Serba-serbi Warga

Kisah Rizal, Panglima Viking Palabuhanratu yang Jadi Andalan Pemancing

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 14:30 WIB
Rizal Faisal, Panglima Viking Palabuhanratu. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Suara kayu perahu yang berderak tertambat ke bibir dermaga, beradu dengan deburan ombak dan tiupan angin laut yang membawa aroma garam, menyambut siapa pun yang datang ke Dermaga 1 PPNP Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, siang itu.

Di antara kesibukan nelayan yang lalu lalang, Rizal Faisal (43) duduk tenang. Pria asli Palabuhanratu ini adalah sosok yang mengenal setiap jengkal perairan di sini layaknya punggung tangannya sendiri.

Bagi Rizal, dermaga ini bukan sekadar tempat mengais rezeki dari jasa penyewaan kapal bagi para pemancing. Di sini, ia harus melayani berbagai keinginan pelanggan yang datang dari luar daerah.

Saat ditanya mengenai harga sewa perahu yang kerap membuat wisatawan bertanya-tanya, ia memberikan penjelasan yang jujur tanpa polesan, apa adanya.

"Itu bervariasi sih, tergantung ininya apa namanya, tergantung jenis mesinnya juga, tergantung jenis kapalnya juga," tutur Rizal saat ditemui di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Kamis (9/7/2026).

Bagi pemancing yang mencari kenyamanan ekstra dengan kapal bermesin diesel, tarif yang dipatok Rizal pun menyesuaikan dengan fasilitas yang didapat. Ia menyebutkan angka yang menjadi patokan untuk perjalanan pulang-pergi.

"Ya kisaran Rp6 juta," ujarnya.

Untuk perahu biasa, Rizal merekomendasikan perahu jenis Congkreng untuk 5 orang juru mudi atau kapten.

"Tarifnya antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu perorang, namun menyesuaikan dengan spot mancing," jelasnya.

Meski persaingan usaha penyewaan kapal semakin ketat, Rizal tetap memandang bisnis ini dengan optimisme. Ia percaya potensi laut Pelabuhanratu masih sangat kuat untuk menarik minat para penghobi mancing dari berbagai kota besar.

"Sebetulnya sih masih menjanjikan ya, itu kan apalagi cuacanya bagus gitu kan, ikan juga banyak gitu," ungkapnya.

"Spot mancing di daerah Karang Hantu, Ujunggenteng, Karang Bolong. Jenis ikan GT, Tuna, kalau beruntung bisa dapat Marlin atau yang dikenal dengan nama lokal sini Jangilus," ujarnya menambahkan.

Panglima Viking Palabuhanratu

Di luar rutinitasnya di dermaga, Rizal memiliki sisi hidup lain yang tak kalah intens yakni sepak bola. Ia bukan sekadar penonton, melainkan sosok yang dihormati di kalangan suporter.

Sejak resmi diangkat menjadi Panglima Viking pada 2014, ia mendedikasikan waktu dan energinya untuk mendukung Persib Bandung. Saat disinggung mengenai seberapa lama ia telah mengemban tanggung jawab memimpin komunitas suporter tersebut, Rizal menjawab dengan singkat.

"Lumayan lama juga sih," jawabnya.

Kecintaannya pada Maung Bandung membawanya melakukan perjalanan lintas provinsi. Pengalaman paling berkesan baginya adalah saat harus menempuh jarak jauh hingga ke Madura demi mendukung langsung Persib berlaga melawan Madura United.

Hingga hari ini, semangat itu tak pernah surut. Ketika ia tak sempat hadir di stadion, Rizal akan mengumpulkan massa untuk mengadakan nonton bareng (nobar) di GOR Palabuhanratu.

Di balik citranya sebagai pria yang tangguh di laut dan militan di tribun stadion, Rizal adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab. Ia kini memikul amanah membesarkan tiga orang anak.

Kesibukannya memutar roda bisnis di dermaga menjadi ikhtiarnya untuk memastikan masa depan anak-anaknya. Saat ini, anak sulungnya sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah, sementara si bungsu masih bersekolah di tingkat dasar (SD).

Bagi Rizal, setiap hari di dermaga adalah tentang keseimbangan. Ia harus memastikan kapal-kapalnya siap berlayar, para pemancing pulang dengan senyum, dan di rumah, ia tetap menjadi sosok ayah yang bisa diandalkan. Peran-peran ini ia jalani dengan konsisten, menjaga napasnya tetap mengalir di tanah kelahirannya, Palabuhanratu.




(sya/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork