Jeritan Petani Pangandaran: Biaya Bengkak Demi Selamatkan Padi

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 12:30 WIB
Kondisi sawah yang kekeringan di Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Pangandaran -

Petani di wilayah Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran mulai kesulitan mendapatkan aliran air. Kondisi itu terjadi lantaran musim kemarau yang sudah berjalan hampir satu bulan.

Kondisi ini dikhawatirkan mengancam masa produktif tanaman padi hingga berpotensi gagal panen. Pasokan air yang terhenti memaksa petani mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyedot air menggunakan mesin, yang berdampak pada membengkaknya biaya produksi.

Salah satu petani Ciganjeng, Surlia (61), mengaku terdampak kondisi pengairan yang mulai mengering akibat kemarau. Akibatnya, tanaman padi di sawahnya kini terancam gagal panen.

Berbagai cara ia lakukan agar air tetap mengalir ke tanaman padi yang dikelolanya, termasuk menambah biaya operasional untuk menyedot air dari sumber yang tersisa.

Menurutnya, kebutuhan air untuk mengairi sawah tersebut masih akan berlangsung hingga sekitar satu setengah bulan ke depan.

"Sudah lebih dari sebulan sawah saya kekurangan air. Padahal usia padi baru satu setengah bulan dan masih membutuhkan air hingga sekitar satu setengah bulan lagi," kata Surlia, Selasa (8/7/2026).

Simak Video "Akar Kemitraan Untuk Masa Depan"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork