Jabar Sepekan

Priangan Timur Sepekan: ART Dianiaya Mantan Majikan

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 14 Jun 2026 11:00 WIB
Ilustrasi kejahatan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Peerayot
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di wilayah Priangan Timur dalam sepekan. Mulai dari seorang ART yang dianiaya mantan majikan di Tasikmalaya, hingga warga Garut yang digegerkan dengan pembuangan bayi.

Berikut rangkuman Priangan Timur dalam sepekan:

ART Tasikmalaya Dianiaya Mantan Majikan di Depan Ibunya

Video penganiayaan seorang asisten rumah tangga (ART) oleh keluarga mantan majikannya viral di media sosial. Sejumlah video diunggah akun Instagram @mpuspa26 beberapa hari terakhir.

Perempuan muda yang juga ART berinisial YR (22), dituduh mencuri uang Rp 900 ribu dan tiga pasang sepatu. Dia menjadi korban penganiayaan mulai dipersekusi, dipukul, dijambak, hingga dilempar di depan ibu kandungnya sendiri.

Peristiwa itu terjadi Januari lalu di kawasan Panglayungan, Kota Tasikmalaya. Rekaman aksi persekusi diunggah akun @mpuspa26 dan langsung memicu kecaman publik.

"Fiks penganiayaan, kedeng deui klarifikasi," tulis akun masterbugBandung.

"Gak kebayang si ibu sakitnya gimana liat anaknya diintimidasi di depan mata," tulis ommunthe.

Dalam video yang beredar, terdengar pelaku memarahi korban dengan kata-kata kasar. Korban juga disalahkan atas insiden cucu majikan yang mengalami patah kaki.

Aksi kekerasan dilakukan saat korban sudah memutuskan berhenti bekerja dan disebut sudah menyelesaikan urusan pembayaran kepada majikan.

"Saya dituduh nyuri uang 900 dan tiga sepatu. Saya sudah keluar karena saya tidak betah. Uang sudah dibayar majikan saya yang baru," ujar YR dalam pernyataannya yang beredar luas.

YR diketahui merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya. Video tersebut mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi meminta kasus ini dikawal hingga tuntas. Ia menegaskan kekerasan bukan cara menyelesaikan masalah.

"Jadi kan kekerasan bukan solusi. Saya prihatin itu warga kami," tegas Asep Sopari kepada detikJabar, Senin (8/6).

Asep meminta agar semua pihak mengedepankan tindakan santun, bukan adegan kekerasan. Dia juga menyebut akan menurunkan tim untuk menggali informasi terkait kasus penganiayaan ini.

"Jangan mentang punya kedudukan kemudian kita seenaknya kepada orang lain. Saya turunkan tim untuk gali lebih dalam kasus ini," pungkas Asep Sopari.

Geger Bayi Dibuang di Garut

Warga Gang Masjid Nurul Hidayah II Kampung Haurkuning, Sukagalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, digegerkan dengan penemuan bayi lelaki baru lahir, yang ditemukan tergeletak di jalanan. Polisi kini memburu orang tua bejat yang tega membuang bayi tersebut.

Menurut Kapolsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto, bayi malang tersebut ditemukan oleh seorang warga yang melintas di TKP, pada Rabu, (10/6/2026) pagi tadi.

"Kejadiannya pagi-pagi. Ada warga yang melintas di sana, curiga dengan tas yang tergeletak begitu saja di samping gang," kata Agus.

Agus menyebut, warga bernama Dedi itu sedianya hendak mengunjungi salah seorang rekan bisnisnya, yang berkediaman di gang tersebut. Di perjalanan Dedi merasa janggal ketika melihat sebuah body bag berwarna cokelat yang tergeletak di pinggiran gang.

Dedi lantas berinisiatif membuka tas tersebut. Alangkah terkejutnya dia, setelah menemukan bayi lelaki yang masih diselimuti ari-ari di dalamnya.

"Saksi kemudian memberi tahukan temuannya ini kepada warga. Kami kemudian menindaklanjuti," katanya.

Petugas dari Polsek Tarogong Kidul langsung meluncur ke TKP. Bayi itu kemudian langsung dibawa ke puskesmas, untuk mendapatkan penanganan.

Agus menuturkan, dari hasil pemeriksaan tim dokter di puskesmas diketahui, jika bayi tersebut baru saja dilahirkan, beberapa jam sebelum ditemukan.

"Kondisinya normal dan sehat. Saat ini dalam penanganan tim dokter di puskesmas," katanya.

Agus menambahkan, bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya. Saat ini pihaknya tengah memburu orang tua bejat yang tega membuang bayi manis tersebut.

"Kami lakukan penyelidikan, termasuk memeriksa semua CCTV di sekitar TKP. Kami juga lakukan pemeriksaan terhadap saksi," katanya.

"Kami mengimbau agar siapapun yang melakukan tindakan ini, untuk menyerahkan diri. Jika tidak, kami akan lakukan perburuan," pungkas Agus.

Beban Ekonomi-Kerja Picu Lonjakan Pasien Jiwa di RSUD dr Soekardjo

Tingkat kunjungan pasien yang mengalami gangguan kesehatan jiwa di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan signifikan.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, arus kedatangan warga yang membutuhkan penanganan medis terkait kesehatan mental terus merangkak naik hingga menyebabkan waktu pelayanan di rumah sakit harus diperpanjang.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Titie Purwaningsari mengatakan saking tingginya lonjakan pasien, jam operasional penanganan kini terpaksa ditambah. Jika sebelumnya pelayanan bisa diselesaikan sampai siang, kini dokter spesialis harus bersiaga hingga sore hari.

"Dulu praktik dokter jiwa hanya berlangsung setengah hari. Sekarang layanan berlangsung hingga sore hari. Bahkan, sehari kami bisa melayani sekitar 60 pasien dan sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif," kata Titie, Kamis (11/6/2026).

Menurut Titie, fenomena lonjakan pasien penyakit ini seperti gunung es, di mana banyak penderita yang baru datang ke rumah sakit setelah kondisi psikologisnya memburuk.

Penyebabnya mayoritas akibat stres menahun yang dipicu oleh beban ekonomi, masalah keluarga, hingga tekanan kerja. "Stres sering berkembang tanpa disadari. Ketika keluarga mengetahui kondisinya, masalah yang dialami pasien sudah cukup serius," kata Titie.

Untuk menekan laju pertambahan pasien dengan kondisi yang sudah parah, Titie berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam melakukan deteksi dini. Kepedulian orang-orang dan lingkungan terdekat menjadi salah satu cara efektif agar ruang perawatan tidak semakin penuh oleh pasien dengan kondisi psikologis tingkat berat.

Masyarakat diminta tanggap dan langsung membawa kerabat mereka ke faskes terdekat jika melihat gejala perubahan perilaku yang mencurigakan. "Penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih buruk dan mengurangi risiko terjadinya tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," kata Titie.

Di sisi lain, lonjakan pasien yang meningkat ini mulai memberikan tekanan pada pelayanan RSUD dr Soekardjo. Apalagi rumah sakit milik Pemkot Tasikmalaya ini, hanya memiliki seorang dokter spesialis jiwa.

Selain itu fasilitas poli rawat jalan di rumah sakit ini pun masih dalam kondisi darurat, akibat proyek pembangunan gedung yang mangkrak. Pelayanan poliklinik dilakukan di ruang-ruang yang sebenarnya ruang rawat inap.

"RSUD dr Soekardjo satu-satunya rumah sakit yang belum memiliki poli rawat jalan yang representatif," kata Titie.

Dia menambahkan, khusus untuk pelayanan pasien jiwa, pihak RSUD dr Soekardjo sudah memproyeksikan untuk dijadikan layanan unggulan, bahkan sudah dibuatkan perencanaannya. "Kami sudah mengajukan pengembangan layanan unggulan kesehatan jiwa. Kami berharap program tersebut dapat terealisasi pada tahun 2027," kata Titie.

Remaja di Garut Tewas saat Berenang di Sungai

Senin, (9/6/2026) sore kemarin, seorang remaja berinisial W (17) meninggal dunia usai tenggelam di sungai. Di hari itu, W sebenarnya hendak menjenguk kakeknya di kampung sebelah, namun tragedi terjadi setelah dia dan teman-temannya tergiur untuk berenang di sungai yang ada di sepanjang jalan.

Kejadian nahas yang menimpa W ini, terjadi di Sungai Cikaengan, yang berlokasi di Blok Batu Karut, Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, menurut Kapolsek Cibalong, Iptu Irwandani.

Irwan menjelaskan, kejadian bermula saat W dan dua orang temannya yang lain bergegas dari rumah mereka menuju ke Kampung Jubleg yang ada di Desa Simpang. "Tujuannya untuk menjenguk kakek dari korban," kata Irwan.

Di pertengahan jalan, ketiganya memutuskan untuk beristirahat. Karena berada di pinggir sungai, ketiga remaja itu memutuskan untuk mandi. W diketahui turun duluan ke sungai. Namun, tak disangka, titik mereka berenang cukup dalam.

Selain dasar sungai yang dalam, kata Irwandani, aliran arus air di lokasi juga, saat itu cukup kuat. Hingga akhirnya, W kemudian terseret arus, tenggelam kemudian menghilang. Dua temannya kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga.

"Kami kemudian dikabari. Personel kemudian turun ke lokasi dan bersama masyarakat melakukan pencarian," katanya.

Beberapa jam melakukan pencarian, W akhirnya berhasil ditemukan. Namun malang, remaja yang duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah atas itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

"Ditemukan beberapa kilometer dari lokasi awal hilang dalam keadaan MD (meninggal dunia)," katanya.

Jasad W langsung dievakuasi ke rumah duka, yang berada di Kecamatan Peundeuy. Dari hasil pemeriksaan di TKP diketahui, jika tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang ada pada tubuh korban, sehingga korban disimpulkan meninggal dunia karena kecelakaan.

Tak Ada Ketua OSIS yang Lolos Sekolah Maung Tasikmalaya

Seleksi penerimaan murid baru (SPMB) Sekolah Maung SMAN 1 Tasikmalaya, telah selesai dilaksanakan.
Namun ada yang menarik, yakni tidak adanya mantan Ketua OSIS yang berhasil lolos. Padahal mantan Ketua OSIS di SMP, menjadi salah satu jalur prestasi non akademik untuk masuk Sekolah Maung.

Sebanyak 13 siswa dengan rekam jejak sebagai Ketua OSIS dipastikan gagal masuk Sekolah Maung SMAN 1 Tasikmalaya.

Humas sekaligus PPID SMAN 1 Tasikmalaya, Wanti Yulianti membenarkan tidak ada satu pun Ketua OSIS yang berhasil lolos seleksi.

"Untuk Ketua OSIS ada 13 siswa, tapi tidak ada sama sekali yang masuk," kata Wanti, Selasa (9/6/2026).

Dia menyayangkan SMAN 1 Tasikmalaya belum mampu menjaring para siswa yang selama ini telah menunjukkan kapasitas kepemimpinan melalui perannya sebagai Ketua OSIS.

"Kami melihat talenta anak begitu hebat, kami tentunya ingin punya anak-anak berkarakter yang sangat baik khususnya dalam kepemimpinan. Tentu sangat kehilangan," kata Wanti.

Dia mengatakan keluhan dari orang tua dan calon peserta didik jalur prestasi nonakademik mulai berdatangan ke sekolah beberapa hari sebelum pengumuman hasil akhir seleksi diterbitkan.

Keluhan tersebut umumnya berkaitan dengan penurunan skor yang dialami sejumlah peserta, termasuk mereka yang memiliki rekam jejak kepemimpinan sebagai Ketua OSIS.

Menurut Wanti, pada awalnya para siswa dan orang tua sangat antusias mengikuti seleksi Sekolah Maung. Namun, pada saat terjadi perubahan skor dari sistem, sejumlah orang tua datang langsung ke sekolah untuk meminta penjelasan terkait perubahan nilai yang terjadi.

"Orangtua mempertanyakan mengapa skor anak mereka bisa turun hingga 50 poin. Kami tidak tinggal diam. Melalui kepala sekolah, kami sudah berupaya mengklarifikasi dan berkomunikasi dengan panitia di tingkat provinsi," ujar Wanti.

Dari hasil koordinasi dengan panitia provinsi, kata Wanti, diperoleh penjelasan bahwa penilaian untuk Ketua OSIS termasuk kategori prestasi yang verifikasinya dilakukan di luar kewenangan sekolah dan berada pada tingkat kementerian atau lembaga terkait.

Karena itu, nilai yang semula muncul dalam sistem kemudian mengalami penyesuaian setelah proses verifikasi selesai dilakukan.

"Nilai yang tampil pada pengumuman awal merupakan nilai sebelum penyesuaian sistem. Setelah proses verifikasi dan sinkronisasi data selesai, nilainya berubah sesuai hasil yang ditetapkan," kata Wanti.

Pihaknya tetap memberikan dukungan dan motivasi kepada para siswa yang belum berhasil lolos.

"Di manapun mereka nanti bersekolah, kami tetap mendukung dan mendoakan agar bisa berkembang sesuai potensinya masing-masing," ucapnya.

Namun demikian, Wanti menilai ada pelajaran penting yang perlu menjadi perhatian sekolah asal. Menurutnya, pemetaan potensi siswa sejak tingkat SMP perlu dilakukan lebih matang agar peserta didik dapat memilih jalur seleksi yang paling kompetitif dan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki.

Berdasarkan data hasil seleksi yang tercantum pada sistem informasi SPMB SMAN 1 Tasikmalaya, jumlah pendaftar keseluruhan mencapai 901 calon peserta didik.

Dari jumlah tersebut, jalur akademik berbasis nilai rapor menjadi jalur dengan peminat terbanyak, yakni 667 pendaftar yang memperebutkan 257 kursi. Nilai tertinggi pada jalur ini tercatat 306,28, sedangkan nilai terendah yang masih diterima berada pada angka 270,24.

Sementara itu, pada jalur potensi akademik, kuota yang semula dialokasikan sebanyak 38 kursi berkurang menjadi 31 kursi karena hanya 31 peserta yang memenuhi persyaratan. Nilai tertinggi pada jalur ini mencapai 306,36, sedangkan nilai terendah tercatat 239,84.

Untuk jalur kompetensi akademik berbasis kejuaraan, sebanyak 77 peserta mendaftar dan memperebutkan 19 kursi. Nilai tertinggi yang tercatat mencapai 275,00, sementara nilai terendah berada di angka 168,66.

Adapun pada jalur prestasi nonakademik, kuota yang tersedia sebanyak 184 kursi. Namun, berdasarkan hasil akhir seleksi, hanya 77 peserta yang dinyatakan lolos. Nilai tertinggi pada jalur ini mencapai 658,24, sedangkan nilai terendah yang masih diterima tercatat 355,60.

Sedangkan, pada kategori Pramuka Garuda terdapat 16 pendaftar, namun hanya 6 orang yang dinyatakan lolos.

Bunga Aprilia Dwiputri, mantan Ketua OSIS di SMPN 2 Kota Tasikmalaya, sempat optimistis diterima di SMAN 1 Tasikmalaya. Kini ia harus menerima kenyataan pahit setelah nilainya mengalami penurunan dan posisinya terlempar jauh dari zona kelulusan.

Bunga mengaku semula tidak memiliki kekhawatiran terhadap peluangnya. Saat memantau hasil seleksi pada 3 Juni 2026, namanya tercatat berada di peringkat ke-33 dengan skor 377,24. Posisi tersebut masih tergolong aman karena berada dalam kuota penerimaan yang tersedia.

Namun situasinya berubah hanya dalam waktu sehari. Ketika kembali membuka sistem pada 4 Juni, ia mendapati skornya turun menjadi 326,24. Penurunan itu berdampak langsung pada peringkatnya yang merosot hingga akhirnya tak lolos seleksi.

"Waktu tanggal 3 Juni saya masih peringkat 33 dengan skor 377,24. Besoknya saya cek lagi, ternyata nilainya turun menjadi 326,24 dan peringkat saya langsung turun sampai 130," ujarnya.




(sya/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork