SD di Ciamis Cuma Dapat 1 Murid Baru, Disdik Ungkap Penyebabnya

SD di Ciamis Cuma Dapat 1 Murid Baru, Disdik Ungkap Penyebabnya

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 15 Jul 2026 12:16 WIB
Suasana SDN 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis yang hanya mendapat 1 murid di tahun ajaran 2026/2027
Suasana SDN 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis yang hanya mendapat 1 murid di tahun ajaran 2026/2027 (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).
Ciamis -

SD Negeri 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, hanya menerima satu siswa baru pada PPDB tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis saat melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan hasil evaluasi di lapangan menunjukkan minimnya jumlah siswa bukan disebabkan oleh kualitas sekolah yang rendah. Menurutnya, faktor utama berasal dari kondisi demografi masyarakat di sekitar sekolah.

"Setelah kami evaluasi, ternyata bukan karena sekolah ini tidak berkualitas. Memang jumlah anak usia sekolah di lingkungan sini sudah sedikit. Banyak penduduk yang usianya sudah lanjut dan kawasan ini juga merupakan Kampung KB, sehingga jumlah kelahiran tidak banyak," kata Erwan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski hanya menerima satu siswa baru, Erwan menilai semangat para guru di SDN 2 Salakaria tetaptinggi. Bahkan, sekolah tersebut pernah menorehkan prestasi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

"Tadi kami melihat langsung, guru-gurunya tetap semangat. Sekolah ini juga punya prestasi, bahkan pernah menjadi juara tingkat provinsi. Artinya kualitas sekolah tetap terjaga meskipun jumlah siswanya sedikit," ujarnya.

Ia memastikan tidak ada perbedaan pelayanan antara sekolah yang memiliki banyak siswa dengan sekolah yang jumlah muridnya minim.

"Sedikit atau banyak siswanya, pelayanan pendidikan harus tetap sama. Justru dengan jumlah siswa yang sedikit, guru bisa memberikan perhatian yang lebih maksimal kepada peserta didik," ucapnya.

Erwan mengungkapkan, SDN 2 Salakaria bukan satu-satunya sekolah dengan jumlah murid yang sedikit. Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa sekolah dasar lainnya di Kabupaten Ciamis.

"Ada beberapa sekolah lain yang siswanya juga sedikit, seperti di wilayah Lakbok, Rancah, Ciamis dan beberapa daerah lainnya. Karena itu kami datang untuk memberi semangat kepada guru dan siswa agar tetap optimistis menjalankan proses belajar mengajar," katanya.

Menurut Erwan, hal terpenting bagi pemerintah adalah memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh layanan pendidikan, di mana pun mereka bersekolah.

"Orang tua memiliki hak memilih sekolah, baik SD negeri, SD swasta maupun Madrasah Ibtidaiyah. Tugas kami adalah memastikan layanan pendidikan tersedia dan terus ditingkatkan. Kalau masih ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi kami," jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Walaupun muridnya hanya satu orang, layanan pendidikannya tetap harus maksimal. Anak-anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas," tegas Erwan.

Monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis pada hari pertama masuk sekolah bertujuan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah libur kenaikan kelas berjalan lancar. Selain itu, Disdik Ciamis menerjunkan tim untuk mengecek pelaksanaan MPLS agar berlangsung aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana MPLS Murid Berkebutuhan Khusus di SLBN A Pajajaran"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads