anak-anak siswa SDN 2 Salakaria sedang asyik membaca di perpustakaan sekolah. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Di balik tenangnya suasana perkampungan di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, semangat belajar para siswa SD Negeri 2 Salakaria tetap menyala. Meski berada jauh dari pusat kota dengan jumlah murid yang terbatas, anak-anak di sekolah ini tak pernah kehilangan gairah membaca.

Tak disangka, sekolah yang berjarak sekitar 40 menit dari pusat perkotaan Ciamis ini memiliki fasilitas memadai bagi anak didiknya. Meski berada di area perkebunan dan jauh dari hiruk-pikuk pemukiman, sekolah ini telah dilengkapi fasilitas internet hingga layar canggih Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pembelajaran modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SDN 2 Salakaria saat ini hanya memiliki total 32 murid dari seluruh tingkatan dengan dukungan delapan tenaga pengajar. Dalam hal inovasi, mereka tak mau kalah. Guna menumbuhkan minat baca, sekolah membiasakan siswa membaca buku di perpustakaan dua kali sepekan, yakni pada Kamis dan Sabtu.

"Anak-anak harus membaca buku di perpustakaan dua hari dalam seminggu. Setiap pagi-pagi juga anak dibiasakan membaca," ujar Maya Nurhidayah, guru SDN 2 Salakaria, Kamis (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

Maya mengatakan, SDN 2 Salakaria telah memiliki ruang perpustakaan khusus dengan koleksi buku yang cukup memadai. Hanya saja, ruangan tersebut kerap difungsikan sebagai ruang kelas karena keterbatasan bangunan.

Pantauan detikJabar di lokasi, ruang perpustakaan tersebut dilengkapi satu papan tulis dan deretan bangku belajar. Tampak sekitar lima siswa kelas 2 tengah asyik membaca buku cerita sejarah. Meski baru duduk di kelas 2, mereka mengaku sudah lancar membaca.

Maya menjelaskan minat baca para siswa terus tumbuh meski sekolah berada di wilayah pelosok. Menurutnya, koleksi buku di perpustakaan sudah cukup memadai sehingga setiap anak bisa mendapatkan bacaan sesuai kebutuhan mereka.

"Alhamdulillah, buku bacaan di perpustakaan cukup lengkap untuk anak-anak," ujar Maya.

Anak-anak siswa SDN 2 Salakaria sedang asyik membaca di perpustakaan sekolah.Anak-anak siswa SDN 2 Salakaria sedang asyik membaca di perpustakaan sekolah. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)

Selain mengandalkan buku cetak, sekolah juga memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran. Kendati belum memiliki perangkat Chromebook untuk mengakses buku digital, layar interaktif tersebut dinilai sangat membantu proses belajar-mengajar di kelas.

"Kalau Chromebook memang belum ada. Yang kami gunakan sekarang IFP, layarnya besar seperti televisi dan dipakai bergantian oleh siswa," katanya.

Menurut Maya, penggunaan IFP membuat suasana belajar lebih menarik serta mendorong siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Ia menegaskan, letak sekolah yang jauh dari pusat kota bukan menjadi hambatan bagi anak-anak untuk merengkuh ilmu pengetahuan.

"Walaupun sekolah kami di pelosok, anak-anak tetap punya kesempatan belajar dan menambah wawasan seperti sekolah lainnya," ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 2 Salakaria, Deni Purnama. Ia menyebut kemampuan membaca siswa terus mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, seluruh siswa yang kini duduk di kelas 2 sudah mampu membaca dengan lancar.

"Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah lancar membaca," kata Deni.

Deni menambahkan, perpustakaan sekolah terus dirawat agar tetap nyaman digunakan. Koleksi buku yang tersedia dibersihkan secara rutin setiap pekan agar kondisinya tetap terjaga dengan baik.

Meski demikian, sekolah hingga kini belum menerima bantuan Chromebook. Menurut Deni, salah satu syarat penerima bantuan tersebut adalah jumlah peserta didik minimal 50 orang, sementara SDN 2 Salakaria saat ini hanya memiliki 32 siswa.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads