Selama puluhan tahun, dunia sains meyakini bahwa biang kerok membekunya Antartika sekitar 34 juta tahun lalu hanyalah merosotnya kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Namun, sebuah rahasia besar dari perut Bumi akhirnya terungkap. Ternyata, ada peran krusial dari pergerakan lempeng benua dan proses geologi yang jauh lebih kompleks.
Studi terbaru yang dirilis dalam jurnal Science membeberkan fakta mengejutkan. Gelombang di mantel Bumi atau mantle waves ternyata berperan mengangkat daratan Antartika Timur. Proses ini membentuk deretan pegunungan dan dataran tinggi yang menjulang. Di ketinggian inilah, salju mampu bertahan sepanjang tahun hingga akhirnya membentuk lapisan es raksasa, jauh sebelum Kutub Utara mulai membeku.
Temuan ini tergolong unik. Pasalnya, Antartika mulai berubah menjadi wilayah beku saat suhu Bumi diperkirakan masih 5 derajat Celsius lebih hangat daripada kondisi sekarang. Di sisi lain, wilayah Arktik (Kutub Utara) baru memiliki lapisan es permanen jutaan tahun setelahnya. Perbedaan waktu yang jomplang ini sempat menjadi misteri besar dalam ilmu iklim dunia.
Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
(mso/mso)