Pemulangan PMI Ai Terganjal Konflik Libya Timur-Barat

Kabupaten Cianjur

Pemulangan PMI Ai Terganjal Konflik Libya Timur-Barat

Ikbal Slamet - detikJabar
Rabu, 01 Jul 2026 12:14 WIB
Ilustrasi TKI ilegal. (Gemini AI)
Ilustrasi PMI ilegal. Foto: (Gemini AI)
Cianjur -

Ai Juariah (48), Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) yang meminta pertolongan Presiden harus bersabar untuk dipulangkan ke tanah air. Pasalnya pemulangan PMI asal Cianjur itu terkendala konflik pemerintahan di Libya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Deny Widya Lesmana mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk segera memulangkan PMI Ai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut dia, berdasarkan surat yang diterima Disnaker Cianjur dari Kementerian P2MI, diketahui jika ada kendala dam proses pemulangan. Salah satunya kaitan konflik di Libya yang membuat administrasi pemulangan tersendat.

"Berdasarkan surat yang kami terima, diketahui kalau PMI Ai ini bekerja di Berganzi, Libya Timur. Sedangkan KBRI kita ada di Tripoli atau Libya Barat. Di Libya ada konflik dua pemerintahan antara Libya Timur dan Libya Barat. Sehingga KBRI Tripoli kesulitan untuk memulangkan Ai yang ada di Libya Timur," ujar dia, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Disnakertrans Cianjur dan P2MI akan terus berkoordinasi dengan KBRI agar PMI Ai bisa segera dipulangkan.

"Tetap akan kami pulangkan, tapi prosesnya akan memakan waktu. Kalau dari negara lain yang tidak berkonflik mungkin akan lebih cepat," kata dia.

Dia mengatakan, jika dipaksakan berangkat secara mandiri, dikhawatirkan akan ada denda dan permasalahan lain yang muncul. "Makanya tetap kita tempuh prosedur, meskipun jadi cukup lama pemulangannya," kata dia.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan PMI Ai saat ini dalam perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli.

"Sudah dalam pemantauan dan perlindungan KBRI. Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penyelesaian proses tersebut, sekaligus memastikan hak-hak perlindungan (Ai) tetap terpenuhi," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Video Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur dengan wajah bersimbah darah meminta pertolongan Presiden Prabowo dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi viral. Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan PMI ke Timur Tengah itu diduga alami luka lantaran terus bekerja dalam kondisi sakit.

Dalam video berdurasi 59 detik, itu perempuan yang berasal dari Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu tampak menangis meminta pertolongan.

Wajahnya pun dipenuhi darah yang mengalir dari bagian atas kepalanya. Bahkan pakaiannya pun dipenuhi darah yang terus keluar dari lukanya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads