Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Kapur di Cipatat

Kabupaten Bandung Barat

Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Kapur di Cipatat

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 29 Jul 2026 19:52 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dan perusahaan asal Jepang saat melajukan Groundbreaking, di TPPAS Legok Nangka, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) .(Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas terhadap industri kapur di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebanyak lima pabrik diputuskan untuk ditutup secara permanen.

Tindakan tegas tersebut diambil menyusul temuan pelanggaran aturan ketenagakerjaan dan lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya kami sudah perintahkan dari 18 perusahaan itu kan ada yang lima sudah itu melanggar. Yang lima itu saya minta ditutup," ujar Dedi, saat ditemui di TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).

Dedi mengungkapkan, 13 pabrik lainnya dijatuhi sanksi penutupan sementara. Menurutnya, pabrik tersebut diminta untuk melakukan pembenahan atas dampak lingkungan dari aktivitas tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kemudian sisanya yang 13 itu ditutup sementara untuk melakukan perbaikan," katanya.

Ia menambahkan, para pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat penutupan akan dialihkan bekerja di lingkungan Pemprov Jabar. Kata dia, upah yang diberikan kepada pekerja tersebut akan lebih tinggi.

"Iya yang 500 ditampung oleh PU (Pekerjaan Umum) dan itu pun digaji di bawah Rp 2 juta itu rata-rata, di PU kan gajinya Rp 4,2 juta," jelasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads