8 Herbal Pengusir Nyamuk Alami, Ampuh dan Mudah Dicari

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Rabu, 10 Jun 2026 15:04 WIB
Foto: Getty Images/iiievgeniy
Bandung -

Sebelum produk antinyamuk modern membanjiri pasar, masyarakat di berbagai pelosok daerah telah lama memanfaatkan beragam tanaman herbal untuk mengusir nyamuk secara alami.

Penggunaan tumbuhan sebagai antinyamuk tradisional bahkan telah berlangsung selama ribuan tahun. Berbagai budaya di dunia mengandalkan tanaman tertentu karena aroma atau kandungan senyawa alaminya yang sangat tidak disukai nyamuk.

Dikutip dari buku Herbal Pengendali Nyamuk karya Debby Dijola Moniharapon dan Adrien Jems Akiles Unitly, sejumlah tanaman dapat dimanfaatkan sebagai antinyamuk herbal maupun biolarvasida nabati yang membantu mengendalikan perkembangbiakan nyamuk.

"...dalam tradisi Ayurveda, sistem pengobatan tradisional India, berbagai ramuan herbal seperti neem, eucalyptus, dan citronella telah digunakan sebagai antinyamuk."

"Biolarvasida nabati adalah tanaman herbal yang dapat membunuh larva nyamuk dengan cara mengeluarkan zat-zat yang bersifat toksik, antikoagulan, atau antifeeding. Biolarva nabati dapat digunakan sebagai alternatif yang lebih alami dan aman daripada larvasida kimia yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan." tulis buku itu.

Berikut adalah daftar antinyamuk tradisional dan cara penggunaannya yang bisa Anda coba di rumah:

8 Antinyamuk Tradisional dari Bahan Herbal

1. Serai

Serai dikenal memiliki aroma kuat yang sangat dibenci nyamuk. Tanaman ini telah lama digunakan sebagai bahan pengusir serangga di berbagai negara karena mengandung minyak atsiri alami seperti sitronela (citronella), geraniol, dan sitronelal.

Aroma tajam dari senyawa tersebut mampu menutupi bau karbon dioksida yang dikeluarkan tubuh manusia. Alhasil, nyamuk akan kesulitan mendeteksi keberadaan kita.

Cara pemakaian: Menanam serai di sekitar rumah, merebus batangnya lalu diletakkan di dalam ruangan, atau mengoleskan minyak serai langsung ke kulit.

2. Daun Sirih

Daun sirih mengandung senyawa bioaktif alami seperti alkaloid, fenol, kavikol, dan minyak atsiri. Musababnya, tanaman ini mengeluarkan aroma khas yang dapat mengganggu indra penciuman nyamuk.

Lebih dari sekadar pengusir, sirih bahkan mampu menghambat pertumbuhan jentik nyamuk.

Cara pemakaian: Merebus beberapa lembar daun sirih dan menempatkan airnya di sudut ruangan, atau menumbuk daunnya untuk diletakkan di area yang sering didatangi nyamuk.

3. Daun Tembakau

Jangankan nyamuk, lintah pun tunduk kepada tembakau. Daun ini memang telah lama dimanfaatkan dalam pengendalian hama karena kandungan senyawa alaminya.

Bahkan dalam catatan sejarah, perkebunan kopi di tatar Sunda kerap memadukan penanaman kopi dan tembakau (tumpang sari). Tujuannya agar tembakau menjadi pestisida alami yang melindungi tanaman kopi dari serangan hama.

Cara pemakaian: Merendam daun tembakau dalam air untuk disemprotkan ke sarang nyamuk, atau meletakkan daun kering di sudut rumah.

4. Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung minyak atsiri yang menghasilkan aroma segar bagi manusia, namun sangat mengganggu bagi nyamuk. Itulah alasan mengapa banyak produk antinyamuk kimia menggunakan aroma jeruk sebagai bahan utama.

Cara pemakaian: Mengeringkan kulit jeruk lalu meletakkannya di dalam ruangan, atau membakarnya secara perlahan untuk menghasilkan aroma terapi alami.

5. Serbuk Bunga Sukun

Bunga sukun yang dikeringkan dan dihaluskan ternyata ampuh mengusir nyamuk. Dalam studi Institut Pertanian Bogor (IPB) berjudul 'Onthel: Bunga Jantan Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Alternatif Lotion Antinyamuk*', disebutkan bahwa penggunaan sukun sebagai *mosquito repellant sudah dikenal sejak zaman dahulu.

"Bagian dari sukun yang digunakan sebagai obat nyamuk adalah bunga jantan dari tanaman sukun. Dalam bahasa Inggris bunga jantan sukun ini disebut male inflourescence. Kebiasaan ini sudah dimiliki oleh masyarakat tidak hanya di Indonesia namun ada juga di daerah Oceania. Pada aplikasinya digunakan secara dibakar. Asapnya yang mengandung asam karpid dapat digunakan sebagai obat anti nyamuk." tulis studi tersebut.

6. Cengkeh

Selain sebagai rempah primadona, cengkeh berpotensi besar sebagai biolarvasida nabati. Kandungan senyawa tertentunya efektif mengendalikan larva nyamuk sebelum mereka berubah menjadi nyamuk dewasa.

Cara pemakaian: Menggunakan ekstrak cengkeh pada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik.

7. Daun Jambu

Tanaman jambu biji (Psidium guajava) mengandung senyawa kariofilena dan terpen. Aroma dari senyawa ini terbukti ampuh mengacaukan penciuman nyamuk.

Cara pemakaian: Mengolah daun jambu menjadi ekstrak untuk disemprotkan pada area lembap atau tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik.

8. Langsat

Tak hanya buahnya yang manis, kulit dan batang buah langsat (sejenis duku) memiliki potensi besar sebagai insektisida alami. Kandungan senyawa triterpen (asam langsat), flavonoid, saponin, dan tanin di dalamnya sangat efektif mengusir nyamuk.

Cara pemakaian: Memanfaatkan ekstrak bagian tanaman sebagai biolarvasida alami di lingkungan sekitar rumah.

Tetap Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Meski tanaman herbal sangat membantu, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan langkah utama pencegahan melalui aksi 3M Plus:

1. Menguras tempat penampungan air secara rutin.

2. Menutup rapat wadah penyimpanan air.

3. Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

4. Menjaga kebersihan saluran air dan menghindari adanya genangan di sekitar hunian.



Simak Video "Video: Berkebun Herbal ala Gen Z "

(tya/tya)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork