Priangan Timur Sepekan: Preman Dadang Buaya Kembali Berulah!

Jabar Sepekan

Priangan Timur Sepekan: Preman Dadang Buaya Kembali Berulah!

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 05 Apr 2026 09:30 WIB
Preman Garut Dadang Buaya
Preman Garut Dadang Buaya. Foto: Istimewa
Tasikmalaya -

Berbagai peristiwa terjadi di wilayah Priangan Timur dalam sepekan terakhir, beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca setia detikJabar. Dadang Buaya kembali berulah, aniaya nenek dan seorang anak, kemudian, misteri remaja linglung usai hilang di Gunung Guntur lalu gaduh pemotor ngamuk-rusak kaca mobil di Ciamis.

Berikut ringkasan artikel yang dihipun dalam Sukabumi-Priangan Timur Sepekan :

1. Preman Dadang Buaya Kembali Berulah!

Preman terkenal Garut, Dadang Sumarna alias Dadang 'Buaya' (53) kembali ditangkap oleh polisi. Kali ini, dia ditangkap setelah memukuli tiga orang korban, yakni seorang ibu-ibu bersama anak lelaki dan kerabat sang anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin membenarkan penangkapan Dadang 'Buaya'. Menurut Joko, Dadang ditangkap oleh Tim Sancang Polres Garut pada Kamis, (26/3) malam lalu.

ADVERTISEMENT

"Tersangka kami amankan pada hari Kamis malam sekitar jam 22.00 WIB," kata Joko, Sabtu (28/3/2026).

Joko menuturkan, Dadang 'Buaya' dilaporkan telah melakukan penganiayaan terhadap tiga orang korban. Yakni seorang nenek berumur 62 tahun berinisial AR, anak AR bernama ZN dan rekan ZN, O.

"Penganiayaan dilakukan di rumah tersangka yang terletak di Karyamukti, Cibalong, Garut, pada hari Kamis sekitar jam 1 siang," katanya.

Dadang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh polisi di Rutan Mako Polres Garut. "Sedang kami lakukan proses penyidikan lebih lanjut untuk mendalami perkaranya," ucap Joko.

Dadang 'Buaya' sendiri bukan nama asing di dunia gelap premanisme Kabupaten Garut. Dia kerap berulah ketika mabuk dan berulang kali dijebloskan ke penjara. Ini merupakan hukuman penjara yang keempat kalinya untuk Dadang.

2. Hilang di Gunung Guntur, Remaja Asal Garut Ditemukan Linglung

Seorang remaja berinisial MR, warga Tarogong Kaler, dinyatakan hilang saat mencari serangga bersama dua saudaranya. Anehnya, MR ditemukan dalam kondisi pakaian tidak lengkap di perkampungan warga yang lokasinya jauh dari titik awal ia menghilang.

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Ate Ahmad Hermawan menuturkan bahwa kejadian yang menimpa MR berlangsung pada Minggu (29/3). Peristiwa bermula saat MR mencari serangga bersama dua orang kerabatnya.

"Mereka mencari serangga di kaki Gunung Guntur tepatnya di perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Tarogong Kaler," kata Ate kepada wartawan, Senin, (30/3/2026).

Menurut Ate, MR tiba-tiba terpisah dari dua rekannya saat mencari serangga tersebut. Kedua saksi kemudian memutuskan untuk kembali ke permukiman karena tak kunjung menemukan keberadaan MR.

Malam harinya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Petugas gabungan pun segera dikerahkan guna melakukan pencarian terhadap MR.

Namun, saat menyisir kawasan kaki Gunung Guntur, petugas menerima informasi bahwa MR telah ditemukan di kawasan Cipepe. Lokasi tersebut merupakan perkampungan warga yang berada di kecamatan berbeda dari titik awal hilangnya korban.

Singkat cerita, MR langsung diamankan oleh warga setempat sebelum akhirnya dijemput oleh pihak desa tempat tinggalnya.

"Korban kemudian dibawa ke rumahnya," pungkas Ate.

3. Aksi Pemotor Ngamuk-Pecah Kaca di Ciamis

Video aksi seorang pemuda ngamuk menghentikan mobil yang diduga ditumpangi pemudik hingga merusak spion dan kaca depan viral di media sosial. Menurut informasi, peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Video yang tersebar di berbagai media sosial memperlihatkan seorang pemuda menyusul mendekati mobil yang sedang melaju. Kejadian itu direkam oleh penumpang yang ada di dalam mobil tersebut. Pemotor tersebut langsung menghadang mobil itu dari depan hingga berhenti.

Setelah itu, pemuda tersebut turun dan tiba-tibs memukul spion mobil tersebut hingga pecah sambil marah-marah. Pria tersebut juga melempar benda diduga batu hingga kaca depan mobil pecah. Tak lama kemudian, banyak warga yang menghampiri. Dalam keterangan, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis.

Entah apa penyebabnya, pemuda itu tiba-tiba menghentikan dan menyerang mobil yang ditumpangi pemudik. Polres Ciamis yang mendapat kabar tersebut langsung melakukan penanganan.

Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah melalui Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah turun langsung melakukan penanganan. Menurut Carono, peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/3) di Sukamantri Ciamis.

"Benar kejadiannya kemarin (hari Jumat) di wilayah Sukamantri, Ciamis," ujar Carsono saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).

Carsono menjelaskan, setelah mendapat informasi dari warga, Anggota Polsek Panjalu langsung merespons untuk melakukan penanganan. Kasat menyebut, setelah dilakukan penanganan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya dengan kekeluargaan. Pihak korban pun tidak membuat laporan resmi ke polisi. Sedangkan pelaku berjanji akan memperbaiki kerusakan mobil yang ditimbulkan.

"Anggota Polsek Panjalu juga langsung respon cepat dan melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Hasilnya, kedua belah pihak sudah berdamai dan saling memaafkan," katanya.

Menurut Carsono, peristiwa itu terjadi karena diduga adanya kesalahpahaman antara pemotor terhadap mobil tersebut. Hasil keterangan, kejadian itu berawal ketika mobil tersebut akan putar arah, namun tiba-tiba datang sepeda motor dan diduga hampir tertabrak.

Akibat kejadian itu, diduga pengendara motor merasa tidak terima hingga mengejar mobil tersebut lalu menghentikannya, seperti yang ada dalam video. Pemuda itu kemudian melakukan pengrusakan.

4. Nahas Bocah Tasikmalaya, Tewas Sebelum Sampai ke Rumah Nenek

Kecelakaan tragis terjadi di Kampung Nangewer, Desa Cidahu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (3/4/2026) siang. Seorang bocah laki-laki meninggal dunia usai terserempet kereta api (KA) saat berjalan menyusuri rel kereta api.

Korban diketahui berinisial AG (11), warga Kampung Sukahaji, Desa Dawagung, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan tragis ini berawal dari niat korban untuk berkunjung ke rumah neneknya di daerah Cisayong guna mengisi hari libur. Dia bersama tiga orang temannya berjalan menyusuri rel menuju rumah nenek AG yang jaraknya sekitar 5 kilometer.

"Dia berangkat pagi sekitar jam 08.00 WIB, pamit ke ibunya sekalian minta bekal," kata Dedi (37) paman korban.

Menurut Dedi, tidak biasanya AG pergi ke rumah neneknya dengan berjalan kaki, apalagi menyusuri rel KA. "Biasanya kalau ke rumah neneknya, dia naik angkot. Nggak tahu kenapa, jadi jalan kaki di rel," ujar Dedi.

Keempat bocah ini berjalan menyusuri rel KA. Namun saat tiba di jembatan rel kawasan Kampung Nangewer, Desa Cidahu, muncul kereta api dari arah belakang atau arah Bandung. Seketika itu, keempat anak laki-laki ini berusaha secepatnya menyelamatkan diri dengan berlari meniti jembatan rel KA.

"Lokasi kejadiannya dekat dengan jembatan kereta, kemungkinan dia sedang jalan di tengah jembatan, kemudian ada kereta lewat," ungkap Dedi.

Diduga korban AG terlambat melewati jembatan sehingga tak sempat menghindar untuk menyelamatkan diri. Nahas, dia terserempet kereta dan langsung terkapar di tepi rel. Kondisinya langsung tak sadarkan diri dengan luka serius di bagian kepala.

Dalam situasi itu, ketiga temannya kemudian membopong AG menuju jalan kampung setempat. Seketika itu warga geger dan segera mencari pertolongan.

"Ketahuannya setelah teman-temannya menggotong ke jalan kampung. Dari sana barulah kami keluarga mendapat kabar," ucap Dedi.

Dedi mengaku sangat kehilangan sosok keponakan yang periang dan baik itu. "Dia anak baik, dia itu anak kedua, ibu bapaknya ada di rumah. Dia masih sekolah SD kelas 5," jelas Dedi.

Terkait keberadaan ketiga teman korban, Dedi mengatakan saat itu ketiganya sudah pulang. Mereka dalam kondisi trauma atau syok setelah mengalami kejadian tragis tersebut.

"Teman-temannya sudah pulang, mereka shock. Tapi sudah aman," kata Dedi.

Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan. Sementara aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan, termasuk melakukan olah TKP.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto membenarkan adanya insiden tersebut.
"Ya kejadiannya siang tadi, korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kasus ini sedang kami selidiki," ucap Andi.

5. Pemuda Tasikmalaya Ngamuk Usai Kekasih Rujuk Dengan Suami

Fakta baru terungkap dari insiden perusakan rumah oleh pemuda Tasikmalaya berinisial D (25). Pria tersebut ternyata emosi lantaran pujaan hatinya, AI (35) rujuk dengan suaminya.

Hal itu terungkap usai D diperiksa aparat kepolisian. Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmara mengatakan selain karena cintanya ditolak, pelaku juga semakin kecewa lantaran kabar rujuk pujaan hatinya tersebut.

"Dia ini kecewa korban rujuk lagi dengan mantan suaminya
saat dia memang masih ada perasaan," kata Agus kepada detikJabar, Kamis (2/4/2026).

Kekecewaan itu kemudian dilampiaskan D dengan merusak kediaman AI yang berada di Bojonggambir, Tasikmalaya. D melempar kaca jendela rumah hingga memutus kabel WiFi menggunakan golok.

"Pelaku merusak kaca jendela kamar bagian depan dengan menggunakan batu dan memutuskan kabel WiFi," tuturnya.

D juga mengancam akan membunuh dengan golok. Warga yang mendengar keributan langsung mengamankan pelaku kemudian polisi tiba.

"Barang bukti yang disita adalah 1 buah golok," katanya.
Namun, kasus ini berakhir dengan islah. Korban pun tak melaporkan kejadian ini dengan syarat pelaku tak mengulangi lagi perbuatannya.

"Kasusnya berujung islah, pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya, korban tidak mau melapor," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Keranegla Bubun Bunyamin menambahkan insiden perusakan tersebut terjadi dalam dua hari yakni pada Minggu (29/3) dini hari pukul 00.10 WIB dan Selasa (31/3) pukul 13.00 WIB.

"Sebetulnya kejadian kemarin betul di desa kami yang cukup viral. Pelakunya diamankan warga dan polisi," katanya.
Bubun menyebut pengrusakan terjadi akibat persoalan asmara. Pelaku dengan korban diketahui sempat menjalin asmara.

"Dari perasaan mencintai, memang terjadi kekecewaan ada perusakan yang sebabkan pecah kaca rumah. Motifnya asmara," kata Bubun.

(sya/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads