Jabar Hari Ini: Munculnya Buaya 4 Meter di Aliran Sungai Cimandiri

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 22:00 WIB
Buaya Penghuni Cimandiri, kerap menampakan diri dan membuat warga resah. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi hari ini di Jawa Barat dari mulai bocah seusia PAUD di Sukabumi dilaporkan tenggelam di Taman Wisata Air Alam Oasis, Kabupaten Sukabumi, kejadian ini viral di media sosial (medsos) karena detik-detik penyelamatan korban menyita perhatian publik, tak hanya itu, Kadisdik Jabar dilaporkan ke Ombudsman buntut dari carut marut SPMB.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Detik-detik Bocah PAUD Selamat dari Maut di Kolam Wisata Sukabumi

Sebuah video yang merekam aksi heroik seorang pengunjung menyelamatkan bocah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tenggelam di objek wisata, mendadak viral di jagat media sosial. Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penelusuran guna memastikan kondisi riil sang anak di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di kawasan objek wisata kenamaan, Taman Wisata Air Alam Oasis, Jalan Mayor Mahmud, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (14/6). Korban diketahui merupakan seorang bocah perempuan berinisial RAA (5), siswi SPS TP PAUD Sukamekar, warga Kecamatan Kadudampit.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli membeberkan, bahwa insiden bermula saat lembaga pendidikan tersebut menggelar acara kenaikan kelas sekaligus berwisata ke Alam Oasis sejak pukul 09.00 WIB. Acara kenaikan kelas yang diisi dengan penampilan tari-tarian dari para murid itu dikoordinasi oleh seorang pengajar berinisial IM (45).

Agar rangkaian acara berjalan dengan kondusif dan lancar, pihak panitia sebenarnya sudah mengambil langkah antisipasi dengan mengunci seluruh pintu masuk dan pintu keluar gedung yang disewa untuk kegiatan.

"Namun, sekira pukul 09.40 WIB, anak tersebut rupanya berhasil keluar dari gedung acara menuju ke kawasan kolam renang tanpa terpantau oleh orang tua maupun keluarganya," terang Ade Ruli saat dikonfirmasi hari ini.

Mengingat usianya yang masih sangat belia, korban terus berjalan mendekati area air. Nahas, sekitar pukul 10.00 WIB, korban diduga terpeleset di tepian kolam renang sedalam kurang lebih 50 sentimeter hingga terjatuh ke dalam air.

Detik-detik mencekam itu beruntung langsung disadari oleh salah seorang pengunjung yang berada di sekitar lokasi. Saksi melihat tubuh mungil RAA sudah berada di dalam air dan tampak kesulitan untuk berdiri kembali ke permukaan.

Tanpa membuang waktu, pengunjung yang menurut informasi bekerja di bidang kesehatan itu langsung melompat, mengangkat tubuh korban keluar dari kolam, dan memberikan pertolongan pertama yang krusial.

"Saksi langsung memberikan pertolongan pertama berupa CPR (resusitasi jantung paru) atau napas buatan kepada korban. Upaya tersebut berhasil hingga korban mengeluarkan air dari mulutnya dan berangsur sadar kembali," ujarnya.

Bocah malang itu kemudian dievakuasi ke Kantor P3K Alam Oasis untuk ditenangkan dan diberikan minuman air hangat. Setelah kondisinya stabil, RAA yang didampingi ayah kandungnya, Entis Sutisna, bahkan sempat kembali berlari dan bermain dalam kondisi sehat.

Meski sang anak terlihat sudah kembali ceria, pihak penyelenggara kegiatan tidak mau ambil risiko. Seorang wiraswasta sekaligus Kepala Dusun (Kadus) setempat yang kerap membantu kegiatan PAUD, Awam Abdullah (55), langsung berinisiatif membawa RAA ke RSUD Syamsudin SH (RS Bunut) Kota Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.

"Dari hasil pengecekan oleh tim medis di RS Bunut dapat dipastikan bahwa anak tersebut benar-benar dalam keadaan sehat secara normal. Setelah dipastikan aman, korban dibawa kembali ke lokasi wisata untuk mengikuti sisa rangkaian acara tari-tarian kenaikan kelasnya," paparnya.

Menanggapi video penyelamatan yang telanjur viral dan simpang siur di media sosial, pihak kepolisian lantas mendatangi lokasi wisata dan menyambangi rumah kediaman korban di Kampung Cijarian Panday, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit.

Hasil pengecekan memastikan bahwa kondisi RAA saat ini benar-benar dalam keadaan sehat walafiat dan sudah beraktivitas normal seperti sedia kala. Pihak keluarga pun menegaskan tidak akan mempermasalahkan pihak manapun atas insiden ini.

"Pihak keluarga menyadari bahwa kejadian ini murni merupakan kelalaian dari sisi keluarga dalam menjaga korban, mengingat sang anak memang dikenal sangat hiperaktif," pungkasnya.


Bocah Jatuh dari Lantai 2 Kolam Renang Kuningan, Begini Kondisinya

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan terjatuh dari lantai dua area objek wisata kolam renang Zam Zam Pool yang berada di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (14/6) sore.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kemudian beredar luas di media sosial. Berdasarkan rekaman yang beredar, korban terlihat sedang bermain di area tempat makan yang berada di lantai dua setelah selesai berenang.

Dalam video itu, anak tersebut tampak bermain di sekitar meja dan kursi berwarna merah. Awalnya, ia menaiki sebuah kursi sebelum berpindah ke atas meja. Tak lama kemudian, korban mencoba berpindah ke meja lain yang berada di sampingnya sambil berpegangan pada pagar pembatas lantai dua.

Namun nahas, saat melakukan perpindahan tersebut, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bawah. Akibat insiden itu, korban diduga sempat tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

"Tuh naik tah labuh. (Tuh naik setelah itu jatuh)," tutur suara dalam video tersebut.

Kapolsek Jalaksana, AKP Imam Rubianto, membenarkan adanya peristiwa seorang anak yang terjatuh dari lantai dua di kawasan kolam renang tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Minggu sore (14/6).

Imam menjelaskan, korban sempat tidak sadarkan diri dan mendapat penanganan di RSUD Linggajati serta RSUD 45 Kuningan. Meski demikian, kondisi korban kini telah membaik dan sudah sadar kembali. Saat ini, korban telah dibawa oleh keluarganya ke Kabupaten Indramayu untuk menjalani perawatan lanjutan.

"Bener kejadiannya hari Minggu Sore. Sudah sadar. Bagian tubuh yang patah juga tidak ada. Cuman sekarang dirawatnya sudah di rumah sakit di Indramayu. Sama orang tuanya dirawat di sana. Usia anaknya 8 tahun, masih di bawah umur," tutur Iman hari ini.

Sementara itu, menanggapi peristiwa tersebut, perwakilan manajemen objek wisata Zam Zam Pool, Dede, mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan kronologi kejadian secara rinci. Hingga saat ini, manajemen masih mengumpulkan data dan keterangan dari lapangan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

"Ya nanti ya. Kita lagi mastiin baik-baik semuanya," kata Dede saat dikonfirmasi.


Tragedi di Pantai Bali 2: Bocah Tewas Usai Lompat ke Area Terlarang

Seorang anak berinisial D (11), warga Desa Pekandangan, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan wisata Pantai Balongan Indah (Bali) II, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang bersama empat rekannya dan masuk ke area wisata melalui jalur tidak resmi tanpa membeli tiket masuk.

Ketua Pengelola Pantai Bali II, Akso Surya Darmawangsa, mengatakan korban dan teman-temannya kemudian bermain di area jembatan yang biasa digunakan pengunjung untuk berfoto. Dari lokasi tersebut, korban diketahui melompat ke arah laut.

"Mereka masuk bukan melalui pintu resmi, melainkan lewat jalur tikus. Setelah itu korban melompat dari ujung jembatan ke laut," ujar Akso kepada detikJabar hari ini.

Menurut keterangan rekan-rekannya, korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang. Selain itu, lokasi tempat korban melompat berada di area yang telah melewati batas aman yang ditandai bendera merah oleh pengelola.

Mendapat laporan adanya pengunjung tenggelam, petugas pengelola segera melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal ia melompat ke laut.

Akso yang memiliki pengalaman dasar pencarian dan pertolongan (SAR) turut membantu proses evakuasi. Korban kemudian dibawa ke daratan dan sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa pemeriksaan denyut nadi serta bantuan pernapasan.

Karena masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, korban segera dilarikan ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, setelah menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Pascakejadian, pengelola bersama kepolisian melakukan penelusuran kronologi dengan meminta keterangan dari teman-teman korban. Dari hasil keterangan tersebut, diketahui anak-anak tersebut sempat mengira korban hanya bercanda saat berada di air.

Salah seorang rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun kembali ke tepian untuk mengambil napas. Saat kembali memperhatikan kondisi sekitar, korban sudah tidak terlihat sehingga mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola.

Akso menjelaskan kondisi ombak saat kejadian relatif tenang meski kawasan wisata sedang ramai pengunjung. Ia menduga insiden terjadi karena korban bermain di area berbahaya yang berada di luar batas aman serta tanpa pengawasan orang dewasa.

Menurutnya, pengelola telah memasang berbagai sarana keselamatan, mulai dari papan peringatan, batas bendera merah dan kuning, hingga imbauan melalui pengeras suara.

Meski korban diketahui memasuki kawasan wisata secara ilegal, pihak pengelola tetap memberikan santunan kerahiman serta bantuan biaya pelaksanaan tahlilan selama tujuh hari kepada keluarga korban.

Sementara itu, keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Ibu korban, Nila (43), menyampaikan apresiasi atas upaya penyelamatan yang dilakukan pihak pengelola sejak korban ditemukan hingga dibawa ke rumah sakit.

Secara terpisah, Kapolsek Balongan AKP Dedi Wahyudi mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengelola wisata serta rekan korban.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di ruang terbuka dan selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan di lokasi wisata guna mencegah kejadian serupa.




(wip/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork