Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mempertanyakan data dari aktivis yang menyebutkan ada sekitar 100-200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berangkat secara ilegal ke Timur Tengah setiap pekannya.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur Deny Widya Lesmana mengatakan Disnakertrans selama ini kesulitan untuk mendapatkan data PMI yang berangkat secara nonprosedural atau ilegal.
"Tidak ada datanya, karena memang susah mendatanya. Mau pakai data transfer luar negeri atau pengiriman wesel kan tetap sulit," kata dia, Kamis (10/7/2026).
Oleh karena itu, dia mempertanyakan data dari aktivis yang menyebutkan ada 100-200 PMI ilegal berangkat ke Timur Tengah setiap pekan.
"Kalau memang benar, informasikan kepada kami. Supaya bisa diantisipasi bersama ke depannya," kata dia.
Dia menyebut, data pemberangkatan PMI asal Cianjur hanya mencapai 100 orang per bulan, dan mayoritas bekerja di Asia.
"Kalau dirata-ratakan hanya 25 orang per Minggu. Dengan kebanyakan di negara-negara Asia Tenggara, Jepang, dan Taiwan," kata dia.
Simak Video "Video Menaker Yassierli: Pekerja Indonesia Banyak Disukai karena Orangnya Santun"
(mso/mso)